Connect with us

Korupsi

Ajukan PK Untuk Kedua Kali, OC Kaligis: Vonis Hukuman Saya Tidak Adil

Published

on

OC Kaligis Saat Menghadiri Sidang Tipikor

Geosiar.com, Jakarta – Advokat kondang Otto Cornelis Kaligis (OC Kaligis) kembali mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Tipikor yang didampingi tim kuasa hukum dan kolega, hari ini Senin (25/3) terkait ketidakpuasan atas vonis hukum yang dijauthkan kepadanya. Sebelumnya, OC Kaligis pernah mengajukan PK yang dikabulkan Mahkama Agung (MA) pada 2017 lalu. Dari banding itu, majelis hakim telah meringankan vonisnya dari semula 10 tahun di tingkat kasasi menjadi 7 tahun.

Nampaknya Kaligis masih belum puas dengan keputusan tersebut. Ayah dari aktris Velove Vexia ini berujar bahwa vonis tujuh tahun yang dilayangkan kepadanya tidak adil. Kaligis berharap vonisnya menjadi 2 tahun sama seperti anak buahnya yakni M. Yagari Bhastara alias Gary.

“Keadilan harus ditegakkan, seharusnya hukuman saya diturunin lagi. Kalau gak ya saya jadi korban ketidakadilan, karena kan putusannya jelas, Anda silakan baca putusannya,” ujar Kaligis yang ditemui di ruang tunggu sidang, Senin (25/3).

Berdasarkan penilaian Kaligis, anak buahnya lah sebagai pelaku utama pemberian suap. Ia menjelaskan, salah satu alasan untuk Peninjauan Kembali (PK) karena pelaku utama tindak kejahatan pemberian suap, M. Yagari Bhastara alias Gary, hanya divonis dua tahun penjara oleh pengadilan Tipikor.

“Sekarang yang bersangkutan sudah bebas dan menghirup udara segar,” kata Kaligis.

Mengutip pertimbangan hakim agung di PK pertama Nomor 176/2017 di halaman 317 butir 2 dan 3, OC Kaligis mengatakan bahwa sangat jelas peran M. Yagari Bhastara Guntur jauh lebih besar dan signifikan dibandingkan dengannya dalam tindakan suap tersebut. Dia juga membeberkan bahwa yang menyerahkan suap THR ke Hakim Tripeni Iriato Putri, adalah advokat Gary.

Kaligis menuding kasusnya saat ini adalah rekayasa semata. Dia juga berargumen jika dirinya benar melakukan suap seharusnya kasus yang ditanganinya yakni anak buah Gubernur Sumatera Utara dan Bendahara Umum Daerah Pemprov Achmad Fuad Lubis, akan menang dalam pengadilan.

“Justru waktu perkara kemarin, kita kan kalah. Orang nyogok itu kan intinya untuk menang. Selain itu, jaksa justru tidak mengajukan kasasi ketika vonis bagi Gary hanya dua tahun. Berarti, ini kan ada rekayasa,” tutur dia.

OC Kaligis juga memberikan alasan Ia mengapa baru mengajukan PK kembali karena hakim agung Artidjo Alkostar sudah tidak lagi berada di Mahkamah Agung.

“Begini, Artidjo (Alkostar) kan sudah tidak ada. Artidjo kan tidak pernah mau melihat fakta hukum dan artinya mengenai UU yang berlaku,” kata dia.
“Semua ahli juga mengatakan putusan Artidjo tidak memiliki kualitas hukum,” lanjutnya.

Diketahui dalam persidangan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, OC Kaligis dinilai terbukti menyuruh anak buahnya, Gary, untuk menyuap tiga anggota majelis hakim dan panitera PTUN Medan. (YRS)