Connect with us

Daerah

Off-road Piala Sapari Purba Di Agro Wisata Pelangkah Gading Succes Terlaksana

Published

on

Sapari Purba Calon legislatif DPRD Kabupaten Karo dari Partai Nasdem saat melepas start off-road di kawasan wisata pelangkah gading, desa Kuta Mbaru.

Geosiar – Tanahkaro – Acara Latihan bersama dalam olahraga otomotif (Off Road) piala Sapari Purba, minggu (31/3) yang diselenggarakan dilokasi objek wisata Pelangkah Gading di Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara sukses dilaksanakan.

Latihan bersama dihadiri dan disaksikan oleh ratusan masyarakat, baik dari desa sekitar maupun dari kota kabanjahe hingga dari luar kabanjahe, seperti medan dan siborong borong tapanuli, dan acara latihan bersama tersebut di ikuti puluhan peserta dari berbagai Club otomotif mobil off-road dan dibawah binaan Pengcab IOF Kabupaten Karo yang di Ketuai oleh Suriyadi Purba, Sekjen IOF Karo Monang Sitanggang yang juga Master track lapangan off road Karo, serta juga Calon Legislatif DPRD Karo 2019 dari partai Nasdem daerah pemilihan 5 dengan nomor urut 1.

Amatan dilokasi, terlihat Calon legislatif DPRD Provinsi dari partai Nasdem Heben Heser Ginting hadir dan mejajal Track bersama para peserta off road lainya yang tampak sangat bersemangat dan berjibaku untuk melewati setiap rintangan di jalur track Alami yang benar benar dapat memacu adrenalin para peserta latihan bersama, dan Acara Off Road berhasil memukau para penonton yang memadati arena track Off – road yang tetap setia menonton hingga akhir pemberian hadiah beserta cinderamata.

Ketua Panitia Aryzona Purba mengatakan, “kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari Partai Nasdem beserta Ora Et Labora grup dan sahabat #2SP yang juga sebagai penyelenggara kegiatan bersama Tokoh pemuda Karo Sapari Purba Caleg dari Partai Nasdem nomor urut 2, dari dapil 4, Kecamatan Munte, Kecamatan naman Teran, Kecamatan Kuta buluh, Kecamatan payung dan Kecamatan Tiganderket, ujar Ary.

Acara Off Road ini terlaksana melalui gagasan dari putra kelahiran Desa kinepen Kecamatan Munte, yakni Sapari Purba. selain memberikan hiburan kepada masyarakat luas, acara ini juga sebagai wujud upaya kita turut mensukseskan pemilihan umum dan pemilihan Legislatif DPRD Kabupaten karo periode tahun 2019 – 2024, dan kita juga mengundang pihak pengawas pemilu kecamatan munte.

Para peserta off-road ini tak hanya diikuti oleh anggota IOF dari team lokal saja namun dari luar daerah seperti dari Siborong-borong dan sekitarnya juga hadir dalam kesempatan ini,” kata Aryzona Purba.

Sapari Purba saat ditemui dilokasi terkait terlaksananya Kegiatan Off Road menyatakan ” acara ini terlaksana bertujuan untuk memberikan motivasi kepada kaum pemuda, dan terkhususnya agar lebih mengutamakan prestasi, olahraga dan hal hal kegiatan yang positif dan tentunya bermanfaat.

kita juga menghimbau agar jauhi judi dan narkoba yang dapat merusak mental generasi penerus bangsa,” jelas Sapari Purba saat pembukaan Acara latihan bersama di hadapan para peserta dan ratusan penonton yang hadir di lokasi,

Lanjutnya lagi, ” kegiatan ini sengaja kami selenggarakan di kawasan wisata Pelangkah gading semata mata bertujuan untuk meningkatkan gairah kunjungan wisatawan ke kabupaten Karo dan khususnya ke kawasan objek wisata Pelangkah gading ini, karena kawasan Pelangkah gading sangat cocok dipakai diberbagai kegiatan off-road seperti ini, lokasi jalur Track Off-road yang sangat menantang cukup memacu andrenalin para peserta.

Disamping itu, ajang latihan bersama ini kami juga memberikan hadiah trophy dan cindramata bagi peserta yang tercepat. semoga pelangkah gading lebih dikenal, saya turut mendukung upaya-upaya pemerintah Desa kuta mbaru dalam mengembangkan kawasan ini demi kemajuan bersama dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tentunya ,” pungkas Sapari purba.

Selanjutnya kepala Desa Kutambaru Kecamatan munte, Benyamin Sembiring mengucapkan terimakasih dengan terlaksananya Off road dipelangkah Gading, kades mengatakan ” kami ucapkan Terimakasih yang sebesar besarnya kepada anggota team Pengcab IOF Kabupaten Karo, Muspika Kecamatan Munte, Panitia penyelenggara dan juga kepada Sapari Purba bersama rekan rekan yang telah berkontribusi melaksanakan kegiatan Off-road ini, jujur kami sangat mengapresiasi kegiatan event ini dikawasan wisata Pelangkah gading ini.

Walaupun cuaca hujan, namun tak menyurut kan semangat para peserta dan pengunjung yang datang, kami pemerintahan desa berharap kedepanya Agro wisata Pelangkah gading dapat lebih dikenal dan dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun dari luar tanah karo, ungkap Benyamin Sembiring.

Kegiatan latihan bersama Off-road piala Sapari Purba ditutup dengan sesi acara penyerahan hadiah trophy/piala kepada para juara lomba latihan bersama yang diraih Geo Riski sitanggang sebagai juara pertama dari Team kinepen Off-road, Kevin Costner Sitanggang meraih juara dua dari team Eltar Seribu Dolok off-road, Juara 3, 4 dan 5 di borong oleh team Siborong borong off-road, serta juara ke 6 diraih oleh Team Risman sibadarabi dari team Eltar seribudolok./edy surbakti

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Bentrok di Buton, 81 Orang Diamankan Polisi

Published

on

Kondisi pemukiman warga di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara saat terjadi kerusuhan. (Foto: ANTARA).

Geosiar.com, Sulawesi Tenggara – Bentrok antarwarga yang terjadi pada dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Rabu (5/6/2019) lalu berakir rusuh.

Bentrok yang mengakibatkan dua orang tewas dan 87 rumah terbakar itu, masih dalam proses penyidikan polisi. Sejauh ini, pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak 81 orang yang diduga sebagai dalang kerusuhan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. Dia menerangkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para pelaku.

“Jumlah masyarakat yang saat ini diamankan berjumlah 81 orang laki-laki,” kata Dedi, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (8/6/2019).

Penangkapan ke-81 pelaku dilakukan secara terpisah. Satu pelaku warga Desa Sampuabalo bernama La Pahi berhasil dibekuk saat lewat di tempat persiapan apel pasukan yang dipimpin oleh Kapolres Buton AKBP Andi Herman pada pukul 06.35 WITA.

Setelah itu, aparat kepolisian langsung bergerak menuju Desa Sampuabalo untuk memulai pencarian pelaku kerusuhan. Penangkapan pun dimulai dari pukul 07.46 dan berakhir pada pukul 09.26 WITA.

Dari operasi penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan sekelompok masyarakat khususnya pria beserta sejumlah barang bukti berupa parang, Tombak, Pisau, Badik dan busur yang disimpan di sekitar rumah penduduk.

“Saat ini ke 81 orang yang diamankan dalam proses pergeseran dari Kabupaten Buton menuju Polda Sultra menggunakan jalur laut,” imbuhnya.

Sebagai informasi, bentrokan bermula dari konvoi pemuda Desa Sampuabalo yang dilakukan pada malam takbiran, Selasa (4/6/2019). Sekitar 40 pemuda menggelar konvoi dengan menggunakan 20 motor berknalpot racing yang identik dengan bunyi bising.

Saat konvoi melintasi permukiman warga di Desa Gunung Jaya, mereka dengan sengaja memainkan gas motornya sehingga membuat masyarakat terganggu dan akhirnya beradu mulut.

Merasa tak senang dikatai, pemuda Desa Sampuabalo pun mengajak warga desanya untuk datang ke Desa Gunung Jaya. Pada akhirnya, bentrokan pun tak terelakkan.

Sempat kondusif, namun kerusuhan kembali terjadi pada Kamis (6/6/2019) dengan membawa isu menyangkut pada SARA. Akibat bentrokan itu, sejumlah orang pun luka-luka, 2 tewas, dan 87 rumah dibakar.

Continue Reading

Daerah

Bentrok di Buton, 100 Pasukan TNI Yonif Raider 700/WYC Diturunkan

Published

on

Sebagian pasukan Yonif Raider 700/WYC yang diberangkatkan dari Makassar menggunakan pesawat Hercules, Jumat (7/6/2019) (Foto: Kumparan).

Geosiar.com, Sulawesi Tenggara – Konflik antarwarga pada dua desa di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Rabu (5/6/2019) berujung rusuh. 

Bentrokan itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 700 orang harus diungsikan sementara. Selain korban jiwa, bentrokan ini berimbas pada terbakarnya 87 rumah.

Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Irianto menerangkan bahwa pemicu pertikaian antarawarga Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo itu karen kesalahpahaman antar pemuda desa.

“Karena kesalahpahaman antara Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo, yang diawali dari pemuda Sampuabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya, karena memainkan gas motor. Masyarakat Gunung Jaya terganggu dan tidak terima sehingga masyarakat mengeluarkan pernyataan yang tidak mengenakan,” ucap Irianto saat memantau situasi di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (6/6/2019).

Pertikaian ini diawali dengan saut-sautan ‘kata kotor’ hingga menyinggung pemuda Sampuabalo. Tidak terima dikatai seperti itu, pemuda Sampuabalo lantas memanggil warga desanya untuk datang ke Desa Gunung Jaya. 

“Tak lama setelah ucapan kotor itu kemudian, masyarakat Sampuabalo tiba-tiba datang ke Gunung Jaya terjadi lemparan batu. Masyarakat Desa Gunung Jaya sangat sedikit penghuninya, sehingga ada pembakaran,” papar Irianto.

Irianto mengatakan, kondisi sempat kondusif tapi tak berlangsung lama hingga akhirnya menewaskan dua warga Desa Gunung Jaya.

Atas peristiwa ini, sebanyak 100 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif Raider 700/WYC dikirim dari Makassar untuk membantu mengawasi Kabupaten Buton pasca konflik. Pasukan itu diberangkatkan pada Jumat, (7/6/2019) pukul 01.13 WITA.

Kepala Penerangan Korem 143/HO, Mayor Arm Sumarsono mengatakan, pasukan diberangkatkan dalam dua gelombang yang masing-masing berjumlah 50 orang. 

Setiap gelombang mempunyai pemimpin. Gelombang I dipimpin oleh Letda Inf Andi Ndaru selaku Danton Ban Kipan A. Sementara, Gelombang II dipimpin oleh Lettu Inf Sahang selaku Danki C Yonif Raider 700/WYC.

Continue Reading

Daerah

Bentrok Antar Desa di Flores Timur: 5 Rumah Terbakar, 1 Warga Tewas

Published

on

Ilustrasi bentrokan antarwarga.

Geosiar.com, NTT – Bentrok dikabarkan terjadi antara warga Desa Wewit dengan warga Desa Nubalema-2, di Kecamatan Adonara Tengah, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli membenarkan berita kerusuhan antar desa tersebut. Dia mengatakan bentrok terjadi pada Rabu (5/6/2019) malam. Akibat bentrokan itu, satu warga meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

“Betul, ada bentrok antarwarga pada Rabu malam di Pulau Adonara. Ada empat warga yang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit di Larantuka, tetapi satu orang tidak bisa tertolong dan meninggal dunia,” imbuh Agus Payong Boli, dilansir dari Antara, Jumat (7/6/2019).

Berdasarkan keterangan Agus, bentrok itu dipicu dari pemuda setempat yang dalam kondisi mabuk terus-menerus melontarkan ancaman kepada warga desa tetangga. Ancaman itu pun akhirnya menyulut amarah warga desa sehingga terjadilah bentrokan.

“Klaim kampung memang biasa terjadi di Pulau Adonara. Jadi semua warga kampung lain mudah terlibat dalam suatu konflik, tetapi biarkan aparat kepolisian yang menanganinya,” pungkasnya.

Selain korban jiwa, bentrokan juga menyebabkan lima rumah terbakar tapi tidak semua bangunan terbakar seluruhnya karena masyarakat langsung memadamkan kobaran api.

Sementara itu, TNI dan Polri pun langsung turun ke lokasi kejadian guna mengamankan situasi. Selain itu, para tokoh adat pun diminta untuk menenangkan warga agar tetap kondusif.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com