Connect with us

Dunia

Masuk DPO Bom Paskah, Aktivis Muslim AS Curhat di Facebook

Published

on

Aparat keamanan Sri Lanka berjalan di antara puing di dalam gereja St Sebastian, Negombo, sebelah utara Kolombo. Gereja ini menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019).(Foto: AFP)

Geosiar.com, Sri Lanka – Seorang aktivis wanita asal Amerika Serikat (AS) mencurahkan isi hati di akun Facebook pribadinya karena telah dituduh sebagai salah satu dari Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait serangkaian serangan bom pada Minggu (21/4/2019) pekan lalu.

Tuduhan itu bermula ketika pihak kepolisian  Sri Lanka menyebar foto enam orang yang dicari terkait serangan bom. Pada DPO tertulis nama Abdul Cader Fathima Khadhiya (ISIS) beserta dengan foto seorang wanita. Namun, foto itu salah memajang wajah si pelaku, malah menampilkan seorang aktivis wanita Muslim.

Merasa dirinya salah dituduh, aktivis Muslim bernama Amara Majeed itu mengeluh lewat akun Facebook-nya.

“Halo, semuanya! Pagi ini, saya salah dituduh oleh pemerintah Sri Lanka sebagai salah satu anggota ISIS yang melakukan serangan Paskah di Sri Lanka,” kata Majeed dalam dinding Facebook-nya.

“Tuduhan ini jelas salah dan sesungguhnya, melihat komunitas Muslim sudah menderita karena pengawasan ketat, saya tidak perlu lagi salah tuduh dan pengawasan ketat.” lanjut dia.

Akibat keluhan itu, pihak Kepolisian Sri Lanka menuai kritikan dari berbagai pihak, terutama sesama aktivis Muslim lainnya, karena telah salah menuduh seseorang. 

Kendati demikian, pihak kepolisian mengakui kesalahannya dengan merilis pernyataan bahwa foto yang mendampingi nama Abdul Cader Fathima Khadhiya itu salah.

“Orang di dalam foto itu tidak dicari untuk dimintai keterangan,” isi pernyataan tertulis juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami serangan bom yang menewaskan sekitar 253 orang sepanjang hari Minggu Paskah lalu. Polisi tengah memburu 140 orang yang diyakini memiliki hubungan dengan kelompok militan ISIS terkait bom beruntun tersebut.