Connect with us

Nasional

Begini Cerita Dokter yang Tangani Operasi Plastik Ratna Sarumpaet

Published

on

Ratna Sarumpaet

Geosiar.com, Jakarta – Dokter Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, Sidik Setiamihardja yang melakukan penanganan operasi dan perawatan kecantikan terhadap Ratna Sarumpaet dihadirkan dalam persidangan Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (26/3/2019).

Sidik menceritakan proses operasi plastik yang dilalui oleh terdakwa kasus kabar bohong alias hoax, Ratna Sarumpaet.

Sidik mengakui Ratna menjalani operasi pada tanggal 21 September 2018 lalu. Tidakan yang dilakukan pada operasi tersebut adalah penyedotan lemak dan pengangkatan kulit wajah atau facelifting bagian pipi dan kelopak mata atas.

Lebih lanjut, Ratna menjalani operasi mulai pukul 19.00 hingga sekitar 22.45 WIB. Ratna ditempatkan di ruang recovery terlebih dahulu selama satu jam karena dirinya dibius total. Setelah sadar, Ratna baru dipindahkan ke ruang rawat VIP nomor B1, lantai 3, RSK Bedah Bina Estetika.

Pascaoperasi, jelas Sidik, ia sempat beberapa kali mengontrol Ratna untuk melihat kondisi penyembuhan pasiennya. Bengkak yang ada di wajah wanita berusia 69 tahun itu memang sebagai efek dari operasi.

“Tanggal 22 September siang jam 14.00 WIB itu saya kontrol dia. Tanggal 23 September, yaitu jam 19.00 WIB saya kontrol lagi. Terakhir tanggal 24 September sekitar jam 10.50 WIB saya kontrol lagi,” jelas Sidik.

Kala itu lanjut Sidik, dirinya mendatangi kamar Ratna dan memperbolehkan ibu dari Atiqah Hasiholan itu pulang. Selain alasan medis, urusan administrasi ihwal operasi plastik Ratna telah juga telah rampung.

Sidik mengatakan, pada 27 September 2019 Ratna kembali mendatangi dirinya untuk menjalani agenda pencabutan benang di bagian kelopak mata atas sekitar pukul 19.00 WIB. Juga pada tanggal 1 Oktober 2018, Ratna kembali berkonsultasi ke Sidik sekaligus mencabut benang di bagian pipi dan dekat telinga.

Sidik adalah satu dari enam saksi didatangkan di persidangan Ratna pada Selasa 26 Maret 2019 oleh JPU.

Saksi lainnya yang turut dihadirkan adalah dari pihak kepolisian yakni Niko Purba, Mada Dimas, dan Arief Rahman. Sementara dari RSK Bedah Bina Estetika yaitu drg. Desak Asita Kencana dan perawat Aloysius.

Dalam kesaksian Niko Purba, Panit 1 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, terungkap Ratna merogoh kocek hingga Rp 90 juta untuk operasi plastik tersebut. Fakta itu diketahui saat polisi melakukan penyelidikan ke RSK Bedah Bina Estetika.

Penelusuran polisi ke rumah sakit di Menteng itu telah membongkar hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet oleh orang tak dikenal di Bandung pada 21 September 2018. Polisi juga membuktikan kalau agenda konferensi internasional di Bandung dalam cerita Ratna hanya karangan.