Connect with us

Kriminal

Diduga Selingkuh, Suami di Batubara Bacok Istri hingga Tewas

Published

on

Ilustrasi


Geosiar.com, Batubara – Seorang suami di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) tega membunuh istrinya dengan cara menebas dengan parang hingga tewas. Pelaku mengaku kesal, karena korban diduga telah berselingkuh.

Sekitar pukul 02.30 WIB pada Jumat (26/4/2019), tersangka bernama Zulkifli (54), mulai menganiaya istrinya, Rosmawati (45),  Diketahui korban sempat berteriak meminta tolong sebelum tewas.

“Dia sempat teriak minta tolong. Kami keluar buka pintu, ternyata suaminya sudah pegang parang. Kami tidak berani bantu,” ujar seorang tetangga korban, Sri, kepada awak media di Desa Aras, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara.

Tersangka diketahui sempat menenggak racun dan menyiram bensin di depan pekarangan rumahnya, setelah membunuh istrinya. Namun, dugaan bunuh diri tersebut urung dilakukan dan Zulkifli menyerahkan diri ke Polsek Indrapura.

Polisi yang menemukan tersangka dalam kondisi lemas akibat meminum racun, dan langsung melarikannya ke klinik terdekat. Usai mendapat perawatan medis, dia langsung dibawa ke Mapolsek Indrapura.

“Saya kesal. Karena sebagai suami tidak dihargai. Dia sudah jelas selingkuh, buktinya setiap saya ajak berhubungan, dia selalu menolak,” kata Zulkifli di klinik.

Kriminal

Tanpa Alasan, Ismail Bacok 6 Orang

Published

on

Ilustrasi pembacokan.

Geosiar.com, Selayar – Ismail alias Sumaele (65) warga Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa diamankan polisi atas perbuatannya yang tanpa sebab membacok 6 orang tetangganya dengan menggunakan parang. Beruntung, nyawa korban yang mengalami tindakan keji itu masih tertolong.

“Para korbannya masih di rumah sakit, sedang dirawat intensif karena luka bacok yang serius,” tutur Kasubag Humas Polres Selayar Ipda Hasan dikutip dari detikcom, Jumat (24/1/2020).

Ipda Hasan mengatakan, pelaku pertama kali membacok seorang wanita berinisial DI (37) yang sedang membelah kelapa di halaman rumahnya di wilayah pesisir pantai di Bonto Bakka Desa Nyiur Indah Kecamatan Takabonerate, Selayar, pada Kamis (23/1).

“Kemudin, pelaku juga membacok orang tua DI, yakni NM (57) dan ML (59), dan seorang pria berinisial GA (38) yang mencoba menolong korban,” lanjut Hasan.

Setelah membacok empat orang tersebut, pelaku kemudian berjalan ke arah barat pantai dan membacok dua orang wanita yang sedang berjalan, BE (60) dan HB (51).

“Para korban dibacok dari arah belakang. Ada yang dibacok pada bagian tangannya, lengan, dada, hingga punggung,” ungkap Hasan.

Hingga kini, polisi mengaku masih mendalami motif pelaku melakukan aksi kejinya itu. Meski warga setempat mengatakan bahwa pelaku memiliki gangguan jiwa, polisi tetap akan menyelidiki lebih jauh. Kini, pelaku dan barang bukti sebilah parang sudah diamankan di Mapolsek Takabonerate.

“Motifnya sampai sekarang belum bisa dipastikan. Karena dia (membacok) secara tiba-tiba. Meskipun ada masyarakat yang bilang dia gangguan jiwa, tapi penyidik tidak bisa memberikan statement sebelum ada pemeriksaan ahli, apalagi ini persoalan tindak pidana kan,” tandas Hasan.

Continue Reading

Daerah

Polisi Selidiki Temuan Tengkorak Kepala dalam Kantong Plastik di Bengkulu

Published

on

Petugas gabungan Polres Rejang Lebong, Bengkulu menemukan tengkorak kepala terbungkus kantong plastik saat mencari jasad siswi SMA yang hilang diduga dibunuh. (Foto: Antara)

Geosiar.com, Bengkulu – Polres Rejang Lebong tengah menyelidiki penemuan tengkorak kepala manusia yang terbungkus kantong plastik warna hitam di Sungai Air Merah, Bengkulu, Rabu (22/1/2020). Tengkorak tersebut diduga milik korban pembunuhan berinisial AA, yang kasusnya sedang ditangani polisi.

“Alhamdulillah, tadi petugas kami dibantu stakeholder anggota TNI, Brimob dan warga berhasil menemukan tengkorak kepala korban pembunuhan atas nama Astrid, sekitar pukul 11.30 WIB,” ujar Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustikam dikutip dari Antara, Rabu (22/1/2020).

Dugaan itu diperkuat dengan lokasi ditemukannya tengkorak, Sungai Air Merah yang jaraknya berdekatan dengan lokasi jasad AA dibuang. Tengkorak itu akan diperiksa oleh Tim Forensik Polri untuk memastikan apakah memang milik korban atau bukan.

“Jika benar korban AA, maka tengkorak itu akan diserahkan ke pihak keluarga,” lanjut Kapolres.

Sebagai informasi, polisi telah menetapkan Y sebagai tersangka. Y diduga membuang jasad AA di belakang TPU wilayah RT 04, Kelurahan Airbang, Rejang Lebong. Polisi menduga Y  membunuh AA yang merupakan siswi kelas X SMA Negeri 2 Rejang Lebong, yang dilaporkan hilang sejak 8 November lalu.

Continue Reading

Kriminal

Polisi Belum Tetapkan Status Pria Pemerkosa Anak Angkat yang Direkam Istri

Published

on

Ilustrasi kasus pemerkosaan anak. [Foto: pontas.id]

Geosiar.com, Bima – Hingga kini polisi belum menetapkan status kepada pasangan suami istri (pasutri) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak angkatnya. Kasus ini terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di mana pria berinisial AM diduga memperkosa anak angkatnya yang kemudian direkam oleh istri pelaku, SH.

“Nanti kita akan gelar perkara nanti sore. Anggota sekarang sedang datangi TKP coba dimatangkan dengan mendatangi TKP untuk disesuaikan dengan keterangan yang sudah didapat semua. Setelah kita gelar perkara, status kita tetapkan,” ujar Kapolres Bima, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, dikutip dari detikcom, Sabtu (18/1/2020).

Sejauh ini, kata AKBP Haryo, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Selain pasutri, polisi memeriksa orang tua dan teman dekat korban. Rencananya, hari ini polisi akan mendatangi TKP untuk melengkapi bukti-bukti.

“Gelar perkara awal, tindak pidana ada semua. Kita yakinkan dulu, sore ini kita lihat seperti apa. Kalau pengakuan pasutrinya itu hanya tahun lalu, berarti yang bersangkutan kalau tahun kemarin itu sudah dewasa. Dari situ kita akan ke TKP,” jelasnya.

Sebagai informasi, kasus ini terkuak setelah kakak kandung korban membuat laporan ke Polres Bima Kota. Dalam laporannya, ia mengatakan korban mendapat tindakan tersebut sejak 6 tahun yang lalu atau pada 2014 ketika masih duduk di bangku SMP.

“Karena korbannya mengaku dicabuli saat masih di bawah umur, tapi saat buat laporan usianya sekarang sudah dewasa. Itu yang terus kita dalami. Tunggu saja prosesnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu Hilmi Manossoh Prayugo, Kamis (16/1/2020).

Menurut pengakuan korban, lanjut Hilmi, saat itu ia berumur 15 tahun yang dititipkan orang tuanya untuk tinggal di rumah pasutri tersebut menjelang ujian akhir. Korban dititipkan ke rumah AM karena jarak antara rumah orang tua korban dan sekolah jauh serta harus menyeberangi laut.

Setiap melakukan aksi bejatnya, AM diduga mengancam korban. AM sendiri mengaku sudah lima kali memperkosa korban. Aksi itu dilakukannya di dua tempat, yaitu di salah satu rumah kosong di Desa Kurujanga, Kecamatan Langgudu, dan di rumahnya sendiri yang berlokasi di Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

AM pun membantah terkait tudingan dirinya mulai memperkosa anak angkatnya itu saat masih SMP pada 2014. Mirisnya lagi, AM mengaku bahwa istrinya merekam aksi bejatnya itu.

“Tudingan saya melakukan itu sejak tahun 2014 itu adalah fitnah, hanya di tahun 2019 saja dan soal saya mengancamnya juga tidak benar,” tutur AM di Polres Bima.

Terkait hal ini, istri pelaku, SH, mengatakan alasannya merekam aksi bejat suaminya karena keberatan dengan hubungan tak senonoh itu. Dia pun mengaku mengambil video tersebut tapi tidak menyebarkannya.

“Sebagai istri yang sah, saya keberatan melihat hubungan tak senonoh mereka (suami-anak angkat). Saya hanya mengambil videonya, lupa tanggal berapa. Soal siapa yang menyebarkannya, saya tidak tahu,” ujar SH di Polres Kota Bima.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com