Connect with us

pemilu 2019

Jokowi Kalah Telak di Sumbar, Pakar Politik Unand: Salah Strategi Kampanye

Published

on

Real count KPU, Selasa (23/4/2019) pukul 14.15, Jokowi-Ma'ruf mendapat 13,34% di Sumatera Barat.

Geosiar.com, Jakarta – Kekalahan telak hasil rekapitulasi suara sementara terhadap pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sumatera Barat mendapat sorotan dari pakar politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal.

Berdasarkan real count KPU, Selasa (23/4/2019) pukul 14.15, Jokowi-Ma’ruf hanya mendapat 13,34% suara. Sementara rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berhasil meraih 86,66% suara di Provinsi Sumatera Barat.

Edi Indrizal mengatakan ideologi, sosiologis, kultural hingga psikologis menjadi faktor penentu kalahnya capres petahana di Sumatera Barat.

“Semua faktor tersebut saling terkait satu sama lain sehingga membentuk perilaku kolektif masyarakat dalam memilih,” tutur Edi di Padang dilansir dari Antara, Selasa (23/4/2019).

Menurut Edi, strategi yang digunakan kubu 01 dalam kampanye tidak menjawab persoalan, meski diketahui 12 kepala daerah Sumatera Barat terang-terangan mendukung paslon 01.

“Strategi yang dipakai untuk memenangkan Jokowi oleh tim sukses di Sumbar tidak menjawab persoalan.” lanjutnya.

Senada, Asrinaldi yang juga pakar politik Unand mengatakan falsafah masyarakat Sumbar merupakan variabel kegagalan Jokowi untuk meraup suara.

Menurutnya, mayarakat Sumbar menjujung falsafah ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ atau ABS-SBK. Jika dimaknai falsafah ini berarti ‘religius feeling’.

Falsafah ini, menurut Asrinaldi dalam pandangan masyarakat, tidak sejalan dengan Jokowi yang dikelilingi oleh kelompok multikultur, agama, dan pemikiran. Apalagi, eks Gubernur DKI Jakarta itu sempat diisukan seorang PKI.

“Terutama dari segi agama, walau banyak kebijakan seperti Islam nusantara, [tapi] pemahaman komunisme membuat orang tidak simpati. Rasa antipasti itu yang justru muncul,” kata Asrinaldi dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (22/4/2019).

Rasa antipati untuk memilih Jokowi semakin diperparah denan isu-isu terkait agama dan suku yang dikemas dalam hoaks oleh sekelompok orang yang ditujukan kepada Jokowi.

Sebenarnya, kegagalan Jokowi untuk mendapat suara lebih besar di Pilpres 2019 ini, kata Asrinaldi, sudah terlihat sebelum hari pemungutan suara, yakni ketika animo masyarakat yang menyerukan pergantian presiden semakin meningkat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pemilu 2019

Rekap Suara Nasional Pilpres 2019 di Papua Barat: Selisih Suara 380.265, Siapa Unggul?

Published

on

Pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional Pilpres 2019 untuk Provinsi Papua Barat, hari ini, Sabtu (18/5/2019) di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Hasil rapat pleno itu menyebut, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul atas rivalnya, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf mengantongi 508.997 suara, sementara paslon 02 Prabowo-Sandi mengantongi 128.732 suara. Selisih suara kedua pasangan kandidat itu cukup besar. yakni 380.265 suara.

“Jumlah suara sah sebanyak 637.729 dan suara tidak sah 12.462. Jumlah seluruh suara sah dan tidak sah 650.191,” kata Komisioner KPU Papua Barat, Jotam Senis saat rapat pleno di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019).

Berikut data pemilih pada Pemilu 2019 di Provinsi Papua Barat:

  1. Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 742.291
  2. DPTb (DPT tambahan) sebanyak 7.776
  3. Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 45.350
  4. Daftar pemilih A1, A2, dan A3 sebanyak 795.417

Sementara, jumlah pengguna hak pilih pada Pemilu 2019 di Provinsi Papua Barat:

  1. pengguna hak pilih DPT sebanyak 600.250
  2. pengguna hak pilih DPTb (DPT tambahan) sebanyak 5.920
  3. Pengguna hak pilih DPK sebanyak 44.021

“Jumlah surat suara yang tidak digunakan, tidak terpakai, termasuk sisa cadangan sebanyak 107.603. Surat suara yang digunakan 650.191,” pungkas Komisioner KPU Papua Barat, Jotam Senis.

Continue Reading

pemilu 2019

Polda NTT Kerahkan 600 Personel Amankan Pengumuman KPU

Published

on

Anggota Polisi mengikuti gelar pasukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di area Bogor Nirwana (Tempo.co)

Geosiar.com, NTT – Kepolisian daerah (Polda), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim dan menugasi sebanyak 600 personel Brimob dan Samapta ke Jakarta untuk membantu mengamankan pengumuman hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Sebelumnya kami sudah kirim dua SSK. Sekarang kirim lagi empat SSK,” jelas Kapolda NTT, Inspektur Jenderal Raja Erizman usai melepas empat SSK ke Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Menurut Raja Erizman, pengiriman personel ini sudah melebihi jumlah yang diperkirakan, sehingga seluruh sudut ibu kota diharapkan mampu diamankan.

Dia mengatakan pengiriman personel ini dilakukan karena sedang mencuatnya isu-isu yang berkembang dan gejala yang ada.

“Sehingga pimpinan tidak ingin mengambil risiko yang besar. Jadi perlu disiapkan keamanan yang cukup,” tambahnya.

Tak lupa Raja Erizman mengingatkan kepada seluruh personel yang dikirim agar menjaga profesionalitas dan tidak mudah terprovokasi.

“Ikuti instruksi komando, dan perintah dari personil yang menerim BKO,” pesannya.

Polda NTT sebelumnya sudah mengirim sebanyak 200 personil ke Jakarta untuk membantu amankan jalannya pleno KPU. Ditambah 400 yang dikirim hari ini, maka total personil yang dikirim sebanyak 600 personil dari Brimob dan Samapta.

Continue Reading

pemilu 2019

Tinggal 5 Hari Lagi, KPU Optimis Rekapitulasi Nasional Selesai Tepat Waktu

Published

on

Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Nasional Pemilu 2019 di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (15/5/2019). (Foto: Dok. KPU RI).

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) optimis dapat menyelesaikan rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019 tepat waktu. Setidaknya, tinggal 5 hari lagi bagi KPU untuk bekerja merampungkan rekapitulasi suara nasional.

Optimisme itu disampaikan oleh salah satu Komisioner KPU RI, Ilham Saputra. Dia mengatakan, pihaknya yakin dapat menuntaskan rekapitulasi suara pada tanggal 22 Mei.

“Kami optimistis pada tanggal 22 Mei rekapitulasi suara selesai. Saat ini hanya tunggu beberapa provinsi saja yang belum,” tutur Ilham Saputra di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Sesuai jadwal, rekapitulasi suara nasional berlangsung dari 25 April hingga 22 Mei 2019. Tercatat, sebanyak 27 provinsi yang telah menuntaskan penghitungan suara tingkat provinsi. Sementara, tujuh provinsi lainnya belum selesai merekapitulasi tingkat provinsi.

Ilham mengatakan, kendala yang dialami sejumlah daerah pada provinsi yang belum menyelesaikan rekapitulasi suara sedang dalam penanganan intensif pihak terkait. Sebab, untuk mengadakan pemungutan suara ulang tidak mungkin bisa direalisasikan lantaran keterbatasan waktu.

“Karena waktunya memang tidak cukup lagi untuk pemungutan suara ulang, lebih baik ditangani secara intensif,” papar Ilham.

Sabtu (18/5/2019) siang, KPU RI akan melangsungkan rekapitulasi suara nasional untuk empat provinsi, yakni Papua Barat, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara. Sejauh ini, paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di 16 provinsi. Sementara paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, unggul di 11 provinsi.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com