Connect with us

pemilu 2019

Soal #IndonesiaCallsObserver, KPU: Kami Sudah Undang 33 Negara

Published

on

KPU


Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menanggapi agar #IndonesiaCallsObserver yang ramai di media sosial Twitter sampai memuncaki daftar trending topic.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan selama ini pihaknya sudah mengundang pemantau pemilu dari luar negara. Setidaknya, lanjut dia, pemantau asing yang ikut mengamati proses pemilu Indonesia itu berasal dari 33 negara.

“Kita mengundang penyelenggara pemilu (setingkat KPU) dari 33 negara, perwakilan kedutaan negara-negara sahabat 33 negara, dan LSM/ pemantau internasional 11 lembaga,” ungkal Pramono, Senin (25/3).

Tidak hanya itu, KPU juga telah bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan pemantauan proses Pemilu 2019.

Pramono menyampaikan, semua pemantau pemilu akan diundang pada 15-18 April 2019 oleh KPU. Mereka akan melakukan pemantauan independen terhadap proses pemilu.

“Ada seminar berisi penjelasan sistem dan masalah-masalah penting dalam pemilu Indonesia, ada pemantauan ke TPS-TPS, dan ada catatan serta masukan dari lembaga-lembaga itu tentang hasil pemantauan TPS,” katanya

Sebelumnya diketahui, tagar #IndonesiaCallsObserver memuncaki trending topic di Twitter pada Senin (25/3). Tagar ini diisi berbagai cuitan meminta pemantau internasional ikut memantau Pemilu 2019, karena penyelenggara pemilu diduga tidak independen.

Masa pemungutan suara Pemilu 2019 akan diadakan pada 17 April 2019. Untuk kali pertama, Indonesia menggelar pemilihan presiden dan pemilihan legislatif secara serentak. Tercatat ada 192.828.520 orang pemilih di DPT Pemilu 2019 yang akan memilih pasangan calon-wakil presiden, anggota legislatif, dan perwakilan daerah.

Advertisement