Connect with us

Sumut

Dua Ribuan Pendukung Prabowo-Sandi Ikuti Konvoi di Rantauprapat

Published

on

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno daerah Kabupaten Labuhanbatu menggelar kampanye terbuka dan konvoi kendaraan di Rantauprapat (Antaranews)

Geosiar.com, Sumut – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno daerah Kabupaten Labuhanbatu mengadakan konvoi kendaraan dan aksi deklarasi damai di Kota Rantauprapat, Kamis (11/4/2019) siang.

Turut meramaikan konvoi tersebut dari partai pengusung Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, PKS dan Berkarya. Kegiatan ini bertemakan ‘kita tunjukan bahwa kita ada”‘ dengan menampilkan Ketua BPN Sumut, Gus Irawan Pasaribu.

Kegiatan ini diikuti dua ribuan pendukung paslon 02 yang berkumpul di Asrama Haji, Rantauprapat menuju panggung orasi politik lesehan di Lapangan Ika Bina, Rantauprapat dengan pengawalan dari personel Polres Labuhanbatu.

Meskipun cuaca awan pada saat itu sedang mendung selama perjalanan konvoi di Jalan, Sisingamangaraja, Jend Sudirman hingga MH Thamrin, namun semangat untuk meneriakan Prabowo-Sandi semakin bertambah.

Dalam panggung orasi politik lesehan itu, masing-masing ketua partai pendukung membangkitkan pilihan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di daerah. Walaupun lama kelamaan hujan gerimis mengguyur, namun tetap menambah semangat kampanye terbuka yang berjalan aman dan tertib itu.

Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pendukung yang telah hadir dalam kampanye tersebut.

Gus mengaku tidak menyangka antusias masyarakat dalam pesta demokrasi ini begitu besar walaupun cuaca tidak mendukung. Pihaknya akan selalu merealisasi janji politik yang disampaikan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk masyarakat adil dan makmur.

Misalnya menurunkan harga tarif daftar listrik selama 100 masa kerja, sembako murah, perluasan lapangan kerja hingga peningkatan keamanan dan ketertiban didalam maupun diluar negeri.

Sumut

JPU Tuntut 6 Anggota DPRD Sumut 4 Tahun Penjara

Published

on

Geosiar. com, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memvonis enam mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tuntutan ini diberikan lantaran mereka terbukti menerima uang suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Keenam legislator Sumut yang menjabat pada periode 2009-2014, yakni Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, dan Syahrial Harahap.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung dan Syahrial Harahap terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

“Menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan,” lanjutnya.

Adapun tuntutan itu berdasarkan dakwaan kedua pasal 12 huruf b UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebagai informasi, uang suap itu digunakan untuk empat kegiatan, yakni:

1. Pengesahan APBD Provinsi Sumut tahun anggaran (TA) 2012.

2. Pengesahan APBD Perubahan Sumut TA 2013. Saat itu, Wakil Ketua DPRD Sumut, Kamaluddin Harahap kembali meminta “uang ketok” sebesar Rp2,55 miliar.

3. Pengesahan APBD Sumut TA 2014. Pembagiannya melalui bendahara dewan yaitu Muhammad Alinafiah, seakan anggota DPRD Sumut sedang mengambil gaji dan honor lain setiap bulannya.

4. Pengesahan APBD Perubahan Sumut TA 2014 dan 2015. Untuk pengesahan kedua APBD itu, anggota dewan meminta Rp200 juta per anggota. Permintaan itu disanggupi dan akan diberikan setelah rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Sumut TA 2015 disetujui DPRD Sumut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keenam terdakwa menerima suap dengan nilai nominal berbeda-beda. Tercatat, Tonnies Sianturi menerima Rp 865 juta, Tohonan Silalahi menerima Rp 772 juta.

Kemudian, Murni Elieser Verawaty Munthe menerima Rp 527 juta. Dermawan Sembiring menerima Rp 577 juta. Sementara, Arlene Manurung menerima Rp 477 juta, dan Syahrial Harahap menerima Rp 477 juta.

Continue Reading

Sumut

Polisi Ringkus Komplotan Begal di Medan

Published

on

Polisi berhasil menangkap komplotan begal di Kota Medan

Geosiar.com, Medan – Pihak kepolisian berhasil menangkap komplotan begal di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang berulang kali meresahkan warga. Para pelaku dinilai begal sadis karena tak segan-segan melukai korbannya.

Kasus tersebut terungkap usai para pelaku membegal seorang ibu rumah tangga di Jalan Perkebunan Belawan Medan. Komplotan begal itu yakni, Ipan Ardiansyah alias Gopal (24) M Ferdiansyah alias Popay (17) dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21).

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Harianto mengatakan, para pelaku adalah komplotan tidak jarang beraksi dan meresahkan warga.

“Para pelaku ini merupakan komplotan begal sadis dan licin,” ungkap Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol M.Arifin, Selasa (16/7/2019).

Penangkapan ini berawal saat petugas berhasil menangkap salah satu pelaku yang dianggap sebagai pimpinan komplotan begal, yakni Gopal. Dia diringkus di tempat persembunyiannya di Medan Deli pada Senin (15/7/2019) lalu.

Dari pengakuan tersangka Gopal, petugas juga menangkap dua rekannya yang terlibat dalam aksi perampokan terhadap korban, Indah Kristiani.

Tiap kali menjalankan aksinya, para pelaku tidak segan-segan melukai korban jika melakukan perlawanan. Tak hanya itu, mereka juga bisa beraksi lebih dari satu kali dalam sehari.

“Dari catatan polisi, dalam sepekan komplotan ini sudah melakukan aksi pembegalan sebanyak lima kali di sejumlah wilayah,” ungkapnya.

Continue Reading

Sumut

Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Septor di Tebing Tinggi

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com,  Tebing Tinggi – Seorang pejalan kaki bernama Usman (51), warga Dusun Pematang Terap Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai di tabrak sepeda motor (septor), Selasa (16/7/2019) sekira pukul 08.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP. Enda I Tarigan melalui Kanit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi Aiptu. K. Napitupulu saat dikonfirmasi geosiar.com membenarkan adanya kecelakaan antara sepeda motor Honda Supra X BK.2698 NF kontra pejalan kaki, di Jalan Tebing Tinggi-Bandar Khalifah. Tepatnya di depan Mushola As Solihin Km 17 Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai.

Akibatnya, 1 orang pejalan kaki itu mengalami luka berat dan dibawa ke RS Bhayangkara. Sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia.

Lanjut Kanit, pengemudi septor bernama Roy Napitupulu (20) seorang mahasiswa, warga Dusun Mangga Dua Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, mengalami luka ringan.

“Adapun kronologis kejadian bermula sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas pengendara sepeda motor honda melaju dengan kecepatan tinggi datang dari arah Tebing Tinggi menuju arah Bandar Khalifah. Sesampainya di TKP pengemudi terperogok seorang pejalan kaki yang menyeberang usai turun dari sepeda motor temannya dari arah Tebing Tinggi menuju Bandar Khalifah,” jelasnya.

Untuk barang bukti sudah diamankan 1 unit sepeda motor Honda Supra X BK 2698 NF di Mako Unit laka lantas Polres Tebing Tinggi dan kerugian material diperkirakan sebesar Rp.300.000.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com