Connect with us

Lifestyle

Benarkah Hanya Kelelahan yang Buat Kita Ngiler Saat Tidur?

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Lifestyle – Sebagian besar orang menganggap ngiler saat tidur terjadi karena tubuh sedang kelelahan. Tetapi sebenarnya ada beberapa hal umum yang menjadi penyebab ngiler saat tidur, seperti alergi, radang amandel, atau infeksi sinus.

Sebenarnya, ngiler saat tidur adalah hal yang wajar dan sangat normal. Mulut manusia akan terus memproduksi air liur atau saliva, bahkan saat kita tidur sekalipun. Nah, penyebab ngiler saat tidur biasanya karena mulut yang terbuka ketika itu.

Otot-otot tubuh akan rileks ketika sedang tertidur. Otot area mulut pun juga sama, sehingga mungkin saja saat tertidur dalam posisi mulut yang terbuka. Mulut terbuka saat tidur juga biasanya dikarenakan tubuh ingin mendapatkan lebih banyak oksigen, sehingga dengan otomatis Anda bernapas dari mulut.

Air liur yang terus-terusan diproduksi tersebut tidak bisa tertelan semua karena kondisi yang sedang tertidur, pada akhirnya air liur mengalami penumpukkan di mulut dan malah keluar, alias mengiler.

Jadi apakah lelah adalah penyebab ngiler saat tidur?

Sebenarnya, kelelahan bukan menjadi penyebab utama ngiler saat tidur. Lagi-lagi, ngiler saat tidur adalah hal yang wajar terjadi, bahkan pada Anda yang tidak kelelahan sekali pun.

Namun, orang yang kelelahan memang lebih sering mengalami hal ini. Pasalnya, kelelahan bisa menandakan bahwa Anda sedang stres, depresi, atau bahkan akibat kekurangan tidur selama ini. Nyatanya, berbagai kondisi tersebut yang memicu ngiler saat tidur.

Sejumlah ahli juga mengatakan bahwa jika kelelahan bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut dengan teror tidur. Jadi salah satu gejala teror tidur adalah ngiler saat tidur.

Lifestyle

Suka Angka 4? Begini Kepribadianmu

Published

on

Ilustrasi angka 4

Geosiar.com, Lifestyle – Masing-masing orang pasti memiliki satu angka favorit, meskipun tidak pernah disadari. Entah itu merupakan angka tanggal kelahiran atau angka yang sering membawanya dalam keberuntungan, serta alasan lain.

Para numerologis mengatakan angka mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan, tapi tak melulu soal hitungan. Mereka percaya bahwa ada hubungan misterius yang erat antara angka dengan kejadian-kejadian yang ada dalam kehidupan, salah satunya terkait dengan kepirbadian seseorang.

Misalnya saja angka 4, Numerologis Felicia Bender dan Kari Samuels, seperti dikutip dari Apartment Therapy, mengatakan karakter penyuka angka 4 merupakan seorang yang disiplin, terstruktur dan bertanggung jawab.

Berbeda, menurut numerologis Felicia Bender, penyuka angka 4 adalah sosok yang suka berpetualang. Mereka tidak terlalu menyukai hal statis. Selain itu, pecinta angka 4 tak terlalu meyukai perubahan konvensional yang sebenarnya justru memberikan banyak kesempatan untuk berkembang atau mendapatkan hal yang lebih baik.

Kesimpulannya, orang yang menjadikan angka 4 sebagai angka favorit adalah tipe yang bijak, menyukai perubahan sekaligus stabilitias. Mereka selalu berfilosofi seperti keseimbangan ‘Yin dan Yang’. Keinginan untuk bisa saling melengkapi, bukannya bertentangan, sebab mereka yakin setiap orang membutuhkan keseimbangan dalam hidup.

Orang-orang yang menyukai angka empat termasuk ke dalam orang-orang yang stabil, mudah fokus dalam menjalani berbagai hal, dan serius. Kejujuran menjadi sesuatu yang teramat penting bagi hidupnya. Ia adalah seseorang yang dapat diandalkan dan mampu memahami setiap ide-ide abstrak yang muncul dalam pikirannya.

Dalam pengertian numerologi sendiri, angka empat melambangkan keselamatan dan keamanan rumah. Jadi apabila angka rumah adalah empat, itu merupakan pertanda baik. Dalam kehidupan rumah tangga, angka empat diyakini bisa membawa aura stabilitas, serta prinsip dasar dan kepercayaan yang kuat.

Jadi seperti itulah karakter penyuka angka 4. Selain suka petualangan, mereka juga bisa menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Continue Reading

Lifestyle

Kenali Manfaat Cranberry untuk Kecantikan Kulit, Bisa Bikin Glowing

Published

on

Buah Cranberry.

Geosiar.com, Lifestyle – Tahukah kamu jika mengonsumsi buah cranberry memiliki segudang manfaat untuk memperbaiki kondisi kulit? Tak hanya dikonsumsi, kini buah cranberry sudah banyak diaplikasikan dalam produk skincare.

Mengaplikasikan produk skincare yang mengandung buah cranberry bisa mencerahkan kulit wajah serta memberi perlindungan antipenuaan. Lantas apa saja sih kandungan cranberry yang mampu mempercantik dan menyehatkan kulit?

Dilansir dari StyleCaster, cranberry kaya akan vitamin A yang memiliki kekuatan antiinflamasi serta antimikroba, hingga mampu memerangi masalah jerawat. Selain itu, buah berwarna merah ini mengandung lebih banyak antioksidan ketimbang brokoli dan bayam.

Tak hanya itu, buah yang berasal dari bagian utara Amerika Serikat ini juga kaya akan vitamin C, E, serta vitamin K yang mampu mencegah efek radikal bebas, mengatasi kulit kusam, juga menyamarkan bekas jerawat.

Kabar baiknya lagi, cranberry mengandung esensial fatty acid yang ampuh melembapkan kulit, berbeda dengan vitamin C dan retinol yang memiliki efek samping kering dan iritasi jika digunakan ke kulit.

Blodsky melaporkan ada 4 manfaat utama buah cranberry untuk kesehatan kulit. Apa saja? Simak Yuk!

Kulit yang bercahaya alias glowing

Mengonsumsi atau memakai skincare berbasis Cranberry sangat ampuh membantu pertumbuhan sel-sel kulit baru yang lebih sehat. Selain itu, buah ini berguna dalam melawan kerusakan kulit akibat radikal bebas. Seperti diketahui, sel-sel kulit mati dan radikal bisa membuat kulit terlihat kusam dan suram. Nah, Cranberry bisa membantu mencerahkan kulit sehingga terlihat glowing.

Mengobati dan mencegah jerawat

Buah ini memiliki anti-inflamasi dan anti-jamur sehingga membantu melawan jerawat dan menghilangkan noda di wajah. Kandungan vitamin C dalam Cranberry sangat ampuh melawan kerusakan akibat radikal bebas dan membersihkan kulit.

Mengencangkan kulit

Kandungan vitamin A dan C pada buah cranberry dapat membantu peningkatan produksi kolagen, yakni protein yang membantu menjaga elastisitas kulit. Kolagen ini memastikan bahwa kulit tidak menjadi kendor dan tetap kencang sehingga membuat kulit terlihat awet muda.

Mencegah penuaan dan garis halus

Cranberry memiliki sifat antioksidan yang membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan membantu mengurangi garis-garis halus dan kerutan pada wajah serta membuatnya tampak muda. Selain itu, Cranberry juga mengandung antibakteri yang membantu menjaga bakteri dan infeksi. Menerapkan jus cranberry di wajah bisa membersihkan kulit dan membuatnya sehat.

Continue Reading

Lifestyle

Peneliti OBGYN Ungkap Usia Ideal Wanita untuk Hamil

Published

on

Celine Evangelista saat mengandung anak ketiga. (Foto: istimewa)

Geosiar.com, Lifestyle – Semua kaum perempuan pasti mendambakan bisa mengandung dan melahirkan. Lantas, banyak yang bertanya terkait usia produktif wanita untuk bisa hamil tanpa menimbulkan resiko tinggi.

Melansir dari Fimela.com, kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan menjadi seorang ibu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan mental, kesiapan finansial, hingga kesiapan membangun keluarga itu sendiri.

Menurut peneliti dari American College of Obstetricians and Gynaecologists, dilansir dari timesofindia.indiatimes.com, seorang perempuan lahir dengan membawa satu hingga dua juta sel telur sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, potensi kehamilan tertinggi bagi seorang perempuan adalah selama masih memiliki siklus haid. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur itu juga akan mengalami penurunan.

Perlu dicatat, tingkat kesuburan perempuan akan menurun pada usia 32 tahun. Proses penurunan kesuburan ini akan semakin cepat hingga mencapai usia 37 tahun.

Lantas, pada usia berapa seorang perempuan dikatakan ideal untuk hamil? Penasaran, berikut penjelasannya!

Hamil di akhir usia 20-an

Akhir usia 20-an bisa menjadi waktu terbaik atau ideal bagi perempuan untuk hamil karena dianggap sudah cukup dewasa untuk memiliki anak.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Human Reproduction mengungkap bahwa perempuan di akhir usia 30-an memiliki peluang 50% lebih sedikit untuk bisa hamil pada masa ovulasi dibandingkan perempuan di awal usia 20-an.

Senada, dr Ardiansjah Dara Syahruddin, Sp.OG, menyebut usia ideal untuk hamil bagi wanita adalah 20 hingga 35 tahun karena secara reproduksi dianggap sudah siap.

“Usia ideal secara reproduktif adalah 20-35 tahun. Walaupun bisa saja lebih mudah daripada itu, seperti 18 tahun. Dari segi organ reproduksi memang bagus tapi secara mental belum siap,” tutur dokter Dara, sapaan akrabnya, saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Hamil di awal usia 30-an

Hamil di awal usia 30-an juga masih memungkinkan untuk hamil, tapi ingat jangan sampai di atas 35 tahun. Sebab, resiko kehamilan seperti preeklamsia, gestational diabetes, dan kelahiran prematur lebih tinggi.

Meski rata-rata wanita di atas usia 35 tahun telah memiliki kondisi kejiwaan dan finansial yang mapan, kondisi fisik mereka umumnya kurang memungkinkan untuk mengandung. Bahkan risiko melahirkan bayi dengan down syndrome juga meningkat.

Kendati demikian, perempuan yang hamil pada usia 30-an masih layak untuk bisa hamil asal harus disertai dengan dukungan medis yang artinya harus sering mengontrol kondisi kesehatan semasa kehamilan.

Selain itu, peneliti mengungkap ada suatu kelebihan tersendiri dari kehamilan di usia 30-an, yakni anak yang dilahirkan berpeluang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik ketimbang anak yang dilahirkan oleh ibu yang usianya masih lebih muda.

Dukungan kondisi finansial yang stabil dan pendidikan yang tinggi pada perempuan juga membantu mendidik anak menjadi lebih cerdas.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com