Connect with us

Sumut

Kabar Duka, Bupati Asahan Tutup Usia

Published

on

Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang Meninggal Dunia

Geosiar.com, Asahan – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Asahan. Bupati Asahan H Taufan Gama Simatupang dikabarkan tutup usia karena sakit.

Bupati yang akrab disapa Buya ini sebelumnya sempat keluar masuk rumah sakit. Pria kelahiran Agustus 1963 ini meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit Columbia Medan, Jalan Listrik No.2A, Medan Petisah pada Senin (22/4/2019) malam.

Sementara pihak RS Columbia Asia belum memberikan keterangan terkait meninggalnya Bupati Asahan tersebut. Pihak rumah sakit meminta kepada awak media untuk bertanya langsung kepada pihak keluarga dari bupati

Berdasarkan informasi, almarhum dibawa ke rumah duka di Jalan Mahondang Kisaran.

Menurut pantauan, banyak pejabat yang berkumpul di rumah duka. Tampak hadir Wakil Bupati Asahan H Surya, Sekda Taufik ZA dan sejumlah pejabat lainnya.

“Innalillahi wainailaihi roji’un, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang meninggal,” kata Kadis Kominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar.

Taufan Gama Simatupang merupakan bupati Asahan yang menjabat bersama dengan Surya sebagai wakilnya yang terpilih pada Pilkada serentak 2015 lalu.

Sumut

Sengketa Pileg 2019, Caleg PKB Datangi Kantor Bawaslu Sergai

Published

on

Caleg PKB, Suarjo bersama tim kuasa hukumnya menyerahkan amar putusan PN Sergai kepada Bawaslu Sergai soal sengketa Pemilu 2019. (Foto: Geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai PKB Serdang Bedagai (Sergai), Suarjo bersama tim kuasa hukumnya mendatangi kantor Bawaslu Sergai untuk menyerahkan salinan amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sergai menyoal sengketa pemilihan umum (Pemilu) 2019, Sabtu (20/7/2019) sore, di Sei Rampah.

Suarjo didampingi kedua kuasa hukumnya menyerahkan salinan amar putusan Majelis Hakim PN Sergai Nomor 317/Pid.Sus/2019/PN.SRh terkait sengketa Pemilu 2019.

Kuasa Hukum Suarjo, Syaiful dan Awaluddin secara bergantian menjelaskan, dalam putusan tersebut, terdakwa Muhammad Zaid terbukti melakukan perubahan data DAA1 di 34 TPS yang ada pada 3 Desa, yaitu Silau Rakyat, Simpang Empat dan Sei Rampah), sehingga mengakibatkan suara Caleg PKB nomor urut 5, Sarino bertambah.

“Dampak perbuatan terdakwa, Majelis Hakim berpendapat bahwa fungsi kontrol yang dimiliki KPU Sergai untuk memastikan pemilu berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil belum terpenuhi. Dan untuk itu KPU Sergai patut melakukan suatu tindakan untuk mengembalikan kepada keadaan sebenarnya,” kata Syaiful.

Selain itu, pada 1 Mei 2019, terdakwa dengan Ketua PPK Maris Santoso beserta anggota PPK lainnya telah memberikan keterangan kepada KPU Sergai, telah dicatat dalam inventarisasi masalah bahwa telah terjadi perpindahan suara dari salah satu calon kepada calon lainnya.

“Tetapi fakta di persidangan, KPU Sergai tidak melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah tersebut atau melakukan tindakan menyampaikan kepada publik saat rekapitulasi tingkat kabupaten,” imbuhnya.

KPU, tegas Syaiful, memiliki kewajiban untuk menyampaikan seluruh informasi penyelenggaran pemilu kepada masyarakat. Selain itu, bertugas mengkoordinasi, menyelenggarakan, mengendalikan dan memantau semua tahapan pemilu, namun Syaiful menilai hal tersebut tidak terlaksana di lapangan.

“Tapi kenyatannya banyak yang melenceng,” papar Syaiful.

Dengan demikian, Syaiful mengklaim bahwa kliennya menjadi korban dugaan manipulasi yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Oleh karena itu, dia berharap pihak Bawaslu Sergai bisa menindak lanjuti persoalan tersebut. 

“Untuk itu kepada Bawaslu Sergai yang telah menerima petikan amar putusan ini, agar secepatnya meminta KPU untuk menunda pelantikan terhadap Caleg PKB nomor 5, Sarino sampai kasus ini menjadi jelas dan terang,” pungkas kedua kuasa hukum Suarjo itu.

Menanggapi laporan itu, Ketua Bawaslu Sergai, Agusli Matondang didampingi Komisioner Bawaslu, Syamsul Bahri Tambusai, Sumarno, Abner Sinaga, dan L Suhaimi berjanji akan segera berkoordinasi dengan Bawaslu Sumut.

“Malam ini juga dan secepatnya hasil koordinasi kami akan disampaikan kepada Kuasa Hukum dan KPU Sergai,” ucap Agusli.

Selain itu, Agusli mengaku, pihaknya telah memahami duduk persoalan setelah mendapat penjelasan dari kedua kuasa hukum Suarjo. 

“Kalau dilihat dari kondisi yang lalu juga ada benarnya bahwa beberapa masalah terdapat keanehan,” kata Agusli.(art)

Continue Reading

Sumut

Hubungan Medan dan Bosnia Herzegovina Terus Ditingkatkan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi berharap hubungan Indonesia, khususnya Kota Medan dengan Bosnia-Herzegovina terus ditingkatkan. Dengan demikian sinergitas yang terbangun dapat memberi manfaat dan kontribusi terbaik bagi kemajuan negara masing-masing dan bermuara pada kesejahteraan masyarakatnya.

Harapan itu disampaikan Wakil Wali Kota dalam acara jamuan makan malam dengan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Bosnia-Herzegovina Ny Amelia Achmad Yani di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (19/7/2019).  Seluruh jajaran Pemko Medan menyambut baik kedatangan Dubes beserta rombongan lewat jamuan makan malam yang berlangsung dalam suasan penuh keakraban.

‘’Pertama kami mengucapakan selamat datang kepada untuk seluruh rombongan, khususnya Dubes Ny Amelia Achmad Yani di Kota Medan. Kota yang dijuluki sebagai Tanah Deli di mana masyarakatnya hidup berdampingan dalam bingkai kerukunan meski berbeda suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Kami berharap siapapun yang datang berkunjung ke mari merasa nyaman dan senang,’’ kata Wakil Wali Kota.

Dihadapan Dubes yang juga anak dari Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani tersebut, Wakil Wali Kota selanjutnya menyampaikan secara singkat gambaran mengenai Kota Medan yang terdiri dari 21 kecamatan, 151 kelurahan, 2001 lingkungan dengan luas wilayah mencapai 265,1 km² serta jumlah penduduk tercatat sebanyak 2,4 jiwa dengan arus komuter lebih 500 ribu.  Menjadikan Kota Medan menjadi kota besar ke tiga di Indonesia.

‘’Kota Medan menjadi kota yang memiliki kedudukan, fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama jasa perdagangan dan keuangan. Oleh karenanya, percepatan pembangunan Kota Medan difokuskan pada bidang jasa, industri, perdagangan dan pendidikan. Hal tersebut didukung dari pembangunan infrastruktur baik yang sudah maupun tengah dilakukan Pemko Medan,’’ ungkapnya.

Sementara itu Dubes Indonesia untuk Bosnia-Herzegovina  Ny Amelia Achmad Yani menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemko Medan atas sambutan dan jamuan makan malam yang diberikan tersebut. Senada dengan Wakil Wali Kota, Amelia pun berharap agar hubungan Kota Medan dengan Bosnia-Herzegovina dapat terus terjalin baik dan dipererat lagi melalui hubungan sister city.

‘’Semoga pertemuan dan silaturahmi malam ini dapat terus terjalin dan terjaga dengan baik serta membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan negara dan daerah masing-masing,’’ harap Amelia. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Peran Jaka Dara Dituntut Bangun Mental Generasi Muda Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S  MSi MH  berharap  semua orang dapat merasakan kontribusi positif dari keberadaan penyandang gelar Jaka Dara, terutama dalam pelestarian budaya dan pembangunan mental generasi muda di Kota Medan. Untuk itu Jaka Dara harus terus memperluas ilmu pengetahuan, khususnya terkait kondisi dan karakter, budaya serta potensi Kota Medan.

Harapan ini disampaikan Wali Kota ketika menghadiri Malam Grand Final  Pemilihan Jaka Dara Kota Medan 2019 di Hotel Grand Aston, Jumat (19/7/2019). Event ini digelar Pemko Medan dalam upaya melestarikan budaya bangsa dan daerah. Di samping itu juga sebagai sarana pengembangan bakat, kreatifitas dan kecerdasan para generasi muda kota Medan.

Melalui ajang pemilihan Jaka Dara tersebut, Wali Kota berharap dapat membangun citra budaya yang khas, kearifan lokal serta kepariwisataan di Kota Medan. Dengan demikian menyandang gelar Jaka Dara tentunya akan menjadi  suatu kebanggaan bagi pemenang ajang pemilihan tersebut.

Meski demikian Wali Kota mengingatkan, menyandang gelar Jaka Dara tidak hanya sekedar sebuah kebanggaan namun harus menjadi sebuah tantangan, guna mengasah kemampuan dan ilmu pengetahuan, baik  bidang akademik di sekolah maupun bidang umum lainnya. Dengan demikian penyandang gelar Jaka Dara  merupakan orang-orang pilihan dan berkualitas.

“Gelar yang disandang para Finalis Jaka Dara ini akan semakin berarti jika semua orang dapat merasakan kontribusi positif, terutama dalam hal pelestarian budaya dan pembangunan mental generasi di Kota Medan. Jadi saya minta kepada Jaka Dara tahun 2019 agar dapat memperluas ilmu pengetahuan ,terutama terkait dengan kondisi dan karakter, budaya serta potensi pariwisata di Kota Medan”, kata Wali Kota.

Selanjutnya Walikota berpesan, penyandang gelar Jaka Dara juga harus dapat menjadi pioner dalam membentuk generasi muda agar lebih mencintai budaya daerah serta menjauhi segala bentuk perilaku negatif. Sebab, Jaka Dara mempunyai tanggung jawab dalam mempromosikan dunia wisata dan kebudayaan di Kota Medan, termasuk program-program pembangunan Pemko Medan.

Tidak hanya itu saja tegas Wali Kota, penyandang gelar Jaka Dara juga harus dapat menjadi pioner dalam membentuk generasi muda agar lebih mencintai budaya daerah serta menjauhi segala bentuk perilaku negatif. Sebab, Jaka Dara mempunyai tanggung jawab dalam mempromosikan dunia wisata dan kebudayaan di Kota Medan, termasuk program-program pembangunan Pemko Medan.

Malam Grand Final Jaka Dara berlangsung cukup meriah. Selain Wali Kota, acara juga dihadiri unsur Forkopimda Kota Medan, Asisten Umum sekaligus Plt Kadis Pariwisata  Renward Parapat, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH  diwakili Wakil Ketua IV Yurina Khairul Syahnan serta ratusan pengunjung.

Di malam grand tersebut, final tampil 25 pasang Jaka Dara setelah lulus dari seleksi yang dilakukan panitia. Selanjutnya 25 pasang Jaka Dara itu bersaing dihadapan para dewan juri, salah satunya Putri Indonesia Pariwisata 2018 Wilda Octaviana Situngkir. Setelah dilakukan penilaian, akhirnya terpilih  10 pasang untuk selanjutnya akan bersaing  memperebutkan 4 kategori pemenang yakni Jaka Dara Inteligensia , Jaka Dara Kepribadian, Jaka Dara Persahabatan dan Jaka Dara utama Kota Medan 2019.

Setelah  melewati pertanyaan dewan juri, akhirnya ditetapkan pemenang Jaka Dara Persahabatan Kota Medan 2019  Hanibal Aditya (Jaka) dan Putri Wan Aulia (Dara). Lalu Jaka Dara Kepribadian Kota Medan diraih Kevin Sabila (Jaka) dan Tricory Indahsary (Dara) serta  M Deni Kurniawan Pohan (Jaka) dan  Sarina Gracesela (Dara) sebagai Jaka Dara Intelegensia Kota Medan. Ketiga pasangan mendapatkan tropi beserta hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp.10 juta.

Sedangkan untuk kategoti Jaka Dara Utama Kota Medan 2019 diraih Hutama Hafiz Husein (Jaka) dan Ifani Helen (Dara). Selain trofi, keduanya juga mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp.20 juta. Selanjutnya Wali Kota pun memasangkan tengkulok (topi khas Melayu) kepada Hutama Faiz dan mahkota kepada Ifani Helen disertai tepukan riuh seluruh pengunjung yang hadir. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com