Connect with us

Politik

KPU Imbau WNI yang Nyoblos di Luar Negeri Tak Bisa Nyoblos di Dalam Negeri Lagi

Published

on

Komisioner KPU Viryan Azis

Geosiar.com, Jakarta – Pemungutan suara Pemilihian umum (pemilu) 2019 di sejumlah negara ternyata diikuti dengan begitu antusias oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di luar negeri. Baik yang sedang bekerja disana maupun yang sedang traveling atau melancong.

Mereka turut serta dalam antrean WNI yang sudah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)/pemilih pindahan dengan bermodalkan paspor.

Di Osaka, Jepang misalnya, para pemilih dengan paspor yang disebut Daftar Pemilih Khusus (DPK) ribut dengan pemilih yang sudah terdata dalam DPT.

Padahal pemilih yang DPK dan pemilih dalam DPTb cuma diizinkan mencoblos di satu jam terakhir. Sementara untuk pemilih yang sedang traveling diluar negeri, KPU pernah mengingatkan agar WNI yang sudah terdata di DPT dalam negeri, tidak mencoblos lagi di luar negeri.

Selain itu, muncul lagi masalah lain, pemilih yang sudah mencoblos di luar negeri, ditakutkan akan mencoblos lagi di dalam negeri karena sudah pulang liburan. Salah satunya kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mencoblos di Osaka, dengan status pindah memilih dari Jakarta.

“Kalau Anda pakai sistem seperti ini, bagaimana kalau ada orang besok pulang ke Jakarta dan menggunakan hak pilihnya di Jakarta atau tempat lain?” ujar Ahok dalam video yang beredar saat memprotes PPLN.

Komisioner KPU Viryan Aziz merespon masalah ini, ia menyebut WNI yang sedang berada di luar negeri memang bisa mencoblos dengan paspor walupun sudah terdata dalam DPT dalam negeri.

Viryan pun memastikan tidak akan didapati pemilih yang sudah mencoblos diluar negeri, mencoblos lagi di Indonesia, karena ada ancaman pidana.

“Lagi pula data mereka akan dicoret karena sudah mencoblos,” ujarnya.