Connect with us

Politik

Hendrik Sitompul Sambut Baik Pernyataan AHY Bebas Pilihan Capres, Tetap Sosialisasikan 14 Program SBY

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kader Demokrat Sumatera Utara (Sumut) Drs Hendrik H Sitompul MM menyambut baik dengan adanya pernyataan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut kader Demokrat “bebas” memilih pasangan calon presiden Joko Widodo- Ma’ruf dan
Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Sehingga kader Demokrat tidak kaku dan sembunyi sembunyi melakukan sosialisasi dilapangan.

“Pernyataan AHY menyebut tidak menyalahkan kader Demokrat memilih pasangan Joko Widodo-Ma’rug Amin sangat positif. Karena kami pun saat sosialisasi Caleg dan Capres dapat lebih transparan. Sosialisasi tentu tidak akan berbenturan dengan masyarakat,” ujar Hendrik H Sitompul (foto) yang saat ini Caleg DPR RI 2019-2024 Partai Demokrat No Urut 8 dapil Sumut I (Medan, Deli Serdang, Serdang Badagai dan Tebing Tinggi).

Ditambahkan, sosialisasi Caleg dan Capres tentu sangat mudah. Karena akan disesuaikan daerah dan komunitasnya. “Kita tahu, masyarakat juga diberikan kebebasan untuk memilih. Namun, saya selaku kader Demokrat akan tetap sosialisasikan 14 program Partai Demokrat yang diprakarsai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” tambah Hendrik.

Sebagaimana diketahui, Jumat (22/3/2019) Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pernyataan bahwa tidak menyalahkan kader Demokrat yang akan memilih pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Pernyataan itu disampaikan AHY menanggapi survei Litbang Kompas yang menyatakan 31,5 persen kader Demokrat diprediksi memilih Jokowi-Ma’ruf.

Disebutkan AHY, hal itu merupakan suatu kewajaran. Karena Demokrat tidak bisa mengatakan satu komando tegak lurus yang diharapkan bisa seluruh konstituen Partai Demokrat itu berada dalam satu pilihan yang sama. Karena Partai Demokrat memiliki keberagaman konstituen.

“Jadi saya tak pernah menyalahkan dalam arti yang berlebih-lebihan. Walaupun tetap secara tegas kami meyakinkan, Partai Demokrat itu dalam koalisi yang mengusung capres dan cawapres Prabowo-Sandi,” ujarnya.

AHY menambahkan, kemungkinan dan meyakini fenomena serupa tak hanya terjadi di Demokrat, melainkan di beberapa partai lainnya. Karena selain memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Demokrat juga memiliki target memperoleh kursi DPRD dan DPR RI sebanyak mungkin.

Disebutkannya, terkait hal itu Demokrat harus menerapkan strategi ganda untuk mencapai kedua target tersebut.

“Itulah dinamika politik dan demokrasi kita. Justru kalau semuanya seragam enggak seru begitu. Justru kami ingin menyampaikan, Partai Demokrat ini memiliki double track strategy, strategi rel ganda,” kata AHY.

“Di mana kami ingin meyakinkan di Pileg Partai Demokrat berlangsung dengan sukses, meraih suara dan jumlah kursi di DPR yang signifikan sedangkan pilpres juga kami ingin sukseskan,” lanjut dia. (lamru).