Connect with us

Sumut

Kasus Narkoba: Jaksa Tuntut 11 Tahun, Hakim Vonis 3 Tahun

Published

on

Terdakwa Yudi Siswanto alias Yudi di Pengadilan Tebing Tinggi, Kamis (4/4/2019).

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Sidang pidana kasus penyalahgunaan narkoba terhadap terdakwa Yudi Siswanto alias Yudi telah diputuskan di Pengadilan Tebing Tinggi, Kamis (4/4/2019).

Selama persidangan, terdakwa didampingi kuasa hukumnya Syaiful SH. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tulus SH menuntut terdakwa dengan hukuman 11 tahun penjara dua pekan lalu, namun Ketua Majelis Hakim, Albon Damanik SH memutuskan hukuman 3 tahun penjara atas tindak pidana yang dilakukan terdakwa.

Penangkapan terdakwa berawal dari informasi yang diterima anggota Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi,  Briptu Syaqatillah dan Bripja Herry, dari masyarakat yang mengatakan ada seorang pria memiliki narkoba jenis sabu-sabu, berlokasi di Jalan Deblod Sundoro, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kotamadya Tebing Tinggi tepatnya di SPBU Simpang Rambung , Jumat (14/9/2018).

Selanjutnya, kedua anggota Sat Narkoba Polres memantau dan melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari  terdakwa,  kemudian mereka memutuskan untuk menghampiri dan melakukan penggeledahan badan.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik kecil berisikan serbuk kristal yang diduga sabu dalam gengaman tangan kanan terdakwa.

Kemudian, petugas Polres tersebut menanyakan izin sah pihak berwewenang maupun pihak yang memperbolehkan terdakwa untuk memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi  perantara dalam jual-beli, menukar, atau menyerahkan narkotika yang ditemukan tersebut. Namun, terdakwa tidak dapat menunjuk surat izinnya.

Petugas pun kemudian menangkap pelaku dan membawanya ke Polres Tebing Tinggi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, terdakwa mendapatkan sabu tersebut dari Uban (Daftar Pencarian Orang) yang dibeli terdakwa bersama Verdi (Daftar Pencarian Orang) seharga Rp 200 ribu.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.