Connect with us

Dunia

Pemilu Thailand Diwarnai Keganjilan, Ini Kata KPU

Published

on

Pemilu Thailand (Kompas.com)

Geosiar.com, Thailand – Lebih dari 50 juta orang memiliki hak untuk menyumbangkan suara mereka pada Pemilu hari Minggu (24/3/2019) Waktu setempat.

Pemilihan umum (pemilu) di Thailand diklaim mengalami keganjilan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand beralasan hal tersebut terjadi karena kesalahan teknis manusia, media massa, hingga para peretas.

Kedua kubu yang bersaing dalam pemilihan pertama di Thailand sejak kudeta militer pada 2014 mengatakan mereka berencana untuk membentuk koalisi.

Pada perhitungan awal pemilu, hasilnya menunjukkan Partai Palang Pracha Rath (PPRP) yang pro-militer menampung suara lebih banyak dari rakyat.

Pada saat yang sama, partai oposisi Pheu Thai saat ini memiliki jumlah kursi terbesar di parlemen. Akan tetapi ada banyak keluh kesah soal beberapa keganjilan selama pemungutan suara hari Minggu lalu dan proses penghitungan yang tidak keruan.

KPU Thailand (EC) juga menghadapi kritik keras karena keputusannya untuk menunda menerbitkan hasil lengkap Pemilu tanpa memberikan penjelasan apa pun.

Sementara metode pemilihan umum Thailand yang pelik menentukan beberapa kursi parlemen sesuai dengan jumlah suara yang masuk.

Para kritikus menjelaskan perubahan peraturan pemilu yang diinisiasi oleh militer pada tahun 2017 memang dirancang untuk menjaga kekuatan pro-militer tetap berkuasa.

Hasil sementara Komisi Pemilihan Umum Thailand mengumumkan Pheu Thai, partai yang mendukung dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, telah memenangkan 137 kursi di majelis rendah yang beranggotakan 500 orang.