Perda MDTA Diharapkan Jadi Filter Membentuk Akhlak Mulia

by

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan, Hendra DS mendesak Walikota Medan untuk segera menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Wajib Belajar Madrasah
Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Diyakini, dengan penerapan Perda MDTA itu nantinya akan menjadi solusi strategis dan cerdas untuk menga­ntisipasi krisis akhlak umat khususnya generasi muda.

“Pemko Medan harus segeralah menjalankan Perda ini (MDTA-red). Sebab, sangatlah penting guna menghempang krisis akhlak umat islam khususnya generasi muda, ” katanya saat Sosialisasi ke-VIII 2019 Perda Kota Medan No 5 Tajun 2014 tentang MDTA di Jalan Pelajar Timur, Komplek LDII Gang Sopohopur, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Senin (8/4/2019).

Dikatakan politisi Hanura itu Keberadaan Perda MDTA ke depan akan menjadi filter bagi umat Islam serta membentuk karakter positif dalam perilaku sehari-hari.

“Penanaman nilai-nilai aga­ma se­jak dini ini harus segera dilakukan. Salah satu caranya dengan penerapan Perda MDTA sebagai solusi untuk meng­atasi krisis akhlak umat,” tegasnya.

Dijelaskan Caleg DPRD Medan periode 2019-2024 (Partai Hanura) Nomor Urut 1 dari Dapil IV itu, MDTA satuan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam sebagai pelengkap pengajaran pendidikan yang diselenggarakan dengan masa belajar empat tahun.

Adapun tujuannya untuk memberi bekal kemampuan agama kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya yang berilmu, beriman, bertaqwa, beramal sholeh dan berakhlak mulia.

“Makanya, saya berharap Wali Kota Medan segera menerbitkan perwal dimaksud agar anak-anak bisa belajar Al-Quran. Saya juga berharap masyarakat mau mendesak perda ini segera diberlakukan,” katanya.

Lanjut Sekretaris DPC Hanura Medan itu Penyelenggara MDTA dapat dilakukan organisasi, lembaga masyarakat, pemerintah atau pemerintah daerah yang kegiataannya dapat dilakukan pada pagi atau sore hari di pondok pesantren, gedung Mandiri, gedung sekolah secara mandiri atau dapat dilaksanakan secara terpadu dengan sekolah.

Adapun kurikulum yang dipakai dalam penyelenggaraan MDTA yaitu kurikulum inti meliputi mata pelajaran Al-Quran, Al-Hadist, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam/Tarikh, Bahasa Arab dan praktek ibadah.

“Jadi Perda MDTA sangatlah penting. Karena pendidikan madrasah sejak dini menjadi bekal ilmu dasar agama pada anak, terutama ajaran akhlaq. Pada gilirannya mereka kelak menjadi
generasi berbudi luhur, berakhlakul karimah, ” pungkasnya.

Sementara, tokoh masyarakat di Komplek Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) H. Hasoloan Simanjuntak ST menyebutkan bahwa pentingnya penanaman nilai agama khususnya kepada para generasi muda. Menurutnya Perda ini harus didukung.

“Maka dengan bekal ilmu agama
sejak dini, generasi Islam diharapkan akan lebih baik,”katanya. (lamru)