Connect with us

Korupsi

KPK Periksa Petinggi Pertamina sebagai Saksi Kasus Suap Bowo Sidik

Published

on

Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil seorang saksi terkait kasus suap Bowo Sidik Pangarso. Kali ini, Vice President Shipping Operation PT Pertamina, Joko Eko Purwanto terseret dalam pemeriksaan KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam keterangan tertulis, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap Joko Eko Purwanto adalah sebagai saksi untuk tersangka Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI (Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti),” tulis Febri Diansyah, Jumat (3/5/2019).

Tak hanya Joko, KPK turut memanggil saksi lain untuk Asty Winasti, yakni Direktur Operasional (DirOps) PT PILOG, Budiarto dan Pegawai PT HTK, Selo P Purnawarnanth.

Seperti diketahui, Anggota Komisi VI DPR non-aktif, Bowo Sidik Pangarso bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung terjerat kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia logistic (PILOG) dengan PT PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

KPK menduga, Bowo menerima sejumlah uang dari PT HTK atas biaya angkut senilai US$ 2 per metric ton. Diduga, ada enam kali penerimaan yang telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp 221 juta dan US$ 85.130.

Selain itu, KPK menemukan uang seilai Rp 8 miliar di perusahaan milik Bowo yakni PT Inersia. Uang tersebut dimasukkan dalam 400 rubu amplop dengan masing-masing berisi pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu.