Connect with us

Kriminal

Diduga Panik, Siswi SMK Buang Bayi ke Genteng Rumah Warga Koja

Published

on

Ilustrasi mayat bayi

Geosiar.com, Jakarta – Penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di atap genteng rumah warga di Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Minggu (5/5/2019) pukul 07.00 WIB, menggemparkan warga setempat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut bahwa polisi berhasil menangkap pelaku dari keterangan saksi bernama Joko Santoso.

“Saksi (Joko) mengatakan bahwa sekitar pukul 03.40 WIB, saksi bersama istrinya mendatangi rumah milik keluarganya yang tidak jauh dari TKP melihat 2 orang ABG dan saksi Joko Santoso tidak kenal. Lagi bertengkar di pinggir jalan sambil menenteng kresek warna hitam,” tutur Kombes Argo Yuwono kepada awak media, Minggu (5/5/2019).

Berdasarkan informasi tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap siswi kelas 3 SMK berinisial S (19).

Budi Cahyono, Kapolsek Koja Kompol, menjelaskan bahwa S melahirkan bayinya pada Minggu (5/5/2019) dini hari. S merasa kesakitan pada bagian perut kemudian dia berinisiatif ke kamar mandi, ternyata dia melahirkan bayi hasil hubungan gelap.

“Begitu keluar (bayi) dia minta pembalut sama ibunya, dikira sama ibunya dia lagi ‘dapet’,” terang Kompol Budi, Senin (6/5/2019).

Diduga panik, S kemudian membungkus bayinya dengan kantong kresek warna hitam dan membuang bayi itu begitu saja ke atap genteng.

“Setelah itu dia langsung naik ke atas dan membuangnya. Ya mungkin dia bingung mau buang ke mana, panik, malu ‘kan jadi dibuang ke situ saja,” duga Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Andry Suharto.

Bayi itu ditemukan pertama kali oleh pasangan suami-istri yang ternyata merupakan orang tua pelaku S. Ibunda S yang hendak membuka jendela lantai 2 rumah melihat sebuah kantong kresek hitam di genteng rumah kontrakan tetangganya.

Selanjutnya, Ibunda S meminta bantuan suaminya untuk mengambil kantong kresek itu karena menduga berisi daging. Kemudian, Ayah S mengambil kresek dan membukanya ternyata berisi mayat bayi.

Atas penemuan itu, kedua orang tua S langsung melaporkan kepada RT lalu diteruskan ke polisi. Hingga akhirnya pihak kepolisian melakukan olah TKP dan menanyai sejumlah saksi mata dan berakhir pada penangkapan siswi kelas 3 SMK yang tidak lain adalah anak dari pelapor.