Connect with us

Nasional

Bupati Mandailing Natal Mundur, Isi Surat Diduga Terkait Pilpres

Published

on

Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution

Geosiar.com, Jakarta – Surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution tengah tersebar lewat pesan percakapan. Dalam surat itu, alasan Dahlan mengundurkan diri diduga lantaran kecewa dengan hasil Pilpres 2019 di Madina.

Surat yang diajukan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri itu diduga terkait kekalahan pasangan Jokowi – Ma’ruf di Madina.

Dikutip dari Tempo, Minggu (21/4/2019), Dahlan memang membenarkan surat pengunduran dirinya itu. Namun ia mengaku sedang sakit hingga dirinya tidak menyebutkan alasan pasti pengunduran dirinya itu.

“Ya benar (surat pengunduran dirinya). Saya lagi sakit ini, maaf ya,” ungkap Dahlan.

Walaupun tidak membeberkan secara jelas, namun isi surat nomor 019.6/1214/TUPIM/2019, menggambarkan penguduran dirinya mengenai hasil Pemilihan Presiden di Kabupaten Mandailing Natal.

Berikut isi lengkap suratnya :

Dengan hormat

Perlu kiranya kami sampaikan kepada Bapak dalam 3 (tiga) tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup siginifikan antara lain Pelabuhan Palimbungan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandara Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawal yang lalu dan lain-lain.

Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan sudah cukup kami berikan kepada semua lapisan baik bersama beberapa putra daerah disertai ulama yang berdomisili di Jakarta/Medan, namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai Pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal.

Perlu kiranya kami tambahkan walaupun kami nantinya tidak menjabat lagi sebagai Bupati, namun kami tetap Setia kepada Bapak dan berjanji siap membantu Bupati sepenuhnya manakala diperlukan.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih. Kami mendoakan kiranya Allah SWT selalu melindungi Bapak dan memberikan kekuatan sehingga mampu mempersembahkan kemajuan untuk Republik Indonesia Amin.

Bupati Mandailing Natal,

(Drs. H. Dahlan Hasan Nasution)

Tembusan Yth:

Bapak Menko Perekonomian RI Jakarta

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Hati-Hati, Kuteks Bisa Sebabkan Kanker Bagi Pekerja Salon Kuku

Published

on

Ilustrasi pekerja salon kuku

Geosiar.com, Lifestyle – Bagi kamu penyuka nail art mesti waspada terhadap bahaya penggunaan kuteks dan nail polish. Sebab, studi baru menemukan bahwa pekerja di salon kuku rentan terkena penyakit kanker.

Penemuan itu dilaporkan oleh Forbes dalam jurnal Environmental Pollution. Disebutkan, para peneliti dari University of Colorado menjadi yang pertama menemukan efek hubungan bahan kimia dengan kesehatan pekerja salon kuku.

Mereka meneliti kadar bahan kimia, yakni senyawa organik volatil (VOC) yang umum ditemukan dalam produk cat kuku. Ternyata, VOC masuk dalam formaldehida.

Formaldehida merupakan karsinogen yang terkenal, digunakan sebagai agen pengeras kuku dan disinfektan untuk alat-alat perawatan kuku.

Senada, ahli epidemiologi dari Universitas Stanford dan Institut Pencegahan Kanker California, Dr Thu Quach menyebut, produk perawatan kuku mengandung racun dan bahan-bahan berpotensi bahaya, seperti toulena, formaldehida (formalin), dan dibutil phthalate yang dikenal sebagai toxic trio.

Dilansir The Daily Mail, Thu menjelaskan, paparan terhadap bahan-bahan kimia itu bisa merusak sistem syaraf, hormon dan dikaitkan dengan penyakit degeneratif, diantaranya kanker dan gangguan kesuburan.

Kendati demikian, para peneliti mencatat bahwa kondisi ini tidak menimbulkan bahaya bagi pelanggan salon kuku. Menurut mereka, kondisi masuknya karsinogen kepada seseorang yang mengakibatkan penyakit kanker bergantung pada berapa lama orang tersebut menghabiskan waktu berada dalam lingkungan yang terpapar.

“Itu tergantung pada berapa banyak waktu yang dihabiskan seseorang berada di lingkungan yang terpapar bahan-bahan kimia tersebut. Berbeda dengan pekerja, pelanggan hanya beberapa waktu saja berada di lingkungan berbahan kimia berbahaya, sedang pekerja berjam-jam dalam sehari. Tidak mengkhawatirkan bagi pelanggan kecuali mereka memiliki alergi tertentu,” kata peneliti Lupita Montoya, dilansir dari Nextshark, Sabtu (18/5/2019).

Continue Reading

Nasional

Andi Arief Sebut Amuk Massa dan People Power Beda Konsep

Published

on

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief

Geosiar.com, Jakarta – Politikus Partai Demokrat, Andi Arief angkat bicara soal rencana pengerahan people power menjelang hari penentuan pemilihan umum (pemilu) pada 22 Mei 2019 mendatang.

Menurut aktivis 1998 itu, people power bukan sebuah kerusuhan maupun amuk massa seperti disebutkan mayoritas orang. Dia menegaskan, amuk massa dan people power adalah dua konsep yang berbeda.

“Amuk massa dan people power dua konsep yang berbeda,” tegas Andi Arief kepada awak media, Sabtu (18/5/2019).

People power, kata Andi, hanya terjadi satu kali dalam sejarah Indonesia, yakni pada November 1998 sewaktu era reformasi. Menurutnya, people power saat era reformasi 1998 bukan merupakan amuk massa melainkan gerakan damai.

“People power itu cuma pernah sekali terjadi di Indonesia, bulan November 1998 saat MPR menolak pertanggungjawaban Habibie. Gerakan damai itu pun akumulasi gerakan sejak 1980-an,” papar Andi.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, jumlah massa saat people power 1988 berjumlah sangat banyak. Dia mengklaim, itu merupakan jumlah terbesar dalam sejarah perpolitikan Indonesia.

“Memang jumlah masanya tidak bisa diperlihatkan oleh drone. Saat itu belum ada. Itulah jumlah masa terbesar dalam peristiwa politik Indonesia,” sambung Andi.

Dengan begitu Andi mengatakan, tak semua kerusuhan yang melibatkan banyak orang dapat disebut dengan people power. Andi menyebut, amuk massa sudah sering terjadi di Indonesia, namun berbeda dengan people power yang menurutnya cuma sekali terjadi di tahun 1998.

“Kalau amuk massa dan social unrest terjadi berkali-kali, 1965, 1974, 1978, 1986, dan mei 1998. People Power itu bukan peristiwa yang gampang terjadi,” tandas Andi.

Continue Reading

Nasional

Waspadai Pupuk dan Pestisida Palsu, Mentan Imbau Petani Konsultasi ke Penyuluh

Published

on

Ilustrasi pupuk dan pestisida palsu

Geosiar.com, Jakarta – Belakangan ini, pupuk dan pestisida palsu marak beredar di beberapa daerah. Hal ini sudah terdengar oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan).

Untuk menghindari pupuk dan pestisida palsu tersebut, Kementan mengimbau agar petani lebih sering berkonsultasi kepada para penyuluh.

Saran itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy. Dia meminta agar petani lebih waspada dalam pemilihan pupuk dan pestisida untuk menghindari gagal panen.

“Meskipun oknumnya sudah ada yang diproses hukum, namun petani perlu waspada terhadap pupuk dan pestisida palsu. Kalau tidak bisa mengalami gagal panen,” kata Sarwo Edhy, Kamis (16/5/2019).

Sarwo Edhy mengatakan, pemberian pupuk dan pestisida palsu akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Sebab, komponen dan komposisi yang terdapat pada pupuk dan pestisida palsu tidak sesuai dengan standar Kementan.

“Dampak dari pestisida tersebut menimbulkan kematian pada tanaman. Dan akhirnya banyak petani mengalami kerugian, contohnya di Brebes,” ujar Sarwo Edhy.

Seperti diketahui, peredaran pupuk dan pestisida palsu terjadi di Brebes beberapa waktu lalu yang mengakibatkan sejumlah petani mengalami gagal panen. Setelah diusut, ternyata oknum penjual produk palsu itu merupakan kasus perorangan dengan membuat ramuan sendiri dan kini sudah ditahan aparat yang berwenang.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com