Connect with us

Selebritis

Kriss Hatta Ajukan Eksepsi Atas Dakwaan JPU

Published

on

Kriss Hatta usai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2019).

Geosiar.com, Selebritis – Krisdian Topo Khuhatta yang akrab dipanggil Kriss Hatta kembali menjalani sidang lanjutan kasus pemalsuan dokumen pernikahan dengan Hilda Vitria di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2019).

Agenda sidang lanjutan ini membahas tentang pembacaan nota keberatan alias eksepsi yang diajukan Kriss Hatta terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam eksepsinya, Kriss menyebut bahwa JPU tidak cermat dalam memahami permasalahan yang didakwakan kepada dirinya sehingga berdampak pada ketidaktepatan dalam penentuan pasal hukumannya.

Sebelumnya, JPU menjerat pria 30 tahun itu dengan pasal berlapis yakni, Pasal 264 ayat 2 KUHP, Pasal 266 ayat 1 KUHP, dan Pasal 266 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan surat.

Atas jeratan pasal tersebut melalui kuasa hukumnya, Kriss mengajukan eksepsi yang berisi sebagai berikut:

  1. Uraian perbuatan dakwaan kesatu dan dakwaan kedua dan dakwaan ketiga dalam surat dakwaan ini adalah sama. Surat dakwaan ketiga dan kedua menyalin ulang atau copy paste dari uraian dakwaan kesatu.
  2. Bahwa uraian dakwaan kesatu, kedua dan ketiga dalam surat dakwaan perkara ini adalah sama. Uraian perbuatan dalam dakwaan kedua dan dakwaan ketiga adalah menyalin ulang alias copy paste. Sehingga berdasarkan peraturan menyebabkan batalnya surat dakwaan tersebut karena kabur.
  3. Dakwaan penuntut umum juga tidak cermat. Di mana unsur tindak pidana yang didakwakan dalam dakwaan kesatu, kedua dan ketiga adalah sama. Sedangkan Pasal pidana yang didakwakan berbeda.
  4. Dakwaan jaksa penuntut umum juga error in persona, dikarenakan jaksa penuntut umum mendakwakan terdakwa sebagai pengguna terhadap objek. Sedangkan KUA-nya Jatiasih Bekasi yang menerbitkan buku nikah tidak diproses dengan baik secara hukum. Sehingga terdakwa terkesan menjadi target dari persoalan ini.
  5. Dakwaan jaksa penuntut umum juga error in objecto. Dikarenakan dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum tidak secara tegas menyebutkan terhadap salah satu objek buku nikah yang dijadikan sebagai objek tindak pidana sehingga membuat dakwaan menjadi kabur.

Sebelum persidangan dimulai, Kriss sempat menyapa awak media yang menanyakan kondisi kesehatan dirinya. Kemudian dia mengungkapkan bahwa banyak pelajaran yang dia peroleh selama 20 hari berada dalam balik jeruji besi.

“Alhamdulilah sehat, Pokoknya banyak pelajaran yang saya dapat di dalam penjara,” kata Kriss Hatta.