Connect with us

Ekonomi

BI DIY Ajak Pelaku UMKM Mengenal Pembayaran Digital

Published

on

UMKM Jogja Go Digital digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Geosiar.com, Yogyakarta – UMKM Jogja Go Digital digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta mulai Senin hingga Selasa, 1-2 April 2019 yang didiadakan di Sheraton Hotel Yogyakarta.

Acara yang mengangkat tema Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment itu menjadi tempat bagi para pengusaha mikro kecil menengah atau UMKM Yogyakarta untuk mengenal akses pemasaran elektronik (e-commerce), akses permodalan elektronik (e-financing) dan pembayaran elektronik secara non-tunai (e-payment).

“Selama dua hari kami ajak para peserta UMKM mengenal dunia pembayaran dan permodalan digital,” ujar Deputi Kantor Perwakilan BI DIY Sri Fitriani Senin (1/3/2019).

Selain diajak mengenal dunia pembayaran dan permodalan digital, kata Sri, kalangan UMKM yang menjadi peserta juga diajak mengubah pemikiran menuju pemasaran online.

Mulai dari belajar teknik fotografi produk dan editing menggunakan telepon seluler, praktek pembuatan konten, hingga belajar promosi di sosial media untuk mendukung on-boarding.

“Pasca kegiatan transaksi UMKM melalui e-commerce akan dimonitor secara kontinyu sehingga terbentuk data UMKM Digital Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mereka selanjutnya,” ujar Fitriani.

Fitriani melanjutkan, dari pelaksanaan kegiatan ini literasi UMKM atas perkembangan UMKM Digital diharapkan meningkat. Di samping itu program UMKM Online juga lebih termonitor sekaligus menjadi ajang mempertemukan produk UMKM dengan marketplace yang tepat serta meningkatkan kapasitas UMKM masuk bisnis online.

Penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 54,68% atau sebesar 143,26 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan smartphone/tablet semakin mendukung meluasnya penggunaan internet di Indonesia.

Hal itu mendorong munculnya berbagai inovasi teknologi, aplikasi atau platform berbasis internet termasuk fintech, e-commerce maupun marketplace yang kemudian mentransformasi perilaku bertransaksi bagi sebagian masyarakat dari berbelanja konvensional menjadi berbelanja online.

Jumlah transaksi e-commerce terus tumbuh sejak transformasi itu. Diperkirakan, pada tahun 2025 market size e-commerce di Indonesia akan mencapai 53 Miliar USD.

“Ini peluang yang sangat baik bagi UMKM Indonesia. Kekayaan alam (bahan baku), keberagaman dan keunikan budaya Indonesia seharusnya bisa menjadi kekuatan bagi UMKM Indonesia untuk bisa bersaing di pasar online,” ujarnya.