Connect with us

BMKG

515 KK Pengungsi Desa Berastepu Tuntut Janji Pembayaran Sewa Rumah Tahun 2017

Published

on

foto (edy surbakti) saat warga pengungsi dari desa berastepu melakukan komunikasi dengan pihak pihak terkait yang juga dihadiri oleh pihak BPBD Karo,kecamatan dan unsur pengamanan dari Polres Karo beserta Sat Pol PP kabupaten karo, jumat (3/5/2019) dihalaman taman makam pahlawan kabanjahe

Tanahkaro – Geosiar – Ratusan pengungsi erupsi gunung api sinabung dikabupaten karo turun kejalan, jumat (3/5) sekira pukul 09.00 Wib untuk menuntut janji Pemerintahan Kabupaten (pemkab) Karo terkait sewa rumah yang telah dijanjikan sebesar Rp 4.200,000. per Kepala Keluarga yang seyogianya untuk pembayaran sewa rumah ditahun 2017.

Kordinator dan penanggungjawab Aksi, Norman batunanggar mengatakan ” kami Warga desa beras tepu sebanyak 515 Kepala Keluarga (KK) turun kejalan dan menggelar Aksi ini dikarenakan sudah diterlantarkan dengan janji janji pembayaran dan sangat mengeluhkan rumitnya berkas berkas yang selalu menjadi alasan mereka belum terpenuhi sesuai regulasi praturan yang mengatur.

Lanjutnya lagi, kami berharap dengan adanya aksi ini pemkab karo segera merealisasikan janji pada tanggal 24 september 2018 diaula kantor Bupati Karo untuk tahapan pembayaran yang seharusnya dibayarkan di akhir bulan maret tahun 2019 ini, dan rencana kami ini digelar hingga tuntutan kami dapat diberikan pihak Pemkab karo bersama Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, ujar batunanggar dilokasi aksi tepatnya dihalaman makam pahlawan kabanjahe, jumat (3/5).

Gemuk Sitepu, Kepala desa Berastebu yang hadir turut menjelaskan “kami menuntut agar segera direalisasikan janji yang sudah cukup lama terjadi ini, dan ini untuk pembayaran sewa rumah ditahun 2017, bila tidak direalisasikan hari ini juga, kami dengan jumlah penduduk sebanyak hampir 2000 orang ini tetap bertahan dijalan,tegas kades desa Berastepu.

Ditemui dilokasi Aksi, direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Pemantau Kinerja Pemerintahan Kabupaten Karo, Ikuten sitepu saat diminta menanggapi terkait aksi warga pengungsi yang menuntut janji pemkab dan BPBD Karo mengatakan “dengan adanya aksi sepertini, diharapkan agar pemerintah segera melakukan tindakan cepat dan tepat untuk mengatasi hal ini dan dengan keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat pengungsi, maka pihak BPBD harus turun langsung kemasyarakat untuk menuntun dan mengarahkan agar dapat terpenuhi persyaratan sesuai dengan sebagaimana mestinya.

Seharusnya sebagai instansi pemerintahan terkait yang sudah mejanjikan dan kini dituntut oleh masyarakat pengungsi asal desa berastepu untuk pembayaran sewa rumah ditahun 2017 ini dapatlah segera menyelesaikanya, kita sangat mengapresiasi bila atasnama Pemerintahan tidak mengingkari janji yang telah dilakukan dikantor bupati karo beberapa waktu yang lalu, dan kita juga siap mendampingi masyarakat untuk mendapatkan hak hak yang memang harus didapatkan, ujar Ikuten sitepu.

Nius dari BPBD Karo yang ditemui dilokasi aksi menjelaskan ” kita sudah coba dan tetap akan berupaya untuk membantu dan memberikan pengarahan serta penuntunan kepada para masyarakat untuk memenuhi persyaratan pencairan yang sangat sensitf dengan regulasi regulasi aturan dan peraturan yang ada, serta sebenarnya kami juga tidaklah tinggal diam dalam hal ini, kita berharap hari ini juga dapat terselesaikan permasalahan pemenuhan administrasi yang dibutuhkan untuk dapat dilakukan pencairan untuk sewa rumah yang dituntut saudara saudara kita, ucap pihak BPBD Karo./edy surbakti.

Advertisement

BMKG

Gempa Bumi 4,8 SR Guncang Kaimana

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Papua – Gempa bumi berkekuatan 4,8 skala ricther mengguncang wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Jumat (19/7/2019).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi sekitar pukul 15:16 WIT. Pusat gempa berada di jarak 59 kilometer sebelah barat daya Kaimana dengan kedalaman 10 kilometer.

Belum diketahui pasti data kerusakan akibat guncangan gempa ini. Lokasi gempa berada pada titik koordinat 4.17 lintang selatan , 133.65 bujur timur.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan terus memperbarui informasi seputar gempa bumi melalui website, media sosial, aplikasi mobile resmi BMKG.

Continue Reading

BMKG

Gempa Bali, Ratusan Siswa SMP di Mataram Dievakuasi

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Mataram – Sebanyak ratusan siswa SMPN 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat, dievakuasi ke halaman depan gedung sekolah saat merasakan getaran gempa bermagnitudo 6 yang berpusat di Bali, Selasa (16/7/2019).

Wakil Kepala sekolah, Sujudin mengatakan saat itu sekitar 300 siswa tengah melaksanakan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan melakukan kegiatan baris-berbaris yang dipandu aparat TNI/Polri. .

Sujudin mengatakan saat gempa sebenarnya hanya sebagian SAJA yang merasakan. Tetapi semua guru yang berada di ruangan berhamburan keluar sehingga anak-anak ikut lari.

Kendati demikian, aparat dari TNI/Polri sukses menenangkan siswa dan memutuskan untuk melanjutkan kegiatan di halaman depan sekolah. Pertimbangannya, di sana lebih representatif dan menjadi titik kumpul bencana.

“Kalau di halaman belakang kita khawatir, karena berada di tengah-tengah gedung sekolah berlantai tiga,” jelas Sujudin.

Selang beberapa menit setelah gempa menerpa, lanjutnya, banyak orang tua yang datang ingin melihat kondisi dan menjemput putra/putrinya. Akan tetapi melihat kondisi anak-anak sudah tenang, mereka pun meninggalkan sekolah. Proses kegiatan MPLS berlanjut sampai jadwal yang ditetapkan, yakni pukul 12.30 WITA.

Kondisi yang sama juga terjadi di SMPN 2 dan SMPN 15 Mataram, yakni siswa baru tetap melaksanakan kegiatan MPLS sesuai jadwal, tapi dilaksanakan di luar gedung sekolah.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 mengguncang Barat daya Nusa Dua, Bali, Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 07.18 WIB. Gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Adapun lokasi gempa berada pada koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur atau 83 kilometer barat daya Nusa Dua Bali. Hiposenter gempa ada di kedalaman 68 km.

Continue Reading

BMKG

BMKG: Halmahera Selatan Sering Gempa Karena Kawasan Seismik Aktif dan Kompleks

Published

on

Kondisi dinding rumah dinas Polsek Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara ambruk karena gempa besar berkekuatan 7,2 SR, Minggu (14/7/2019). (Foto: Antara)

Geosiar.com, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang kawasan Halmahera Selatan pada Minggu (14/7/2019) sore. Akibatnya, ribuan warga terpaksa harus mengungsi di tenda darurat lantaran khawatir terjadi gempa susulan. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya ada 40 gempa susulan pasca gempa pertama terjadi.

BMKG mengatakan banyaknya gempa susulan yang terjadi lantaran kawasan Halmahera Selatan merupakan wilayah seismik aktif dan kompleks, sehingga mengakibatkan sering terjadi gempa.

“Aktif artinya kawasan Halmahera Selatan memang sering terjadi gempa yang tecermin dari peta seismisitas regional dengan klaster aktivitas gempanya cukup padat,” jelas Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dikutip dari Antara, Senin (15/7/2019).

Daryono mengatakan ada empat zona seismogenik sumber gempa utama di kawasan tersebut, yakni Halmahera Thrust, Sesar Sorong-Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar Sorong-Bacan. Dia menyebut bahwa Sesar Sorong-Bacan merupakan pemicu gempa.

“Sesar Sorong-Bacan inilah pemicu gempa Halmahera Selatan yang selama ini menyimpan akumulasi medan tegangan kulit bumi yang akhirnya terpatahkan sebagai gempa berkekuatan magnitudo 7,2 pada Minggu sore kemarin,” jelasnya.

Sejauh ini, Daryono menyebut ada tujuh kali gempa kuat yang terjadi di kawasan tersebut, yaitu gempa Pulau Raja pada 7 Oktober 1923 dengan magnitudo 7,4 dan intensitas VIII MMI. Gempa Bacan pada 16 April 1963 bermagnitudo 7,1 skala intensitas VIII MMI, gempa Pulau Damar pada 21 Januari 1985 magnitudo 6,9 intensitas VIII MMI, serta gempa Obi pada 8 Oktober 1994 magnitudo 6,8 intensitas VI-VII MMI.

Kemudian, pada 13 Februari 1995 gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Obi dengan intensitas VIII MMI, serta gempa Labuha yang terjadi pada 20 Februari 2007 dengan kekuatan magnitudo 6,7 intensitas VII MMI. Selanjutnya, gempa terbaru yang terjadi pada Minggu kemarin pukul 16.10 WIB, berkekuatan magnitudo 7,2. Episenter terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT pada kedalaman 10 km.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com