Connect with us

Nasional

Rekapitulasi Suara di Sampang Ricuh, BPN: Cermin dari Sikap Perlawanan

Published

on

Suasana kericuhan saat proses rekapitulasi suara tingkat KPU di Sampang, Kamis (2/5/2019). (Foto: mediamadura.com).

Geosiar.com, Jakarta – Kericuhan di tengah proses rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Sampang, Madura mendadak viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1:26 menit itu memperlihatkan sejumlah orang yang sedang adu mulut, saling dorong, bahkan salah satu orang ada yang dipiting oleh dua orang lainnya. Peristiwa tersebut terjadi di GOR Indoor Sampang, Kamis (2/5/2019) pukul 23.30 WIB.

Seperti diketahui, keributan itu terjadi ketika polisi berusahan untuk mengamankan saksi dari relawan kubu 02 yang sedang memprotes panitia pemilu kecamatan (PPK) atas hasil perolehan suara. Mereka memprotes hasil penghitungan karena tidak cocok dengan salinan C1 yang ia pegang.

Atas kejadian itu, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan turut menyoroti langkah polisi dalam mengamankan saksi dan relawan pendukung paslon 02 tersebut. Ia menilai, langkah polisi dapat memancing amarah dan merupakan cermin dari perlawanan.

“Saya ingin sampaikan kejadian di Sampang itu adalah sebuah cermin yang saya kira akan menimbulkan sikap perlawanan. Ketika saksi kita mempertahankan dan mempertanyakan angka yang berbeda, dikeroyok dia ramai-ramai. Bukan kami panas-panasi, tapi kesadaran masyarakat sudah bergerak mengejar siapa yang mengeroyok saksi kita dalam rekapitulasi,” tutur Ferry melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/5/2019).

Selain itu, Ferry juga angkat bicara soal upaya polisi untuk menurunkan baliho ucapan selamat kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang dipasang secara swadaya di Cileungsi, Bogor.

“Apa salahnya ketika masyarakat memasang ucapan selamat di wilayah, mereka modal-modal sendiri, manjat-manjat sendiri, kok ya diturunkan ya?,” tutur Ferry.

Ia menyarankan agar pihak kepolisian lebih fokus untuk mengejar orang yang memanipulasi suara dibanding berusaha keras untuk menurunkan baliho.

“Harapan kami adalah, Pak Polisi kejarlah orang yang memanipulasi suara. Itu lah sesungguhnya musuh negara. Itulah sesungguhnya pengkhianat negara, dan itulah sesungguhnya yang akan menghancurkan NKRI,”tandas Ferry.