Connect with us

Pilpres 2019

Wali Kota Medan Tinjau 14 TPS di 3 Kecamatan

Published

on

 

Medan, Geosiar.com – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  MH bersama Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi dan Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahaman meninjau sejumah TPS di Kota Medan, Rabu (17/4/2019). Peninjauan yang dilakukan usai melakukan pencoblosan di di TPS 112 Komplek Citra Wisata, bertujuan untuk melihat sekaligus memastikan pelaksanaan Pemilu 2019 untuk memilih calon legislatif (caleg) maupun calon presiden (capres) dan calon wakil presiden  (cawapres) di Kota Medan berjalan dengan aman dan lancar.

Petinggi pejabat Pemko Medan itu melakukan peninjauan di TPS 001 Jalan KH Zainul Arifin, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia.

Bersamaan itu sekitar pukul 10.00 WIB, Gubsu Edy Rahmayadi bersama sejumlah unsur Forkompimda Sumut dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tiba di lokasi. Kedatangan Gubsu bersama rombongan langsung disambut Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan Sekda yang dilanjutkan dengan peninjauan.

Dalam peninjauan yang dilakukan tersebut, baik Gubsu beserta rombongan maupun Wali Kota sempat bertemu dengan dengan salah seorang pemantau asing yang juga melakukan pemantauan guna melihat proses pemilihan caleg maupun capres dan cawapres di  TPS 1.

Peninjauan yang dilakukan Gubsu beserta rombongan tidak berlangsung lama, selang 15 menit kemudian mereka pun meninggalkan TPS 1 guna melanjutkan peninjauan di TPS lainnya. Sepeninggalan Gubsu dan rombongan, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan Sekda kemudian melanjutkan peninjaun ke TPS 1 Jalan Taruma, Kelurahan Petisah tengah, Kecamatan Medan Petisah.

Setelah itu Wali Kota melanjutkan peninjauan TPS lainnya yang ada di Jalan Taruma, sebab ada 8 TPS yang disediakan untuk menampung warga yang ingin menggunakan hak pilihnya guna memilih caleg maupun capres dan cawapres sesuai pilihan hati. Setelah itu peninjauan dilanjutkan ke 5 TPS lainnya di Kecamatan Medan Baru. Dengan demikian total peninjauan yang dilakukan sebanyak 14 TPS dari 3 kecamatan di Kota Medan.

“Alhamdulillah, sejauh ini pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan lancar.  Di samping itu antusias masyarakat mengikuti Pemilu juga terlihat tinggi. Dari sejumlah TPS yang kita datangi, warga tampak  ramai dan rela antri di TPS menunggu giliran untuk melakukan pencoblosan,” kata Wali Kota. (lamru)

Advertisement

Pilpres 2019

Bertemu Menlu Singapura, Jokowi Raih Ucapan Selamat Menang Pilpres

Published

on

Presiden Jokowi Menerima Kunjungan Menlu Singapura

Geosiar.com, Bogor – Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo atau bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan di Istana Bogor. Dalam pertemuan tersebut, Menlu Vivian mengucapankan selamat kepada Jokowi yang berhasil memenangi Pilpres 2019.

Didampingi oleh Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, pertemuan ini digelar secara tertutup di ruang kerja Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/7/2019).

Setelah pertemuan, Retno mengatakan di awal pembicaraan Vivian menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah bersedia bertemu. Tak lupa Vivian juga menyampaikan selamat kepada Jokowi.

“Menlu Singapura menyampaikan sekali lagi ucapan selamat kepada presiden atas hasil pemilu dan proses pemilu yang sudah berjalan dan sudah ditetapkan oleh MK,” ungkap Retno.

Retno menambahkan, Vivian juga memuji kepemimpinan di Indonesia. Sebagai negara tetangga, Singapura menghargai kepemimpinan Jokowi.

“Menlu Singapura menyampaikan ‘Indonesia shall be congratulated’ dan mereka juga sangat menghargai leadership Indonesia,” ungkapnya.

Pertemuan itu juga membahas soal rencana pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Pertemuan itu dijadwalkan akan dilakukan tahun 2019 ini.

Continue Reading

Pilpres 2019

JK Beri Potongan Tumpeng ke Ma’ruf Amin: Seperti Serah Terima Jabatan

Published

on

Acara halalbihalal Dewan Masjid Indonesia (DMI)

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Presiden (wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) memperkenalkan KH Ma’ruf Amin sebagai penggantinya di depan peserta acara halalbihalal Dewan Masjid Indonesia (DMI). Seperti diketahui, saat ini Ma’ruf menjadi Wapres RI terpilih periode 2019-2024.

“Yang saya hormati KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan juga terpilih sebagai pengganti saya nanti,” ujar JK di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Kemudian JK berbicara soal mulianya tugas DMI untuk mengurus masjid. Apalagi jumlah masjid di Tanah Air sangat banyak, yakni 800 ribu-an atau hampir satu juta. Dirinya selaku Ketua Umum DMI mengimbau kepada jajarannya agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya karena ini adalah ibadah.

“Jadi urusan kita bukan urusan sedikit, bukan urusan remeh-temeh. Maka kita harus benar-benar melaksanakan amal ibadah,” kata JK.

“Bukan mempercantik masjid, tapi meningkatkan ibadah fardlu dengan memperbaiki masjid, sound system, meningkatkan mutu da’i, itulah cara kita beramal,” tambahnya.

Kalla kembali bercana kepada Ma’ruf mengenai statusnya sebagai Wapres RI Terpilih. Mulanya, JK bersama Ma’ruf membuka acara halalbihalal DMI melalui pemukulan bedug dan pemotongan tumpeng.

Saat memberikan potongan tumpeng kepada Ma’ruf, JK mengatakan acara itu bagaikan pra serah terima jabatan Wapres RI. Sontak peserta acara tertawa sambil bertepuk tangan.

“Jadi ini seperti pra-serah terima,” canda JK.

Continue Reading

Pilpres 2019

Isi Pidato Lengkap Visi Indonesia Jokowi: Ada Lima Janji

Published

on

Joko Widodo menyampaikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019) (Kompas.com)

Geosiar.com, Jakarta – Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo atau menyampaikan pidatonya dalam acara Visi Indonesia yang digelar relawan. Jokowi bicara banyak hal mengenai masa depan Indonesia.

Visi Indonesia diadakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019) pukul 20.00 WIB.

Pertama sekali mantan Gubernur DKI Jakarta ini bicara soal dinamika global. Maka dari itu, dia mengimbau agar semuanya meninggalkan pola dan cara lama.

Jokowi juga menyampaikan bahwa ia akan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang telah dimulai. Oleh karenanya, Jokowi ingin menggeser fokus prioritasnya ke pembangunan sumber daya manusia.

Jokowi juga akan fokus pada proses penciptaan iklim investasi yang baik. Bahkan, Jokowi tak enggan untuk memangkas apapun yang menghambat investasi.

Jokowi juga bicara soal peran oposisi yang mulia dalam pemerintahan. Namun, Jokowi tak menginginkan oposisi yang penuh dengan caci maki.

Untuk lebih tahu pendalaman pidato Jokowi, berikut ini akan dipaparkan pidato lengkapnya:

“Assalamualaikum, salam sejahtera. Syalom, om swastiastu.

Bapak ibu, hadirin yang berbahagia. Kita harus menyadari kita harus sadar semuanya bahwa kita hidup dalam lingkungan global yang sangat dinamis. Ciri cirinya yang kita ketahui penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kejutan yang seringkali jauh dari perhitungan kita.

Oleh sebab itu kita harus mencari cara baru, dengan inovasi dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara cara lama, pola pola lama. Baik dalam mengelola organisasi, lembaga, maupun pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat efektif. Yang tidak efisien kita buat efisien. Kita harus menjadi negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing. Kita memiliki tahapan besar, pertama pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan. Infrastruktur yang besar besar sudah kita bangun ke depan akan kita bangun lebih cepat.

Infrastruktur tersebut seperti jalan tol, kereta api, kita sambungkan dengan kawasan industri rakyat, ekonomi khusus, pariwisata. Arahnya harus ke sana, fokusnya harus ke sana.

Bapak ibu yang saya hormati, kita jangan lupa menyambungkan infrastruktur itu dengan kawasan persawahan, perkebunan, perikanan, sambungkan ke sana. Kedua kita akan menggeser pada pembangunan sumber daya manusia, kita ingin prioritas pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) kita.

Pembangunan SDM adalah kunci kita ke depan, dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak anak sekolah kita. Ini kunci emas untuk Indonesia ke depan, itu dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, tugas kita di situ

Kemudian juga kualitas pendidikan akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vokasional training, vokasional school, kita akan membangun manajemen talenta Indonesia. Pemerintah akan memfasilitasi untuk pembangunan talenta Indonesia. Diaspora yang berpotensi tinggi harus kita perhatikan. Kita akan kelola talenta hebat yang bisa membawa Indonesia bersaing.

Kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan kerja. Jangan ada yang alergi terhadap investasi karena dengan cara ini lapangan kerja akan terbuka. Oleh sebab itu yang menghambat investasi, harus dipangkas. Baik itu yang berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya. Hati hati ke depan akan saya pastikan akan saya kejar.

Akan saya kejar, akan saya kontrol akan saya cek dan akan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan kerja seluas luasnya.

Yang keempat sangat sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural agar lembaga kita semakin simpel. Ini juga hati hati kalau pola pikir kalau mindset birokrasi tidak berubah saya pastikan akan saya pangkas.

Tolong ini dicatat karena kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin menjadi kunci birokrasi kita. Akan saya cek sendiri akan saya kontrol sendiri begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya.

Oleh sebab itu untuk menteri-menteri yang berani, kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, sekali lagi kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah saya pastikan akan saya bubarkan.

Bapak ibu dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati, tidak ada lagi pola pikir lama. Kita juga tak ingin ada lagi pola kerja linear, tidak ada lagi kerja-kerja yang rutinitas, tidak ada lagi kerja di zona yang nyaman. Penyakit kita ada di situ, kita harus berubah. Kita harus berubah, sekali lagi kita harus berubah.

Kita harus membangun nilai baru dalam bekerja. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, produktif, kompetitif.

Yang kelima kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN harus memberikan manfaat untuk ekonomi, rakyat, dan kesejahteraan. Namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi besar hanya akan terwujud jika kita bersatu, optimis, percaya diri.

Kita harus ingat negara kita besar dengan 17.000 pulau, kita adalah bhineka tunggal ika, penduduk 267 juta jiwa yang mayoritas produktif. Kita harus optimis menatap ke depan. Harus berani. Kita harus yakin kita bisa jadi salah satu negara terkuat di dunia. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah perangkat utama. Hanya dengan bersatu kita jadi negara kuat.

Ideologi Pancasila adalah satu satunya ideologi bangsa yang setiap warga negara harus jadi bagian darinya. Dalam demokrasi mendukung kandidat mati-matian itu boleh, menjadi oposisi juga sangat mulia. Silakan jadi oposisi asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, kebencian, apalagi disertai hinaan, cacian, makian

Bapak ibu, kita ini memiliki norma-norma agama, memiliki etika ketimuran memiliki budaya yang luhur, kita harus ingat ini. Pancasila adalah rumah kita bersama. Sebangsa setanah air tak ada toleransi sedikitpun bagi yang mengganggu Pancasila.

Yang mempermasalahkan, yang mempermasalahkan Pancasila, tidak ada lagi orang Indonesia yang tak mau berbineka tunggal ika, tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran, tidak menghormati agama lain, ideologi kita adalah Pancasila, rukun itu indah, bersaudara itu indah, bersatu itu juga indah, bersatu itu indah saya yakin kita semua berkomitmen berdemokrasi yang berkeadaban yang menjunjung tinggi martabat Indonesia yang membawa menjadi Indonesia maju adil dan makmur.

Indonesia maju adalah Indonesia yang tidak ada rakyatnya yang tertinggal, rakyatnya memiliki hak yang sama di depan hukum, mampu menjaga bangsa dan negara dalam dunia yang kompetitif.

Bapak ibu sekalian, ini bukanlah tentang aku atau kamu, juga bukan kami atau mereka, bukan soal barat atau timur, bukan selatan atau utara, sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama, jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu.

Terima kasih, wassalamu alaikum warrahmatullah wabarakatu, om santi santi om, namo budaya, semoga Tuhan memberkati kita.”

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com