Connect with us

Sumut

KPU Langkat Catat Sudah 3 Petugas KPPS Meninggal

Published

on

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019

Geosiar.com, Langkat – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) langkat mencatat sampai saat ini sudah tiga orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia akibat kelelahan selama proses penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Sudah tiga orang meninggal dunia hingga sekarang ini,” tutur Komisioner Komisi Pemilihan Umum Langkat Devisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Maghfirah Fitri Manjerang, di Stabat, Jumat (3/5/2019).

Meskipun penghitungan surat suara di tingkat KPPS Kabupaten Langkat telah selesai dilakukan, namun korban meninggal dunia masih tetap dilaporkan ada. Seperti hari ini, Jumat (3/5) seorang petugas KPPS bernama Ibnu Hasyim (68) dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) 9 Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang dilaporkan telah meninggal dunia.

Berdasarkan informasi, Ibnu Hasyim mengalami kelelahan disertai dengan demam serta sesak napas usai proses rekapitulasi suara dilaksanakan di TPS pada Kamis (18/4) lalu. Kemudian, yang bersangkutan segera dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani rawat inap hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit pada hari ini.

“Keluarga sudah mengebumikan di pekuburan muslim yang ada di Kelurahan Pekan Gebang, usai sholat Jumat ini,” lanjut Maghfirah Fitri Manjerang.

Sebelumnya, petugas KPPS TPS 3 Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, Hermagus mamat Siregar (42) juga dilaporkan meninggal dunia setelah menjalankan tugas. Sama dengan Ibnu, faktor kelelahan merupakan penyebab Hermagus meninggal.

Kemudian, petugas KPPS di TPS 23 Kelurahan Kwala Bingei, Kecamatan Stabat juga dilaporkan meninggal dunia karena faktor kelelahan. Sebelum meninggal, dia sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Putri Bidadari.

Sehingga total petugas KPPS meninggal sebanyak tiga orang. Untuk petugas KPPS yang sakit, Maghfirah belum mengetahui secara terinci berapa jumlahnya. Namun, dia mengatakan bahwa ada beberapa petugas yang mengalami keguguran kandungannya karena bekerja hingga larut malam.