Connect with us

Korupsi

Ajukan Banding, Vonis Edward Soeryadjaya Diperberat Majelis Hakim

Published

on

Terdakwa kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina, Edward Soeryadjaya

Geosiar.com, Jakarta – Proses hukum kasus korupsi dana pensiun PT Pertamina masih terus bergulir. Vonis hukuman salah satu terdakwa, Edward Soeryadjaya diperberat oleh hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.

Sebelumnya, konglomerat Edward Soeryadjaya divonis 12,5 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada 10 Januari lalu. Dia terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dana pensiun PT Pertamina senilai Rp 612 miliar.

Merasa kurang puas dengan putusan PN, Edward bersama tim penasihat hukumnya, yakni Denny Kailimang dan Yusril Ihza Mahendra, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

Lebih lanjut, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta justru menambah vonis tersebut menjadi 15 tahun penjara. Keputusan itu diketok oleh majelis hakim Elang Prakowo Wibowo dengan anggota M Zubaidi Rahmat dan I Nyoman Adi Juliasa, Reny Halida Ilham Malik, dan Lafat Akbar.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun denda sebesar Rp500.000.000.-(lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan,” kata ketua majelis hakim Elang Prakowo Wibowo.

Majelis hakim tetap berpendapat bahwa Edward terbukti bersalah lantaran mengatur jual-beli saham pada pengelolaan dana pensiun melalui PT Sugih Energy, yang kala itu Edward merupakan pemilik saham terbesar.

Selain itu, sikap Edward yang tetap tidak mengakui kesalahan, serta berbelit-belit dalam pemeriksaan persidangan merupakan alasan hakim memperberat masa kurungannya.