Connect with us

Ekonomi

Jokowi Minta Kementerian dan Lembaga Kurangi Belanja Barang Sebanyak-banyaknya

Published

on

Presiden Jokowi saat memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor (Kompas.com)

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo biasa disapa Jokowi meminta kepada kementerian dan lembaga agar memperbanyak belanja modal dan mengurangi belanja barang.

Perintah tersebut disampaikan Presiden Jokowi ketika memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, pada Selasa (23/4/2019) pagi.

“Kemarin juga sudah kita sampaikan bahwa belanja modal agar diperkuat, agar ditingkatkan. Semua kementerian harus bisa memaksa organisasinya agar penyerapan anggaran betul-betul bisa direalisasikan,” ungkap Jokowi.

Jokowi menambahkan, dalam konteks belanja modal di level provinsi, kabupaten dan kota, masih ada kecenderungan berkutat pada infrastruktur.

Oleh sebab itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini ingin adanya penambahan anggaran di Kementerian PUPR, supaya infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan jalan arteri dapat diwujudkan.

Jokowi juga meminta untuk mengurangi belanja barang sebanyak mungkin. Dia meminta kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk melihat dokumen APBN tahun-tahun sebelumnya dan memilih mana yang cocok untuk memangkas belanja barang.

Ekonomi

Angka Kemiskinan RI Maret 2019 Turun ke 9,41%

Published

on

Ilustrasi Kemiskinan

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka kemiskinan pada Maret 2019 mencapai 9,41% atau turun 0,41% poin dari Maret 2018. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang.

“Kalau dibandingkan September 2018 ada penurunan dari 9,66% ke 9,41% dan jumlah penduduk miskinnya turun,” kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Turunnya angka kemiskinan di Indonesia dikarenakan adanya bantuan sosial dan juga beras rastra. Penurunan kemiskinan ini terjadi baik di desa dan kota.

“Di pedesaan lebih cepat 0,25%, di kota turun 0,20% dari September-Maret 2019,” tambahnya.

Kendati demikian, masih ada disparitas yang tinggi kemiskinan di kota sebesar 6,69% dan di desa 12,85%.

“Ini mengindikasikan mayoritas penduduk miskin ada di desa, pertanian. Sehingga kebijakan spesifik perlu ke desa, maka dana desa implementasinya diharapkan digunakan secara cepat,” tambahnya.

Continue Reading

Ekonomi

Anak Medan Kembali Dapat Penghargaan, Tak Ingin Disebut Jago Kandang

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pengusaha sukses asal Medan Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM kembali menerima penghargaan dari PT Pertamina Patra Niaga. Penghargaan itu diserahkan Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Made Adi Putra diwakili Herry Wiwik di Kantor Pusat PT Pertamina Patra Niaga, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Selasa lalu (9/7/2019).

Hendrik H Sitompul yang saat ini anggota DPRD Medan selaku pemilik PT Cahaya Andhika Tamara dinilai sukses menjalankan usahanya dengan dibuktikan selaku pembayar pajak terbesar di Jakarta Timur. Berkat usahanya yang terus meningkat, kini kembali menerima penghargaan. Tentu sudah terbukti memberikan andil besar demi pembangunan bangsa.

Selaku wakil rakyat di DPRD Medan yang dikenal vokal mengkritisi segala kebijakan demi kepentingan rakyat, Hendrik Sitompul selaku anak Medan tidak mau disebut hanya “jago kandang”.

Hendrik H Sitompul yang saat pencaleg DPR RI dari Partai Demokrat pada 17 April lalu memperoleh urutan ke 2 suara terbanyak di Sumut 1 itu, memiliki prinsip “orang bijak taat pajak” dan berkomitmen berkat usahanya penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) ikut berpartisipasi membangun bangsa dan negara. “Saya memang legislator di tanah kelahiran saya di Medan. Tetapi saya akan terus mengapdi bagi bangsa dan negara sebagai pengusaha di seluruh wilayah Indonesia”, paparnya kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, prinsip dan semboyan hidup, tentu akan memotivasi untuk meraih prestasi. Hendrik Sitompul mengutip semboyan hidupnya dari Albert Einstein yang mengatakan, “Don’t look to become a person of success, look instead to become a person of Value (Cita-cita tidak harus sukses, yang penting berusahalah untuk menjadi orang yang berarti)”.

Setelah 20 tahun menjadi eksekutif di perusahaan nasional dan 9 tahun sebagai pengusaha. Bisnis usaha yang dilakoninya di bidang pemasaran, transporter, dan handling penyaluran Bahan Bakar Minyak yang berpusat di Jakarta.

Dipaparkan Hendrik, hingga saat ini pihaknya telah mempekerjakan sekitar 2000 karyawan dan terbesar di Pulau Sumatera. Terdiri 5 Lokasi Jawa, 6 Lokasi, Kalimantan 4 Lokasi, NTT, NTB Masing2 2 Lokasi.

Ditambahkan Hendrik Sitompul yang mempersunting Ir Rospita Br Marpaung MM ini, tantangan menjadi seorang wiraswasta di luar Pulau Sumatra disebut banyak menyita waktu. Tetapi Hendrik tetap bekerja keras, Hendrik tidak ingin disebut hanya “Jago Kandang” sehingga harus mengembangkan sayap daerah lain. Tetapi Hendrik tidak mau juga disebut sebagai pengusaha nasional.
“Ya, itu tadi, biar tak jago kandang sajalah,” ujarnya penuh gairah.

Kutipan lagu “Anak Medan” pun patut ditujukan buat anak Medan yang sudah menjadi ‘banteng’ (berprestasi, Red) di perantauan yang juga Alumni PPRA 52 Lemhannas RI itu. Pihak PT Pertamina Patra Niaga pun mengapresiasi Pemilik Perusahaan PT Cahaya Andhika Tamara, Hendrik Halomoan Sitompul karena melaksanakan pekerjaan yang baik sebagai mitra kerja. (lamru)

Continue Reading

Ekonomi

Menhub Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT: Tempatnya Netral

Published

on

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto saat menaiki MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). (Foto: detik.com)

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan alasan pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dilakukan di Stasiun MRT Jakarta karena bersifat netral dan dinilai sebagai masa depan bangsa Indonesia.

“Satu tempatnya netral, yang kedua ini visioner menuju ke depan,” tutur Budi Karya di FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Selain itu, Budi Karya menyebut bahwa MRT merupakan salah satu produk transportasi massal terbaru Indonesia yang diharapkan menjadi satu keniscayaan baru bagi Indonesia yang maju.

“Saya membayangkan MRT adalah satu ‘brandmarking’ baru di Indonesia, satu angkutan massal yang baru dan kita akan menjadikan angkutan massal ini menjadi satu keniscayaan baru bagi Indonesia yang maju. Tidak ada macet lagi dan gampang kemana-mana jadi ini satu ‘setting’ yang bagus juga kita punya satu visi untuk maju ke depan,” ungkap Budi.

Alasan lain adalah karena MRT dinilai lebih ‘friendly’ dan merakyat, sehingga pertemuan tersebut menandakan bahwa kedua tokoh politik itu merupakan rakyat biasa.

“Itu menunjukkan keduanya adalah rakyat biasa, itu menunjukkan ke rakyat biasa tidak di singgasana, tapi di tempat rakyat biasa,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga diketahui baru pertama kali ini menjajal MRT. Dia pun mengatakan bahwa dirinya merasa sedang berada di luar negeri saat menaiki MRT.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com