Connect with us

Dunia

Paus Fransiskus Keluarkan Aturan Pencegah Pelecehan Seksual Anak

Published

on

Paus Fransiskus

Geosiar.com, Vatikan – Pada Jumat (29/3) kemarin Paus Fransiskus menerbitkan aturan yang mewajibkan pelaporan pelecehan seksual terhadap anak baik di Vatikan maupun seluruh perwakilannya di dunia. Penerbitan aturan itu mencerminkan keinginan bahwa gereja Katolik menunjukkan sikap mereka terhadap kasus pelecehan anak yang belakangan ini marak.

Dengan adanya aturan tersebut, atasan dan rekan kerja wajib melaporkan tuduhan penyalahgunaan; menghukum kegagalan melapor dengan pemecatan, denda atau penjara; dan menawarkan bantuan kepada para korban dan juga keluarga yang mengalami pelecehan seksual.

Selain kewajiban tersebut, terdapat juga ketentuan untuk melindungi orang dewasa yang rentan mengalami pelecehan seksual. Aturan menetapkan prosedur untuk melaporkan dugaan pelecehan, memaksakan lebih banyak penyaringan calon karyawan, dan menetapkan pedoman ketat untuk interaksi orang dewasa dengan anak-anak dan penggunaan media sosial. Adanya aturan itu sendiri disambut positif oleh sejumlah kalangan.

“Undang-undang yang membuat bahkan satu anak lebih aman harus diberi tepuk tangan,” kata Anne Barrett Doyle dari kelompok pelacak penyalahgunaan yang berbasis di AS BishopAccountability.org seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (30/3).

“Meskipun tindakan itu tidak berisiko dan terbatas cakupannya, tindakan ini konstruktif. Ini langkah kecil ke arah yang benar,” ungkapnya menyerukan paus untuk melakukan “reformasi yang luas dan berani” dengan mengubah hukum Gereja universal.

Perlu diketahui, kredibilitas Gereja telah tercoreng parah di banyak belahan dunia akibat skandal pelecehan. Gereja yang tercoreng tersebut adalah, di Irlandia, Chili, Australia, Prancis, Amerika Serikat, Polandia, Jerman dan di tempat lain.

Salah satu skandal memalukan yang terungkap dilakukan Kardinal George Pell. Ia harus dipenjara selama enam tahun karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki asal Australia.

Uskup Agung Jozef Wesolowski, duta besar Vatikan untuk Republik Dominika, pada 2013, didakwa membayar anak laki-laki untuk melakukan hubungan seks. Dia dipanggil kembali dan ditahan di Vatikan. Namun ia meninggal pada 2015 sebelum menjalani persidangan.

Diketahui,para uskup senior dari seluruh dunia bertemu di Vatikan bulan lalu untuk merencanakan strategi untuk mengakhiri masalah tersebut.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Ratu Inggris Cari Admin Media Sosial dengan Gaji Fantastis

Published

on

Ratu Elizabeth II

Geosiar.com, Inggris – Ratu Elizabeth II dikabarkan sedang membuka lowongan pekerjaan untuk ditugaskan di Istana Buckingham. Lowongan tersebut ialah ditempatkan sebagai Digital Communications Officer, yang bertugas mengatur citra Ratu di mata publik.

Dikutip dari laman situs Royal Household, tugas itu termasuk pula bekerja dengan tim kecil yang nantinya akan membuat konten di media sosial seperti Twitter, Instagram dan Facebook. Juga meneliti dan menulis artikel.

Nantinya, konten yang diciptakan berdasarkan hasil meliput makan malam kenegaraan, upacara penghargaan dan acara kerajaan.

Hal tersebut berpeluang unutk berada dalam satu acara dengan keluarga kerajaan seperti Pangeran William, Kate Middleton, Pangeran Harry dan Meghan Markle, beserta anak-anak mereka.

Sementara untuk syarat yang perlu dipenuhi yakni berfokus pada bidang kreatif.

“Sebagai pengguna media sosial yang percaya diri dan cerdas, kandidat yang ideal adalah inovatif dengan bakat kreatif, serta memiliki keterampilan fotografi, penulisan, dan produksi video yang solid,” keterangan pada laman tersebut, dikutip dari E!News.

Gaji yang ditawarkan untuk pekerjaan inipun cukup fantastis. Ratu menyiapkan upah sekitar 30 ribu poundsterling atau Rp556 juta dengan total waktu kerja 37,5 jam per minggu, dari Senin-Jumat.

Keuntungan lain yang akan didapatkan yaitu kontribusi untuk pensiun senilai 15 persen, cuti tahunan sebanyak 33 hari, termasuk hari libur nasional, makan siang ditanggung, dan akses ke pelatihan serta pengembangan untuk mendukung ke jenjang profesional berkelanjutan.

Continue Reading

Dunia

Korut Minta PBB Bantu Desak AS Kembalikan Kapalnya

Published

on

Ilustrasi Kapal

Geosiar.com, Korut – Korea Utara meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengambil tindakan tegas terhadap Amerika Serikat (AS). Tuntutan itu muncul usai penangkapan kapal kargo milik Korut yang diambil oleh AS.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam sebuah surat yang diberikan untuk Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Perwakilan Pyongyang untuk PBB, Kim Song dalam surat itu mengatakan, peristiwa tersebut merupakan tindakan melanggar hukum yang dilakukan AS kepada pihaknya.

“Tindakan perampasan ini jelas menunjukkan bahwa Amerika Serikat memang negara ‘gangster’ yang tidak peduli sama sekali tentang hukum internasional,” tulis surat tersebut, dilansir dari AFP.

Song meminta Guterres agar mengambil tindakan yang tegas dan mendesak AS untuk mengembalikan kapal kargo Wise Honest milik Korut.

“Ini merupakan cara PBB untuk berkontribusi terhadap stabilitas Semenanjung Korea dan membuktikan keberpihakan mereka,” tulis Song.

Washington sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya sudah mengambil alih kapal kargo Wise Honest milik Korut.

Perebutan kapal terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Korut dan AS setelah jalan buntu pembicaraan nuklir dalam KTT Hanoi pada awal tahun ini.

Pyongyang juga diketahui getol melakukan latihan pelemparan rudal jarak pendek dalam beberapa pekan terakhir.

Continue Reading

Dunia

Dokter di Pakistan Diduga Tularkan HIV Kepada Ratusan Anak-anak

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Pakistan – Seorang dokter di Pakistan, Muzzafar Ghangharo, diringkus akibat diduga menularkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) kepada sekitar 400 anak dan 100 orang dewasa.

Insiden ini awalnya ketika Ghangharo yang positif mengidap AIDS, diduga menularkan penyakit itu kepada pasien-pasiennya pada awal April lalu. Kini aparat masih menyelidiki kasus itu.

Berdasarkan laporan dari Kepala Program Pengendalian AIDS di provinsi Sindh, Sikandar Memon, para petugas sudah memeriksa sekitar 13,800 penduduk Larkana. Hasilnya pun mengejutkan karena sekitar 410 anak-anak dan 100 orang dewasa dinyatakan positif terjangkit HIV.

“Kami sangat terpukul saat mengetahui bahwa putra kami positif HIV,” ungkap Rehmat Bibi, ibu dari Ali Raza (10) yang dinyatakan mengidap AIDS, seperti dikutip dari AFP, Jumat (17/5/2019).

Bibi mengatakan bahwa Raza menjadi satu-satunya dari seluruh anggota keluarga yang positif terserang HIV.

Ia menjelaskan, awalnya tidak ada yang aneh saat putranya itu mengalami demam. Saat dilarikan ke Rumah Sakit, dokter hanya memberikan resep obat sirup paracetamol untuk Raza dan memberitahu tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun Bibi panik ketika mendapat informasi bahwa sejumlah anak yang mengalami demam di desa-desa dekat ia tinggal dinyatakan positif HIV. Setelah menjalani uji laboratorium, pihak rumah sakit mengkonfirmasi bahwa putranya termasuk dalam 500 orang, dengan mayoritas anak-anak, yang terkena HIV.

Kementerian kesehatan Pakistan telah melaporkan sekitar 23,000 kasus terkait penularan HIV. Petugas kesehatan Pakistan juga menginformasikan virus HIV sudah sering disebarkan ke seluruh wilayah melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com