Connect with us

Korupsi

KPK Periksa 3 Pejabat PLN sebagai Saksi Sofyan Basir

Published

on

Ilustrasi Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU)

Geosiar.com, Jakarta – Kasus suap Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir masih terus bergulir. Hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga pejabat PLN untuk menjadi saksi Sofyan Basir, Jumat (26/4/2019).

Ketiga pejabat PLN yang dipanggil oleh KPK adalah Senior Manager Pengadaan IPP II PT PLN Mimin Insani, Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN Wiluyo Kuswidharto, serta Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Ahmad Rofik.

“Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (26/4/2019).

Selain itu, KPK juga memanggil Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Hengky Heru Basudewo.

Sebelum Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka, KPK telah memanggil enam saksi terkait kasus suap tersebut.

Seperti diketahui, Sofyan Basir telah ditetapkan sebagai tersangka suap proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau-1 yang juga melibatkan mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, mantan Menteri Sosial Idrus Marham, dan pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Ketiga orang tersebut sudah terlebih dahulu diproses oleh KPK.

Sofyan diduga memiliki peran penting dalam memuluskan rencana proyek pembangunan PLTU tersebut kepada tersangka lainnya. Berdasarkan penyidikan sementara KPK, Sofyan berperan untuk memerintahkan bawahannya dalam pengawasan kesepakatan proyek PLTU Riau-1 agar cepat direalisasikan.