Connect with us

Sumut

Hendrik Sitompul Gelar Sosialisasi Perda, Desak Pemko Serius Kelola Sampah

Published

on

DPRD Medan, Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM Gelar Sosialisasi Perda (Geosiar.com)

Geosiar.com, Medan – DPRD Medan mendesak Pemko Medan untuk memperhatikan secara serius proses pengelolaan persampahan di sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara.

Hal tersebut juga termasuk dalam upaya penerbitan Peraturan Walikota (Perwal), sebagai upaya tindakkan hukum terhadap para pelaku pembuang sampah sembarangan.

Penegasan ini disampaikan oleh anggota DPRD Medan Drs. Hendrik Halomoan Sitompul,  MM, di sela-sela sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah, di Jalan Bantam, Petisah Hulu Kota Medan, kemarin

Hal tersebut dimaksudkan permasalahan sampah tidak boleh lagi dianggap ringan. Apalagi masyarakat di kalangan rumah tangga menjadi pencipta sampah terbesar. Bahkan sebagian besar keluarga membuang sampahnya disembarang tempat.  

Menurut Hendrik, penilaian kawasan terkotor dari Kementerian Lingkungan Hidup baru-baru ini kepada Kota Medan, cukuplah menjadi cambuk bagi Pemko Medan agar lebih serius lagi dalam mengatasinya.

Melalui sosialisasi Perda ini, anggota Komisi C DPRD Medan itu mengajak masyarakat untuk turut mengelola sampah dengan baik agar nantinya hadir bank sampah yang siap menjadikan sampah sebagai bagian sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu perwakilan masyarakat yang hadir, Manihuruk warga Simalingkar selaku pemungut sampah meminta agar disediakan sepeda motor untuk mengangkut sampah.

Hal senada juga disampaikan Juardi Ginting yang menyebutkan banyak masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya. Untuk itu,  dirinya meminta agar diberikan bantuan bagi karang taruna kendaraan untuk membersihkan sampah.

Sementara P. Sihombing mengaku bahwa dirinya sudah sangat bosan dengan masalah sampah. Banyak masyarakat membuang sampah ke sungai.

“Perda sudah dibuat tapi tidak dilaksanakan. Yang disesalkan Pemda tidak pernah turun ke Perumnas Simalingkar,” keluhnya Sihombing.

M. Hutabarat warga Medan Labuhan serta P. Surbakti warga Helvetia menyampaikan agar Pemko Medan memberikan bantuan subsidi bak sampah. Karena dengan adanya wadah pembuangan yang tepat, akan mampu menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan rasa kecewanya terhadap petugas pengangkutan sampah yang ada selama ini. Karena dalam pelaksanaan di lapangan, pengutipan  sampah sering terlambat yakni baru dilakukan dalam jangka waktu seminggu sekali. Seharusnya sampah-sampah itu minimal dua hari sekali sudah diangkut ke TPA.

“Jadi jangan hanya sekadar menjalankan wajib retribusi sampah (WRS) bagi rumah tangga, namun sampahnya jarang diangkut,” katanya.

Penyerahan cendramata berupa seminar kit kepada peserta yang hadir

Mendengar keluhan warga tersebut, politisi Partai Demokrat ini menyebutkan akan menyampaikan keluhan masyarakat soal sampah ke Pemko Medan agar ditindaklanjuti. Dikatakannya, tahun 2019 penanganan sampah telah dikelola Dinas kebersihan dan Pertamanan (DKP), agar Kota Medan menjadi bersih lagi. (X1)

Sumut

JPU Tuntut 6 Anggota DPRD Sumut 4 Tahun Penjara

Published

on

Geosiar. com, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memvonis enam mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tuntutan ini diberikan lantaran mereka terbukti menerima uang suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Keenam legislator Sumut yang menjabat pada periode 2009-2014, yakni Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, dan Syahrial Harahap.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung dan Syahrial Harahap terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

“Menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan,” lanjutnya.

Adapun tuntutan itu berdasarkan dakwaan kedua pasal 12 huruf b UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebagai informasi, uang suap itu digunakan untuk empat kegiatan, yakni:

1. Pengesahan APBD Provinsi Sumut tahun anggaran (TA) 2012.

2. Pengesahan APBD Perubahan Sumut TA 2013. Saat itu, Wakil Ketua DPRD Sumut, Kamaluddin Harahap kembali meminta “uang ketok” sebesar Rp2,55 miliar.

3. Pengesahan APBD Sumut TA 2014. Pembagiannya melalui bendahara dewan yaitu Muhammad Alinafiah, seakan anggota DPRD Sumut sedang mengambil gaji dan honor lain setiap bulannya.

4. Pengesahan APBD Perubahan Sumut TA 2014 dan 2015. Untuk pengesahan kedua APBD itu, anggota dewan meminta Rp200 juta per anggota. Permintaan itu disanggupi dan akan diberikan setelah rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Sumut TA 2015 disetujui DPRD Sumut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keenam terdakwa menerima suap dengan nilai nominal berbeda-beda. Tercatat, Tonnies Sianturi menerima Rp 865 juta, Tohonan Silalahi menerima Rp 772 juta.

Kemudian, Murni Elieser Verawaty Munthe menerima Rp 527 juta. Dermawan Sembiring menerima Rp 577 juta. Sementara, Arlene Manurung menerima Rp 477 juta, dan Syahrial Harahap menerima Rp 477 juta.

Continue Reading

Sumut

Polisi Ringkus Komplotan Begal di Medan

Published

on

Polisi berhasil menangkap komplotan begal di Kota Medan

Geosiar.com, Medan – Pihak kepolisian berhasil menangkap komplotan begal di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang berulang kali meresahkan warga. Para pelaku dinilai begal sadis karena tak segan-segan melukai korbannya.

Kasus tersebut terungkap usai para pelaku membegal seorang ibu rumah tangga di Jalan Perkebunan Belawan Medan. Komplotan begal itu yakni, Ipan Ardiansyah alias Gopal (24) M Ferdiansyah alias Popay (17) dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21).

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Harianto mengatakan, para pelaku adalah komplotan tidak jarang beraksi dan meresahkan warga.

“Para pelaku ini merupakan komplotan begal sadis dan licin,” ungkap Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol M.Arifin, Selasa (16/7/2019).

Penangkapan ini berawal saat petugas berhasil menangkap salah satu pelaku yang dianggap sebagai pimpinan komplotan begal, yakni Gopal. Dia diringkus di tempat persembunyiannya di Medan Deli pada Senin (15/7/2019) lalu.

Dari pengakuan tersangka Gopal, petugas juga menangkap dua rekannya yang terlibat dalam aksi perampokan terhadap korban, Indah Kristiani.

Tiap kali menjalankan aksinya, para pelaku tidak segan-segan melukai korban jika melakukan perlawanan. Tak hanya itu, mereka juga bisa beraksi lebih dari satu kali dalam sehari.

“Dari catatan polisi, dalam sepekan komplotan ini sudah melakukan aksi pembegalan sebanyak lima kali di sejumlah wilayah,” ungkapnya.

Continue Reading

Sumut

Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Septor di Tebing Tinggi

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com,  Tebing Tinggi – Seorang pejalan kaki bernama Usman (51), warga Dusun Pematang Terap Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai di tabrak sepeda motor (septor), Selasa (16/7/2019) sekira pukul 08.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP. Enda I Tarigan melalui Kanit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi Aiptu. K. Napitupulu saat dikonfirmasi geosiar.com membenarkan adanya kecelakaan antara sepeda motor Honda Supra X BK.2698 NF kontra pejalan kaki, di Jalan Tebing Tinggi-Bandar Khalifah. Tepatnya di depan Mushola As Solihin Km 17 Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai.

Akibatnya, 1 orang pejalan kaki itu mengalami luka berat dan dibawa ke RS Bhayangkara. Sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia.

Lanjut Kanit, pengemudi septor bernama Roy Napitupulu (20) seorang mahasiswa, warga Dusun Mangga Dua Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, mengalami luka ringan.

“Adapun kronologis kejadian bermula sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas pengendara sepeda motor honda melaju dengan kecepatan tinggi datang dari arah Tebing Tinggi menuju arah Bandar Khalifah. Sesampainya di TKP pengemudi terperogok seorang pejalan kaki yang menyeberang usai turun dari sepeda motor temannya dari arah Tebing Tinggi menuju Bandar Khalifah,” jelasnya.

Untuk barang bukti sudah diamankan 1 unit sepeda motor Honda Supra X BK 2698 NF di Mako Unit laka lantas Polres Tebing Tinggi dan kerugian material diperkirakan sebesar Rp.300.000.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com