Connect with us

Korupsi

Kepergok di Restoran Padang, Ditjen Pemasyarakatan Janjikan Ini ke Setya Novanto

Published

on

Terpidana kasus korupsi E-KTP Setya Novanto

Geosiar.com, Jakarta – Terpidana kasus korupsi E-KTP Setya Novanto kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, dia disebut-sebut terlihat sedang bersantap di sebuah rumah makan Padang sekitar Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019) kemarin.

Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan, Ade Kusmanto tidak membantah jika Setya Novanto tidak berada di Lapas Sukamiskin, Bandung pada Senin kemarin. Dia mengatakan, saat itu Setya Novanto sedang menjalani pengobatan dan rawat inap di RSPAD Gatot Subroto.

“Betul bahwa narapidana Setya Novanto sedang berada di luar Lapas Sukamiskin untuk mendapatkan tindak lanjut perawatan kesehatan di RSPAD,” tutur Ade melalui keterangan tertulis, Senin (29/4/2019).

Meski belum ada informasi lanjutan mengenai pemberitaan itu, Ade menegaskan akan menindak tegas apabila Setya Novanto terbukti menyalahgunakan izin berobat lanjutan yang diberikan untuk kepentingan pribadinya.

“Jika terbukti, harus ditindak tegas. Kan izin diberikan untuk pengobatan,” imbuh Ade.

Ade menyebut, pemberian izin kepada Setya Novanto berdasarkan rujukan dokter Lapas Sukamiskin pada 26 Maret 2019 lalu dan ditandatangani oleh dokter lapas Susi Indrawati dan dokter luar lapas Ridwan Siswanto.

“Dengan diagnosa Arimia, CAD, vertigo, perifier, LBP, DMT2, dan CKD atas rekomendasi dokter lapas Susi Indrawati dan dokter luar lapas Ridwan Siswanto. Pengeluaran dan pengawalan sesuai prosedur dilaksanakan 24 April 2019.” kata Ade dilansir dari Antara, Selasa (29/4/2019).

Izin tersebut diberikan berdasarkan PP Nomor 32 Tahun 1999 Pasal 17 ayat 1 dan 2 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Permasyarakatan.

“Dalam izin disebutkan pelaksanaan pengobatan lanjutan dapat dilaksanakan di RS rujukan pemerintah tetap memperhatikan pengeluaran dan pengawalan sesuai prosedur dan tidak melakukan penyalahgunaan kewenangan,” terang Ade.