Connect with us

Nasional

Kerjasama Kementan-SCC Jepang, Indonesia Terima Royalti Rp 5 M dari Benih Tanaman

Published

on

Kepala Balitbang Kementan Fadjry Djufry di Kantor Pusat Sakata Seed Corporation, Yokohama, Jepang. (Foto: dok. Humas Kementan)

Geosiar.com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan Jepang, Sakata Seed Corporation (SCC) berbasis pengembangan tanaman. Hubungan kerja sama disahkan melalui penandatanganan MoU.

Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam mengikuti Joint Developing Program for New Plant Resources dengan Hirata Corporation.

Kepala Balitbang Kementan, Fadjry Djufry mengatakan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan perpanjangan dari kerja sama 5 tahun lalu yang dibuat untuk mengembangkan potensi tanaman hias pacar air (impatient) di Indonesia.

“MoU dengan SSC merupakan perpanjangan MoU hingga 5 tahun ke depan untuk mengembangkan tanaman hias pacar air (impatient),” kata Fadjry Djufry, Rabu (1/5/2015).

Kerja sama ini, kata Fadjry, merupakan kelanjutan dari penemuan varietas baru tanaman pacar air yang resisten terhadap tekanan panas dan kekeringan, yang dinamai sunpatient.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa dengan kerja sama yang telah terjalin selama 10 tahun, Indonesia sudah menerima royalti sebesar Rp 5 miliar.

“Nah, tanaman ini dipasarkan oleh Sakata Seed Corporation ke seluruh dunia dengan pangsa pasar terbesar adalah Amerika Serikat. Selama 10 tahun kerja sama, Indonesia telah memperoleh pembayaran royalti senilai 5 milyar dari setiap penjualan benih (berupa stek) impatient,” imbuh dia.

Tak hanya finansial, manfaat lain yang dapat dirasakan melalui kerja sama ini adalah adanya pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

Selain tanaman impatient, MoU tersebut juga digunakan untuk memperbanyak pengembangan di sektor hortikultura, termasuk tanaman pangan dan tanaman perkebunan yang dikelola oleh unit kerja dalam naungan Balitbangtan.

“Indonesia sebenarnya kaya akan keanekaragaman hayati. Namun, dalam pemanfaatan kekayaan sumberdaya genetik kita masih kekurangan teknologi. Untuk itu, saya berharap bahwa dari kolaborasi ini akan menyediakan transfer teknologi yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk melestarikan dan memanfaatkan sumber daya genetik tanaman,” harapnya.

Di lain pihak, President Sakata Seed Corporation, Hiroshi Sakata menginginkan agar Indonesia terus berusaha untuk melindungi kekayaan plasma nutfah-nya dengan memanfaatkan kerja sama seperti itu.

“Kami menawarkan kerja sama untuk dua komoditas sayuran penting di Indonesia yaitu cabe dan bawang merah. Kami juga menawarkan kerja sama teknologi gen adding yang dikuasai Sakata. Teknologi ini mampu menghasilkan benih hibrida dalam kuantitas yang besar,” tutur Sakata.

Sebagai informasi, Sakata Seed Corporation merupakan salah satu perusahaan benih internasional yang berbasis di Jepang. Perusahaan ini diyakini mampu menjadi pintu peluang dalam pemasaran produk Indonesia ke pasar internasional.

Kesepakatan kerja sama itu bermula dari pertemuan antara Balitbangtan dengan Yasuhide Hiraga dari Hirata Corporation untuk melaksanakan penelitian bersama dengan topik pengembangan berkelanjutan sumber daya nabati baru, di antaranya makanan fungsional, kosmetik, penggunaan toiletry serta farmasi.

Dalam kesempatan itu, Hiraga mengatakan bahwa saat ini Jepang sedang mencari sumber daya baru sebagai upaya melindungi sumber daya genetik di Jepang dalam menghadapi perubahan iklim.

“Namun, ke depan kita perlu upaya untuk mencari sumber daya baru, dan berharap dapat bekerjasama dengan Balitbangtan. Kerjasama ini juga diharapkan untuk melindungi sumber daya genetik di Jepang dalam menghadapi perubahan iklim,” tandas dia.

Mengetahui persoalan itu, Balitbangtan menyambut baik rencana kerja sama dengan pihak SCC dan segera melakukan koordinasi internal untuk membahas usulan tersebut ke tingkat nasional sesuai dengan peraturan perundangan dan kebijakan Nasional serta untuk akses dan benefit sharing sesuai dengan CBD (Convention on Biological Diversity) dan International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture.