Connect with us

Lifestyle

Waspada! Kenali Jenis Dengkuran yang Berbahaya

Published

on

Ilustrasi mendengkur sewaktu tidur

Geosiar.com, Lifestyle – Mendengkur sewaktu tidur bisa dijadikan sebagai tanda bagi tubuh yang kelelahan akibat melakukan kegiatan penuh seharian. Akan tetapi, dengan dengkuran kamu dapat mengetahui kondisi kesehatan seseorang.

Mendengkur akan sangat berbahaya jika disertai dengan sumbatan pada jalan nafas. Hal itu termasuk gangguan tidur yang dapat menyebabkan obstructive sleep apnea (OSA), yang mana aliran udara pernafasan bisa terhenti selama 10-45 detik.

Spesialis Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher, Arina Ikasari Muhtadi mengungkapkan, salah satu gejala OSA adalah dengkuran keras yang terus-menerus terjadi ketika seseorang tidur, sehingga mengakibatkan penderitanya terengah-engah atau megap-megap mencari udara.

Kondisi itu dikarenakan udara yang masuk ke jalan pernapasan terhalang oleh pembengkakan jalan napas. Kemudian, tubuh akan merespons dengan batuk, sehingga membuat penderitanya akan terbangun.

Bagi penderita OSA, disarankan untuk menjalani pengobatan karena jika dibiarkan akan semakin memburuk, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Nah, oleh karena itu kamu yang suka mendengkur sebaiknya mengenali jenis dengkur yang berbahaya.

Indikasi Medis

Arina menyebut bahwa ada dua indikasi dengkuran yang harus diwaspadai, yakni indikasi medis di mana pasien merasakan dengkurannya sudah berbahaya, seperti pada saat tidur ia terbangun lalu terbatuk-batuk.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pernapasan orang tersebut sudah mengalami sumbatan.

“Jadi artinya secara subjektif pasien akan merasa ngoroknya sudah enggak normal,” kata dokter Arina Ikasari Muhtadi.

Indikasi Sosial

Jenis dengkuran kedua merupakan indikasi sosial, di mana pihak yang menyadari dengkuran tersebut bukan orang yang mendengkur melainkan teman tidurnya, seperti suami, istri atau orangtua dengan anak.

“Seorang pasien sering bercerita kepada saya bahwa napas anaknya bisa tiba-tiba berhenti saat lagi tidur, terus batuk. Nah, itu tanda sumbatan sudah terjadi,” lanjut Arina.

Selanjutnya, timbul pertanyaan Bagaimana jika seseorang tidur sendiri? Nah, ternyata ada beberapa gejala yang secara alami bisa diketahui sendiri. Simak Yuk!

1. Gejala mulut kering di pagi hari

Umumnya, penderita akan merasa mulutnya sangat kering dan ingin minum. Hal itu disebabkan dia bernafas melalui mulut selama semalaman. Pada saat mulut terbuka, hidung akan tersumbat dan lidah turun ke belakang.

“Atau pada saat sikat gigi, ada orang yang biasa mendahakkan batuk-batuknya, ya berdarah deh. Itu juga sudah bahaya,” jelas Arina.

2. Gejala amandel pada balita

Kemudian, tanda yang diketahui sebagai penyebab ngorok dan apnea pada anak-anak adalah melalui amandel yang membesar. Jika hal itu terjadi, amandel harus segera diangkat.

Arina menyebut, bagi balita amandel berfungsi sebagai penangkal kuman terdepan, sehingga jika sudah menyumbat maka harus segera diangkat.

“Sebenarnya pada usia lima tahun itulah amandel berfungsi sebagai penangkal kuman terdepan. Sebelum itu, kalau sudah menyumbat, angkat,” ucap Arina.

Jika tanda-tanda di atas sudah terasa atau terlihat, maka ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. “Cari dokter, tanya. Sudah bahaya belum? Tolong diperiksa,” ujar Arina.

3. Gejala yang diperlihatkan oleh tubuh pada siang hari

Selain itu, gejala lainnya dapat dilihat dari performa tubuh pada siang hari. Biasanya, penderita merasakan kantuk yang parah, konsentrasi terganggu, hingga merasa kurang segar, padahal sudah tidur malam hingga delapan jam.

Nah, hal itu bisa menjadi tanda dengkuran sudah tidak sehat. Sebab, tubuh seharusnya segar saat bangun di pagi hari. Ketika yang terjadi malah sebaliknya, mungkin saja oksigen yang masuk ke otak memang tidak mencukupi selama kita tidur.