Connect with us

Nasional

Komoditas Bawang Sumbang Angka di Inflasi April 2019

Published

on

Ilustrasi komoditas bawang ambil andil dalam kenaikan Inflasi April 2019

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi periode April 2019. Sepanjang April lalu, BPS mencatat bahwa terjadi inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan. Sementara secara tahunan, tingkat inflasi pada bulan April sebesar 2,83 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa besaran inflasi itu berdasarkan hasil pemantauan pada 82 kota.

“Selama April perkembangan harga berbagai komoditas secara umum alami kenaikan. Hasil pemantauan di 82 kota terjadi inflasi 0,44%,” tutur Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2018).

Penyebab utama inflasi pada bulan April disebabkan kenaikan harga sejumlah bahan makanan yang mencapai 1,45 persen. Bahan makanan tersebut berasal dari komoditas pangan yang disumbangkan oleh bawang merah dan bawang putih.

“Kenaikan harga bawang merah 22,93% sehingga beri andil 0,13%. Kedua, penyebab utama adalah bawang putih naik 35% harganya andilnya ke inflasi 0,09%. Ketiga cabai merah andilnya 0,07%, telur ayam ras dan tomat sayur andilnya 0,02%,” jelas Suhariyanto.

Suhariyanto mengharapkan, kenaikan harga komoditas pangan perlu diperhatikan agar tak semakin tinggi menjelang dan saat bulan Ramadan. Apabila tidak ada kontrol yang baik dari pemerintah, kata Suhariyanto, maka harga bahan makanan bisa semakin melonjak naik dan pada akhirnya justru menekan konsumsi masyarakat Indonesia.

Selain bahan pangan, komoditas di sektor transportasi juga menyumbang inflasi sebesar 0,28 persen. Rokok filter menyumbang 0,01 persen. Lalu sektor perumahan, air, listrik dan gas mengalami inflasi 0,12 persen dengan andil 0,03 persen.