Connect with us

Daerah

Kecelakaan Bus di Malaysia, Jenazah TKI Asal Sei Rampah Tiba di Rumah Duka

Published

on

Jenazah TKI Asal Rampah Ayu (22) saat tiba di rumah duka, Kamis (11/4/2019)

Geosiar.com, Serdang Bedagai – Jenazah TKI Asal Rampah,  Ayu (22) yang menjadi korban kecelakaan bus karyawan di KLIA, Sepang, Malaysia pada Minggu (7/4/2019) kemarin, telah tiba di rumah duka berlokasi di Dusun IV Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (11/4/2019) sekira pukul 11.20 WIB.

Kedatangan jenazah Ayu (22) diselimuti derai air mata sanak kelurga dan masyarakat sekitar yang telah berkumpul di rumah duka sejak pagi tadi. Ayu merupakan anak ke-3 dari pasangan Zulkarnain (46) dan Erna (45) yang seorang karyawan kontrak di Kargo Malaysia Airlines, Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Berdasarkan pantauan media, Jenazah Ayu dibawa menggunakan ambulance yang diiringi sebanyak tujuh mobil. Rumah duka yang telah dipadati oleh pelayat sejak pagi, menghambat proses penurunan jenazah dari ambulance menuju ke dalam rumah.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Ayu langsung di bawa ke Masjid Jamik untuk disholatkan. Proses pemakaman akan dilakukan hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim, Dusun IV Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.

Sebelumnya diketahui, setidaknya ada empat warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam kecelakaan bus tersebut. Kecelakaan itu terjadi lantaran bus diduga salah berbelok, sehingga menyebabkan hilang kendali dan kemudian terjun ke selokan. (art)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Dijamin Bupati Karo, PDAM Tirtamalem Tetap Tak Mampu Bayar Tunggakan Dan Gaji Karyawan

Published

on

Geosiar – Kabanjahe – Pasca diberhentikanya Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabanjahe, Arvino Hamsyari ST tertanggal 27 Maret 2019, kini tunggakan pembayaran listrik yang menurut informasi sebelumnya telah dijamin oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH yang seyogianya akan dibayarkan pada tanggal 12 April 2019 ataupun sebelum Pemilu ternyata hingga saat ini belum juga mampu dibayarkan oleh pelaksana tugas (Plt) Direktur PDAM Tirtamalem Willem Prangin angin, kamis (18/4/2019).

Selain itu juga, ternyata puluhan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabupaten Karo belum menerima Upah ataupun gaji selama lima bulan terakhir bekerja dikarenakan PDAM Tirtamalem tidak memiliki saldo ataupun uang yang cukup untuk memenuhi pembayaran tunggakan Pembayaran Pasokan Listrik sekira Rp.400.000.000,00 juta lebih ditambah gaji puluhan karyawan selama lima bulan terakhir bekerja.

Saat awak media geosiar menyambangi kantor PDAM Tirtamalem di kota Kabanjahe dan mempertanyakan keberadaan Plt Direktur PDAM Tirtamalem Willem Prangin angin dan Keberadaan Pembantu Plt Tirtamalem Jonara Tarigan untuk dikonfirmasi secara langsung, namun sayang awak media hanya dapat menemui dua orang karyawan bersama Kasub keuangan PDAM Tirtamalem, Naksir Purba.

Saat dipertanyakan apakah pihak PDAM Tirtamalem sudah membayar tunggakan Pembayaran listrik dan tunggakan gaji karyawan, Naksir Purba mengaku dan menjelaskan bahwa Plt Direktur dan Pembantu Plt Direktur PDAM Tirtamalem sedang berada dikantor Bupati Karo dalam rangka membicarakan tunggakan pembayaran listrik beserta tunggakan pembayaran gaji karyawan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Karo.

lanjutnya lagi, benar tunggakan listrik kurang lebih Rp.400 juta dan gaji puluhan karyawan hingga kini belumlah dapat dibayarkan, namun untuk pembayaran pemakain listrik selain tunggakan sudah dibayarkan, ujar Naksir sembari meninggalkan ruang kerjanya dikarenakan adanya keperluan terkait tugasnya.

Menurut penuturan Sumitro Sitepu, karyawan yang juga turut dimintai keterangan tentang belum dibayarkan puluhan gaji karyawan selama lima bulan terakhir juga mengakui kebenaranya dengan mengatakan ” benar gaji kami belum dibayar selama lima bulan bang.

Pernyataan Sumitro tersebut juga diamini karyawan lainya, Peron Purba
mengatakan “gimanalah gaji kami bisa dibayarkan, saldo pemasukan masih kosong direkening perusahaan, kami sebenarnya sangat berharap agar dapat segera menerima gaji yang tertunda untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, ujarnya bernada datar./Edy surbakti

Continue Reading

BMKG

Gempa Bumi 5,1 SR Kembali Guncang Sabang

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Aceh – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 Skala Richter (SR) mengguncang Sabang, Aceh. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 10.50 WIB, Kamis (11/4/2019).

Titik koordinat gempa berada di 7,60 Lintang Utara-94,46 Bujur Timur, 212 km barat laut Kota Sabang, Aceh. Gempa ada di kedalaman 77 km.

Namun belum diketahui ada-tidaknya dampak akibat gempa ini.

Continue Reading

Daerah

Tak Ada Komputer untuk UNBK, Siswa Aceh Numpang di Sekolah Tetangga

Published

on

Ilustrasi UNBK

Geosiar.com, Aceh – Ombudsman Aceh menemukan beberapa sekolah SMA/SMK di Aceh yang tidak memiliki komputer. Bahkan siswa-siswi disekolah tersebut melangsungkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan menumpang di sekolah lain.

“Ada sekolah yang belum ada komputernya. Sekolah-sekolah tersebut terletak agak sedikit di pedalaman. Sehingga para siswa-siswi peserta ujian harus numpang UNBK ke sekolah lain,” ungkap Kepala Ombudsman Aceh Dr Taqwaddin, Kamis (4/4/2019).

Ombudsman melakukan pengamatan eksternal UNBK di salah satu sekolah di Aceh Jaya pada Senin (1/4/2019) lalu. Taqwaddin mengatakan bahwa hal serupa juga terjadi di sejumlah sekolah di daerah pedalaman Aceh.

“Kami yakin masih banyak sekolah yang seperti itu, bukan di Aceh Jaya saja, sehingga kesannya kebijakan ini seperti dipaksakan,” tambah Taqwaddin.

Tak hanya fasilitas sekolah yang tidak memadai, Ombudsman Aceh juga mendapati sejumlah pejabat yang dinilai melanggar aturan karena masuk ke ruang ujian. Padahal di luar ruang ujian sudah ditertilis jelas larangan masuk ke ruangan saat siswa sedang mengikuti ujian.

Selain itu, pihak Ombudsman juga melakukan pengawasan ke sekolah berkebutuhan khusus. Salah satunya adalah Sekolah Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Aceh.

Di sekolah tersebut UN masih diadakan secara manual yaitu pengisian jawaban tertulis dengan menggunakan pensil 2B. Hal tersebut dikarenakan keadaan para peserta ujian.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com