Connect with us

Nasional

Tarif MRT Rp 8.500, Anies Baswedan Minta Tarif Dikaji Ulang

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Besaran tarif Moda raya terpadu (MRT) Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran HI telah ditetapkan seharga Rp 8.500 pada rapat pimpinan gabungan (rapimgab) di DPRD DKI Jakarta, Senin (25/3).

Namun, tampaknya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merasa kurang puas terhadap tarif rata-rata MRT Jakarta yang telah disepakati oleh anggota Dewan. Tarif yang sebesar Rp 8.500 itu dinilainya terlalu murah dan Ia pun menegaskan ingin mengkaji ulang besaran tarif sebelum diputuskan secara resmi bersama anggota Dewan. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengajukan tarif rata-rata MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI sebesar Rp 10.000, dengan harga maksimal Rp 14.000.

“Nah, kita ingin lebih murah supaya orang mau naik kendaraan umum, tapi harganya harus lebih murah daripada ojek online, tetapi dengan perhitungan yang lebih matang untuk jangka panjang,” kata Anies Baswedan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (26/3).

Ketidakpuasan Anies terhadap keputusan harga yang dibuat oleh anggota Dewan DPRD Jakarta bukan tanpa alasan. Ia mengatakan penetapan tarif perlu dikaji ulang karena penentuan tarif ini akan berlaku dalam jangka waktu panjang.

“Karena itu harga yang ditentukan hari ini untuk puluhan tahun ke depan, sekali ditetapkan maka dia akan menjadi rujukan untuk waktu yang sangat panjang,” ujar Anies Baswedan.

Karena ketidakkompakan dalam penetapan tarif MRT inilah yang membuat Anies Baswedan menyatakan tarif tersebut belum final. Menurutnya, sebelum keputusan gubernur (Kepgub) ditetapkan, maka besaran tarif masih bisa berubah.

“Kemarin memang Dewan sudah bersidang dan kita terus membahasnya, sampai nanti ditetapkan lewat Kepgub karena penetapannya melalui Kepgub, sekarang masih fase pembahasan,” jelas Anies.

Walau demikian, Ia berjanji tarif bakal diumumkan secepatnya, sebelum operasional secara komersial pada 1 April 2019.

“Insyaallah 1 April 2019 sudah diputuskan,” terang Anies.