Connect with us

pemilu 2019

Fadli Zon Sebut Anak SMA Lebih Mahir dari Tim IT KPU

Published

on

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebutkan siswa SMA lebih pandai dari tim teknologi informasi (IT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat mengoperasikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count.

Fadli pun menyesali Situng dalam sistem real count KPU yang tidak bisa memilah andai data yang tidak valid dimasukkan operator. Hingga mengakibatkan 224 kasus kesalahan input Situng.

Politikus Partai Gerindra itu mencontohkan ada TPS yang memiliki suara hingga ribuan. Padahal KPU membatasi satu TPS maksimal diisi 300 pemilih.

“Tidak boleh ada human error. Kalau kita ini kan sudah canggih, saya kira anak SMA saja sudah jago itu bagaimana aritmatika dan penjumlahan itu salah, kemudian tidak bisa termuat. Harusnya langsung ter-reject, sehingga harus terverifikasi,” ungkap Fadli ketika ditemui usai mengecek server KPU di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Fadli pun meminta KPU melakukan perbaikan secepatnya. Bahkan, kata Fadli, ia mengimbau KPU untuk menghentikan Situng untuk sementara untuk membenahinya.

“Saya kira mestinya dihentikan dulu, perbaiki dulu sistemnya, itu saya kira dalam beberapa hari aja atau seberapa jam aja. Bisa kok, dengan apa membuat yang aneh-aneh gitu ya dengan angka yang fantastis diverifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Ilham Saputra menegaskan kasus salah input data ke Situng yang dilaporkan masyarakat ke pihaknya pun langsung dibereskan.

Ilham mengatakan, persoalan itu khusus Pilpres terjadi pada dua paslon yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin (nomor urut 01) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 02).