Connect with us

Nasional

Bahas Isu Kesejahteraan Sosial, ‘Dewi-Dedi’ Jadi Andalan Jokowi-Ma’ruf

Published

on

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam Debat Pilpres 2019

Geosiar.com, Jakarta – Salah satu tema dalam debat pamungkas Pilpres 2019 membahas mengenai kesejahteraan sosial. Mengenai isu ini, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperkenalkan istilah ‘Dewi dan Dedi’ dalam debat tersebut.

“Kami juga akan menciptakan namanya itu Dewi Dewi dan Dedi Dedi,” tutur Ma’ruf dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Sabtu (13/4/2019).

Kemudian, Ma’ruf menjelaskan istilah tersebut, ‘Dewi’ merupakan singkatan dari desa wisata, sedangkan Dedi adalah desa digital. Kedua istilah ini ditujukan sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat.

“Dewi itu apa namanya, desa wisata dan desa digital,” lanjut Ma’ruf.

Berbeda dengan paslon 01, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut, partisipasi perempuan sangat penting dalam menentukan kesejahteraan hidup bangsa dan negara.

“Mau tidak mau karena mereka sangat menentukan kehidupan sosial politik bangsa Indonesia,” jelas Prabowo.

Senada, Sandiaga Uno menyatakan bahwa dua pertiga perempuan Indonesia mulai memiliki usaha, baik di rumah maupun usaha mikro kecil menengah, menginginkan kebijakan yang lebih berpihak untuk bisa mendapatkan akses pelatihan pendampingan dan permodalan.

Dilain pihak, Ma’ruf mengatakan bahwa pemerintah saat ini sudah mendukung usaha yang dikelola perempuan seperti kredit usaha mikro dan juga bank wakaf mikro yang ada di pesantren.

“Saya tahu persis bahwasanya nasabahnya 100 persen perempuan. Dan ini adalah upaya pemberian bahkan sudah ibu-ibu merasa tertolong, dan mereka merasa bangga. Oleh karena itu upaya-upaya ini akan terus dibangun, dan kami kembangkan juga di desa-desa. Kami juga akan menciptakan namanya itu Dewi Dewi dan Dedi Dedi. Dewi itu apa namanya desa wisata dan desa digital,” jelas Ma’ruf.

Selanjutnya, Jokowi melengkapi ucapan Ma’ruf, menyampaikan bahwa pihaknya juga membuat program Mekar dari PNM yang Sudah berjalan selama 4 tahun dengan nasabah sebanyak 4,2 juta orang. Masyarakat yang menjadi target utama program ini adalah pedagang asongan pedagang bakso pedagang mi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Demonstran Desak Bawaslu Nyatakan Pemilu 2019 Curang

Published

on

Aksi Tolak Pemilu Curang di depan Gedung Bawaslu (Kumparan)

Geosiar.com, Jakarta – Kumpulan demonstran yang mengaku berasal dari beberapa elemen mengadakan aksi di depan gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI. Aksi tersebut dilakukan agar Bawaslu menyatakan pemilu serentak 2019 sebagai pemilu curang.

“Menurut kami, pemilu ini sudah curang. Kalau kecurangan cuma 1 sampai 2 TPS, kalau ini pemilu curang. Jadi dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pasca,” ungkap koordinator aksi, Jumhur Hidayat, di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Jumhur mengatakan, gerombolan masyarakat yang datang bersamanya telah membawa sejumlah barang bukti kecurangan pemilu. Ia bahkan menyebut jumlahnya terlalu banyak. Aksi ini merupakan bentuk permintaan audiensi kepada Bawaslu, untuk menyelesaikan masalah ini bersama.

Jumhur mengaku bahwa aksi ini murni berasal dari masyarakat. Mereka mengaku bukan mewakili pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ataupun Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Walaupun begitu nampak beberapa simpatisan yang mengenakan kaus beratribut Prabowo-Sandi dalam aksi tersebut.

“Saya enggak ada urusan BPN, ini gabungan rakyat, kita undang men of honours, atau person of honours pendukung 01-02 yang merasa terhormat dan berjuang untuk demokrasi, bersama-sama, kita melawan,” jelas Jumhur.

Dalam aksi tersebut, hadir pula eks ketua Presidium Alumni 212 yang dikenal akrab dengan Prabowo, yaitu ustaz Ansufri Sambo, dan beberapa alumni UI yang mengenakan jaket kampus warna kuning.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, yang seharusnya pukul 10.00 WIB, namun hujan sempat mengguyur.

Continue Reading

Nasional

Pemilu Serentak Banyak Makan Korban, JK Angkat Bicara

Published

on

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Geosiar.com, Jakarta – Pemilu serentak 2019 membuahkan tangisan. Petugas yang meninggal dunia akibat kelelahan selama mengawal pemilu terus bertambah di berbagai daerah. Hingga saat ini, jumlah yang meninggal sudah mencapai 139 petugas. Terdiri atas petugas KPPS, Panitia pengawas pemilu dan anggota kepolisian.

Salah satu contoh di Provinsi Sulawesi Utara. Sebanyak lima petugas KPPS meninggal dunia pascapemilu. Yanti Sandala, petugas KPPS di Desa Kawangkoan Baru, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara meninggal saat bertugas lebih dari 24 jam.

Menurut informasi, sejak Rabu hingga Kamis pagi, Yanti sudah mengeluh pusing. Akan tetapii dirinya tetap bekerja untuk menyelesaikan tanggung jawabnya. Pembuluh darah Yanti pecah hingga nyawanya tidak dapat tertolong.

Atas peristiwa ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara mengenai banyaknya korban akibat pemilu serentak ini. JK menilai penyelenggaraan pemilihan umum secara serentak 2019, sangat perlu ditinjau ulang.

JK berpesan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali meninjau ulang UU Pemilu itu dan merevisinya. Dirinya yakin jika itu dilakukan tak akan ada korban jiwa dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) karena kelelahan. “DPR harus memutuskan.”

Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap supaya pemilu mendatang tidak lagi dilakukan serentak. Tetapi alangkah baiknya dilakukan secara terpisah antara pileg dengan pilpres, sehingga beban panitia juga tidak terlalu berat.

Continue Reading

BMKG

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pulau Morotai Maluku Utara

Published

on

Ilustrasi Gempa Bumi

Geosiar.com, Maluku – Desa Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) dilanda gempa bumi bermagnitudo 5,2.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya mengatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG, Rabu (24/4/2019).

Gempa terjadi pada pukul 09.17 WIB. Gempa berada di 31 km arah barat lau Daruba, Malut dengan koordinat 2.29 LU – 128.15 BT. Kedalaman gempa 100 km.

Belum ditemukan laporan lebih lanjut tentang dampak gempa. Belum diketahui juga ada atau tidaknya korban akibat gempa ini.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com