Connect with us

Dunia

Pasca Kudeta, Mantan Presiden Sudan Segera Dihukum

Published

on

Mantan Presiden Sudan, Omar al-Bashir (Foto: cbsnews)

Geosiar.com, Sudan – Pasca kudeta Presiden Sudan, Omar al-Bashir oleh sekelompok angkatan militer, hingga kini masih belum menemukan titik akhir.

Dilansir dari CNN, keberadaan Bashir pasca kudeta masih menjadi misteri. Namun berdasarkan laporan, Bashir dan dua orang terdekatnya akan segera dihukum.

Selain Bashir, mantan Menteri Dalam Negeri, Abdelrahim Mohamed Hussein dan Ketua Partai Kongres Nasional, Ahmed Haroun juga akan diadili atas tuduhan korupsi dan kematian belasan pengunjuk rasa dalam gelombang demonstrasi sejak akhir 2018.

Bashir dan kedua pejabat tersebut juga disebut sebagai buronan Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. Ketiganya dituduh sebagai dalang atas kejahatan perang dalam konflik di Darfur.

Fungsi pemerintahaan Sudan telah diambil alih oleh Angkatan Bersenjata Sudan yang membentuk Dewan Militer. Namun, kontak senjata masih terjadi antara pasukan pro-Bashir dengan militer Sudan.

Seperti diketahui, Omar al-Bashir telah menguasai Sudan hampir 30 tahun sejak 1989. Gelombang protes masyarakat tumpah untuk menyuruh Bashir turun dari kursi kepemimpinan lantaran kenaikan biaya hidup.

Kemudian, kudeta dilakukan oleh Menteri Pertahanan Awad Ibn Auf, dengan membentuk dewan militer. Dia mengumumkan militer akan mengawasi periode transisi pemerintahan selama dua tahun yang nantinya akan diikuti dengan pemilu.

Sementara, Bashir telah didakwa atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Darfur oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Jurnalis Tertembak, New IRA Minta Maaf

Published

on

Kelompok pemberontakan Irlandia Utara, New IRA (Foto: irishtimes.com)

Geosiar.com, Irlandia – Seorang jurnalis bernama Lyra McKee tewas tertembak ketika sedang meliput kerusuhan di kompleks perumahan Creggan, Londonderry pada pekan lalu. 

Penembakan ini dilakukan oleh kelompok pemberontak Irlandia Utara yakni New Irish Republican Army (New IRA). Mereka mengakui akan bertanggung jawab atas tewasnya McKee.

“Saat kami hendak menyerang musuh, Lyra McKee terbunuh secara tragis saat berdiri di dekat pasukan musuh,” pernyataan New IRA dilansir dari AFP, Selasa (23/4/2019).

New IRA mengatakan tak sengaja telah membunuh McKee. Oleh karenanya, mereka berniat meminta maaf dan bertanggung jawab atas kematian jurnalis berusia 29 tahun itu.

“New IRA meminta maaf kepada kerabat, keluarga dan sahabat Lyra McKee,” sambung pernyataan New IRA.

New IRA menyebut pihak kepolisian yang mendalangi kerusuhan terjadi lantaran menghalangi kelompok tersebut hendak memperingati hari pemberontakan terhadap pemerintah Inggris, Kamis (1/4/2019) lalu.

Pemberontakan itu telah dimulai pada 1916 dengan tujuan membebaskan Irlandia Utara dari kekuasaan Inggris untuk bergabung dengan Republik Irlandia.

Continue Reading

Dunia

Komedian Kalahkan Petahana di Pilpres Ukraina 2019

Published

on

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko (Kanan) menerima kekalahan dalam pemilihan Presiden terhadap saingan komediannya Volodymyr Zelenskiy.

Geosiar.com, Ukraina – Seorang komedian bernama Volodymyr Zelenskiy memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 di Ukraina berdasarkan hasil hitung cepat (exit poll).

Zelenskiy meraup suara lebih dari 70 persen dan otomatis menjadi unggulan pada Pilpres. Tak tanggung, pelawak itu mengalahkan rivalnya yang merupakan petahana, Petro Poroshenko yang hanya mendapat 25 persen suara.

Di hadapan para pendukungnya, pelawak berusia 40 tahun itu berjanji tidak ada pernah mengecewakan mereka. Kendati menjadi unggulan, dia belum mendeklarasikan kemenangannya ke publik. 

“Saya tidak akan pernah mengecewakan Anda,” seru Zelenskiy di hadapan pendukungnya, Minggu (21/4/2019).

“Saya belum resmi menjadi presiden. Tapi sebagai warga Ukraina, saya bisa bilang kepada semua negara bekas Uni Soviet: lihat kami. Segala sesuatunya itu mungkin!” lanjutnya.

Kemenangan pelawak yang pernah memerankan seorang presiden itu mendapat respons dari pakar politikus. Mereka menilai masyarakat Ukraina pendukung Zelenskiy sudah muak dengan permainan politik lama, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme terdorong oleh karisma dan pesan anti-korupsinya.

Sementara, pendukung petahana merasa khawatir akan kepemimpinan Zelenskiy nantinya. Mereka menilai bagaimana seorang yang tak berpengalaman di dunia politik akan menjabat sebagai seorang presiden. Kekhawatiran itupun disampaikan capres petahana dalam akun media sosialnya. 

Poroshenko menulis “Seorang presiden Ukraina yang tak punya pengalaman dapat dengan cepat mengembalikan lingkaran pengaruh Rusia.” Tulisnya dalam cuitan Twitter. 

Namun, Poroshenko telah mengakui kekalahannya dalam pemilihan presiden melawan Zelenzkiy. Kendati demikian, dia menegaskan tidak akan meninggalkan dunia politik. 

Continue Reading

Dunia

Lagi, Bom Meledak di Sri Lanka Saat Akan Dijinakkan

Published

on

Ledakan bom dalam sebuah mobil van di dekat gereja St Anthony, Senin (22/4/2019)

Geosiar,com, Sri Lanka – Bom diberitakan kembali meledak di dekat Gereja St. Anthony, Sri Lanka, Senin (22/4/2019) sore waktu setempat. 

Ledakan bom ini merupakan lanjutan dari serangkaian teror bom yang menghantam sejumlah gereja dan hotel di ibu kota Sri Lanka, Colombo pada Minggu (21/4/2019) kemarin. 

Pihak Kepolisian Sri Lanka mengatakan, bom tersebut meledak dalam sebuah mobil van saat tim gegana (STF) Sri Lanka berupaya untuk menjinakkannya.

“Mobil van meledak ketika tim STF dan angkatan udara mencoba menjinakkan bom,” kata Juru bicara Kepolisian Sri Lanka.

Dilansir dari AFP, ledakan terjadi dalam radius 50 meter dari Gereja St Anthony’s Shrine dalam sebuah mobil yang terparkir. Tidak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut, namun menimbulkan kecemasan pada warga.

Kepanikan warga sekitar gereja St Anthony saat ledakan bom sewaktu dijinakan tim gegana Sri Lanka

Selain itu, aparat keamanan Sri Lanka telah menemukan 87 alat peledak di stasiun bus swasta Bastian Mawatha, Kolombo pada hari yang sama, Senin (22/4/2019).

Sebelumnya diberitakan, teror bom menyerang delapan lokasi terpisah di Colombo dan dua kota lainnya pada Minggu (21/4/2019).

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 08.45 waktu setempat di empat lokasi berbeda, yakni Hotel Shangri-La di pusat Kota Colombo, Hotel Kingsbury, Gereja St Anthony di Kochchikade, dan Gereja Katolik St. Sebastian di Negombo.

Ledakan kelima menghancurkan Hotel The Cinnamon Grand, berselang lima menit dari empat bom sebelumnya. Kemudian, sekitar pukul 09.05, ledakan keenam terjadi di Gereja Katolik Zion Roman di Batticaloa.

Selanjutnya, bom ketujuh meledak di sebuah penginapan, New Tropical Inn sekitar pukul 13.45 waktu setempat. 

Atas serangan ini, sebanyak 290 orang tewas dan 500 lainnya mengalami luka-luka. Pihak kepolisian telah mengamankan 24 orang yang diduga terlibat dalam rangkaian ledakan bom di Sri Lanka. 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com