Connect with us

Kriminal

Kasus Audrey: Polisi Periksa 4 Pelaku Pengeroyokan

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap siswi SMP bernama Audrey, telah ditingkatkan oleh penyidik Polresta Pontianak, Kalimantan Barat ke tahap penyidikan. Saat ini, polisi sedang memeriksa empat siswi SMA yang diduga sebagai pelaku penganiayaan Audrey.

“Hari ini yang diduga sebagai pelaku (penganiayaan Audrey) lagi diperiksa oleh Polresta Pontianak, empat orang, semua siswi SMA,” ungkap Kabid Humas Polda Kalimantan Barat AKBP Donny Charles Go, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Polisi belum menetapkan seseorang sebagai tersangka walau kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Keempat siswi SMA tersebut juga masih diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan didampingi oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat.

“Belum ada, penetapan tersangka nanti setelah pemeriksaan,” ungkap Donny.

Para siswi SMA tersebut sempat diinterogasi di Polsek Pontianak Selatan. Tapi keterangan tersebut belum bisa dijadikan sebagai alat bukti kasus penganiayaan Audrey karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Ini kan udah penyidikan, diperiksa demi hukum, ini pertama. Sebelumnya karena masih ada upaya mediasi itu dilakukan di Polsek. Jadi keterangan-keterangan itu belum bisa dibawa ke pengadilan. Kalau sekarang sudah masuk BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” ucapnya.

Di samping itu, petisi online tentang pengeroyokan Audrey di Pontianak menjadi jadi viral dengan tagar Justice for Audrey

Petisi supaya Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) agar tidak diselesaikan kasusnya dengan akhir damai masih mendapat dukungan luar biasa dari warganet.

Petisi yang dibuat oleh oleh Fachira Anindy ini telah ditandatangani oleh lebih dari 2.902.071 warganet.Beberapa warganet mengungkapkan alasan mereka ikut menandatangani petisi ini.

“Masa depan korban lebih penting daripada pelaku, pelaku kayak gitu enggak berhak menikmati masa depan,” tulis Tri Ambarwati di Change.org.

“Melukai fisik dan psikis korban lalu berakhir damai? Itu jelas BUKAN solusi sama sekali. Mereka, para pelaku, semestinya mendapatkan hukuman yang sesuai dengan apa yang mereka perbuat,” tulis netizen lainnya, Alifah Rania.

Kriminal

Kerap BAB, Bayi Tewas Ditikam Ayah Tiri

Published

on

Konferensi pers ayah tiri bunuh balita berumur 3 tahun di Polres Malang Kota, Jum'at pagi (1/10). [Foto : irham thoriq/tugumalang.id]

Geosiar.com, Malang – Polres Malang Kota mengungkap motif pembunuhan bayi 3 tahun bernama Agnes Arnelita yang dilakukan oleh ayah tirinya Ery Age Anwar (36) warga Tlogowaru, Kota Malang, pada Rabu (30/10) lalu.

“Berdasarkan hasil penyidikan dan hasil autopsi, akhirnya yang bersangkutan mengakui sudah menganiaya AA (Agnes Arnelita) hingga yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Dony Alexander dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2019).

Adapun motif pembunuhan tersebut, lanjut Dony, lantaran korban kerap buang air besar (BAB) di dalam celana sehingga membuat tersangka pitam dan tega menganiaya hingga tewas.

“Karena sering buang air besar, dan puncaknya hari Rabu (30/10) lalu, tersangka kesal dan akhirnya melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Sebelumnya, tersangka sempat memberikan keterangan palsu yang menyebut jika korban meninggal dunia karena jatuh di kamar mandi.

“Dari keterangan ayah tiri katanya korban tenggelam, menggigil, tapi tidak ditemukan adanya air. Di kakinya juga ada luka bakar, namun masih dalam proses penyelidikan penyebab pastinya,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, Kamis (31/10) di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA).

Setelah dilakukan autopsi di RS dr Saiful Anwar, korban diduga kuat tewas akibat penganiayaan karena terdapat sejumlah lebam di punggung, luka bakar di bagian kaki, hingga pendarahan di bagian perut.

Continue Reading

Kriminal

Baru Sebulan Menikah, Suami Tega Bakar Istri

Published

on

Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi di TKP suami bakar istri. (Foto: kumparan.com)

Geosiar.com, Surabaya – Seorang pria bernama Purwanto (35) tega membakar istrinya, Putri (25) di sebuah kamar kos, Jalan Ketintang Baru IIA No. 3A, Surabaya, Selasa (15/10/2019). Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian, korban datang ke kamar kos bersama ibu dan anak perempuannya untuk mengemasi barang. Setibanya di kamar kos, korban terlibat cekcok dengan suaminya. Sementara ibu dan anaknya menunggu di luar kos.

“Kemarin dia pulang nggak pamit, terus datang sama ibunya, mau ngemasi barang pulang,” ujar salah satu penjaga rumah kos, Heri Suwardoyo, saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut penuturan Heri, ibu korban berada di luar untuk menelepon travel yang akan mengangkut barang dan mengantar mereka pulang. Sementara korban dan suaminya diduga terlibat cekcok mulut dalam kamar.

“Kamarnya terbakar, korban (Putri) keluar dengan wajah, badan, tangan bekas luka bakar,” jelas Heri.

Korban yang mengalami luka bakar langsung dibawa ke RSI Wonokromo dengan menggunakan becak. Akibat peristiwa itu, tempat tidur berupa kasur springbed ludes terbakar.

“Yang laki (Purwanto) kabur makai motor saya. Informasinya keduanya baru nikah satu setengah bulan,” pungkas Heri.

Melihat kobaran api, Heri pun spontan menuju kamar korban berupaya memadamkan api dengan bantuan beberapa driver ojek online yang sedang melintas sembari menunggu pemadaman kebakaran.

Mendapat laporan, Tim Inafis Polrestabes Surabaya pun langsung turun ke TKP untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Kasus dugaan percobaan pembunuhan ini masih dalam penyelidikan polisi.

Sementara itu, Wakapolsek Gayungan AKP Widiantoro mengatakan untuk sementara motif masih didalami. “Yang terjadi diduga kebakaran. Motif dan lainnya masih didalami,” ujar Widiantoro.

Continue Reading

Daerah

Duda dan Janda Ditemukan Tewas di Bojonegoro

Published

on

Geosiar.com, Bojonegoro – Mayat pria dan wanita ditemukan di dalam satu rumah Desa Sidomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/9/2019). Keduanya bukan pasangan suami istri, namun sama-sama berstatus pernah menikah.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Waidi (53) dan Sriatun (41). Mereka ditemukan tewas di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya secara pasti, namun diduga akibat menenggak minuman keras (miras).

Di lokasi penemuan mayat, polisi menemukan bekas miras, minuman soda di botol plastik serta dua butir obat sakit kepala. Waidi yang berstatus sebagai duda dan Sriatun merupakan janda, diduga sedang sama-sama mengonsumsi miras oplosan sebelum menjalin asmara.

Kedua jenazah telah dimakamkan pada Selasa sore. Akan tetapi untuk memastikan penyebab kematiannya polisi melakukan membongkar kuburan mereka, dan melakukan autopsi di lokasi pemakaman pada Rabu (18/9/2019) dini hari.

Sementara hasil autopsi dikirim ke Labfor Polda Jatim.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com