Connect with us

Nasional

Pahami Surat Suara yang Dihitung Sah dan Tidak Sebelum Mencoblos

Published

on

Ilustrasi Kertas Suara

Geosiar.com, Jakarta – Sebelum menunaikan hak pilih pada pemilu serentak yang berlangsung pada 17 April, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu aturan main soal 5 surat suara untuk memastikan pilihan Anda sah menurut aturan.

Karena, jika tidak mengetahui aturannya, suara yang Anda berikan terancam sia-sia karena dianggap tidak sah kala menyalahi aturan.

Untuk menghindari hal tersebut, marilah untuk merapal kembali berbagai aturan yang berkaitan dengan pencoblosan, supaya dapat menghindari suara hilang akibat tidak sah.

Anda dapat mengetahui surat suara sah dari Pasal 386 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019.

Berikut ini ketentuan suara sah:

  1. Telah ditandatangi ketua KPPS. Pastikan untuk mengeceknya setelah menerima surat suara.
  2. Pada pemilu Presiden dan Wakil Presiden sah apabila dicoblos pada nomor urut, foto, nama salah satu pasangan calon, tanda gambar partai politik, dan/atau tanda gambar gabungan partai politik dalam surat suara.
  3. Pada pemilu anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sah apabila dicoblos pada nomor atau tanda gambar partai politik dan/atau nama calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota pada kolom yang disediakan.
  4. Pada surat suara pemilu anggota DPD sah apabila dicoblos pada satu calon perseorangan.
  5. Tanda coblos bisa dinyatakan sah, baik berjumlah satu atau lebih selama masih dalam kolom atau tepat pada garis satu kolom yang telah disediakan.
  6. Bila ada tanda coblos pada 1 kolom paslon yang tembus secara garis lurus sehingga ada dua atau lebih hasil pencoblosan yang simetris dengan lipatan surat suara, asal tidak mengenai kolom paslon lain, dinyatakan sah.

Selanjutnya surat suara tidak sah bisa diketahui dari Pasal 365 UU Nomor 7 Tahun 2017 dan Pasal 55 PKPU Nomor 3 Tahun 2019.

Berikut hal-hal yang membuat surat suara tidak sah:

  1. Terdapat tulisan atau catatan pada surat suara, selain tanda tangan ketua KPPS. Ingat, pemilu 2019 surat suara harus dicoblos, bukan dicontreng.
  2. Tidak ada tanda tangan ketua KPPS.
  3. Mencoblos calon anggota DPD yang nama dan fotonya tidak tercantum atau dia sudah meninggal dunia dan tak lagi memenuhi syarat sebagai calon.
  4. Dalam hal ketua KPPS menemukan surat suara yang dicoblos tidak menggunakan alat coblos, surat suara tersebut dinyatakan tidak sah. Pastikan Anda memakai paku dan alas yang telah disediakan di bilik suara.

Jadi pastikan Anda mencoblos sesuai aturan, Selamat mencoblos!

Nasional

TGPF Duga Motif Penyerangan Novel, Terkait 6 Kasus Besar

Published

on

Konferensi pers hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).(Foto: KOMPAS)

Geosiar.com, Jakarta – Kasus peyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih menjadi pemberitaan hangat setelah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) menyerahkan hasil investigasi yang dilakukan selama 6 bulan kepada Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, pada 9 Juli lalu.

Dari hasil investigasi tersebut, Juru Bicara TGPF, Nur Kholis menduga penyerangan Novel berhubungan dengan lima kasus besar yang pernah ditangani KPK, dan satu kasus pencurian sarang burung walet di Bengkulu. Sebab, penyidikan semua kasus itu dipimpin langsung oleh Novel Baswedan.

Oleh karena itu, Nur Kholis merekomendasikan agar Kapolri melakukan pendalaman terhadap enam kasus yang dinilai high profil itu.

“TPF merekomendasikan kepada Kepala Polisi Republik Indonesia melakukan pendalaman probabilitas sekurang-kurangnya enam kasus high profil yang ditangani korban. TPF meyakini kasus tersebut menimbulkan serangan balasan,” kata Nur Kholis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Adapun kasus di KPK tersebut, papar Nur Kholis, yakni kasus korupsi e-KTP, kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, kasus suap Sekjen Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman, kasus suap Bupati Buol, dan kasus Wisma Atlet.

“Satu lagi ini kasus yang tidak dalam penanganan KPK, tetapi memiliki potensi. Mungkin tidak berkaitan dengan pekerjaan beliau (Novel sekarang), tetapi tidak menutup kemungkinannya ada yaitu kasus sarang burung walet di Bengkulu,” tambah Nur Kholis.

Sebagai informasi, TGPF Novel Baswedan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, berhasil menemukan fakta bahwa ada tiga orang tidak dikenal yang menjadi terduga sebagai penyerang Novel Baswedan. Namun, tim belum berhasil mengumumkan nama pelaku maupun aktor intelektual penyerangan tersebut.

Continue Reading

Nasional

DPP Gerindra Soal Rapat Internal: Diundur Jadi Jumat

Published

on

Gedung Partai Gerindra di Jalan Harsono RM No. 54, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto: situs resmi Gerindra)

Geosiar.com, Jakarta – Penyelenggaraan rapat internal Dewan Pembina Partai (DPP) Gerindra akan diundur menjadi Jumat, 17 Juli 2019 malam, dari yang semulanya dijadwalkan hari ini, Rabu (17/7/2019). Rencananya, rapat tersebut akan membahas terkait arah politik partai ke depannya.

“Diundur jadi Jumat malam (19/7),” imbuh anggota DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Sufmi menjelaskan, alasan pengunduran waktu tersebut disebabkan banyak anggota DPP Gerindra yang masih berada di luar kota, sehingga tak memungkinkan apabila rapat tetap digelar malam ini.

Sebelumnya, anggota DPP Gerindra lainnya, Habiburohman, menyebut bahwa kemungkinan rapat akan berlangsung di kediaman Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor.

Rencana pelaksanaan rapat internal ini digagasi oleh Prabowo ketika sedang berdiskusi dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, Selasa (16/7), terkait isi pmbicaraan antara Prabowo dengan Presiden Terpilih, Joko Widodo di MRT beberapa hari lalu.

Dilansir dari Antaranews, Amien Rais mengatakan, dalam pertemuan dengan Prabowo itu, Prabowo memastikan bakal menggelar rapat internal Dewan Pembina Partai Gerindra untuk menentukan sikap partai ke depan. Saat itu, Prabowo mengatakan akan menggelar rapat pada Rabu (17/7) malam .

Continue Reading

Nasional

Singapura Tertarik 3 Poin Visi Indonesia Jokowi, Siap Kerja Sama

Published

on

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakhrisnan di Istana Bogor, Rabu (17/7/2019). (Foto: Kompas)

Geosiar.com, Jakarta – Pemerintah Singapura menyatakan ketertarikan atas 3 poin ‘Visi Indonesia’ yang dipaparkan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi ketika Menlu Singapura, Vivian Balakhrisnan berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor.

Kunjungan tersebut juga disambut oleh Presiden Jokowi. Mendengar 3 poin visi itu, Singapura menyatakan komitmennya untuk bisa menjalin kerja sama dengan Indonesia.

“Nah, pesannya yang dikirim dari Singapura melalui menlunya juga adalah bahwa Singapura ingin melakukan kerja sama yang lebih kuat dengan Indonesia, Indonesia yang stabil, yang aman sangat diapresiasi sehingga kerja sama antara Singapura dan Indonesia tidak terhambat,” tutur Retno LP Marsudi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/7/2019).

Singapura, jelas Retno, merupakan negara investor asing yang paling banyak menjalin hubungan kerja sama dengan Indonesia. Dari 5 visi Jokowi, kata Retno, ada 3 visi yang langsung membuat mereka tertarik, yakni infrastruktur, investasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Banyak sekali kerja sama yang kita lakukan. Tadi presiden juga berdiskusi mengenai visi yang disampaikan pada tanggal 14 Juli kemarin. Dari 5 visi itu, paling tidak 3 visi langsung dapat diconnect, dikerjasamakan yaitu pertama mengenai infrastruktur, yang kedua mengenai masalah investasi dan ketiga mengenai pengembangan SDM,” jelasnya.

Lebih lanjut, Retno mencontohkan hubungan kerja sama yang ingin dilakukan Singapura terkait visi SDM, yakni terfokus pada sekolah vokasi politeknik yang saat ini sudah mulai berjalan dan akan ditingkatkan.

Seperti diketahui, Jokowi menyampaikan pidato dan visi dalam acara Visi Indonesia di Gedung SICC, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (14/7/2019) lalu. Ada lima poin utama terkait visi Indonesia ke depan yang disampaikan Jokowi, yakni soal dinamika global, melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, penciptaan iklim investasi, serta peran oposisi.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com