Connect with us

pemilu 2019

Bawaslu Terus Kaji Pemakaian Mobil TNI untuk Kampanye Prabowo-Sandi

Published

on

Ketua Bawaslu, Abhan

Geosiar.com, Bogor – Ketua Bawaslu, Abhan menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan kajian terhadap penggunaan mobil yang berplat Mabes TNI untuk kegiatan kampanye Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga di Bogor. Jajaran Bawaslu Bogor tengah memeriksa dan meneliti alat-alat bukti terkait kejadian tersebut.

“Ya, kami nanti tentu akan melakukan kajian lebih lanjut dengan mengumpulkan alat-alat bukti yang ada kan. Jadi kita melakukan investigasi nanti,” ujar Abhan di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Nomor 14, Sarinah, Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Abhan mengatakan, Bawaslu mempunyai waktu 14 hari untuk melakukan investigasi kasus tersebut setelah dugaan pelanggaran diregister. Kemudian, Bawaslu memutuskan, apakah dugaan pelanggaran tersebut memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak.

“Kami kan punya waktu untuk bisa melakuakan apa investigasi, pengumpulan dan nanti akan membuat kajian apakah ini masuk memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak. Tentu apapun nanti keputusan, kita akan sampaikan kepada publik,” ujar Abhan.

Sebelumnya diketahui, masyarakat dikejutkan dengan beredarnya video mobil dinas yang diduga milik perwira aktif TNI sedang menurunkan bungkusan atau logistik saat acara pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno. Dalam video yang viral di media sosial itu, tampak mobil dinas plat merah TNI 3005-00 juga parkir dekat spanduk Prabowo-Sandi.

Pada video viral tersebut tampak mobil dinas TNI bermerk Mitsubishi Pajero hitam plat bernomor 3005-00 dikelilingi banyak warga. Beberapa pria menggunakan baju putih dan kemeja biru masuk ke bagian belakang mobil lalu membawa bungkisan dari plastik yang sekilas tampak seperti nasi bungkus.

Di dekat mobil juga tampak spanduk bertuliskan “Selamat Datang Para Relawan Se-Bogor Raya pada Dialog Kebangsaan”. Pada spanduk juga terdapat logo pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

Menanggapi viralnya video tersebut, Danpom TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto, mengakui, dari data registrasi nomor kendaraan tersebut adalah benar milik Mabes TNI. Namun demikian, ada ketidaksesuaian antara nomor kendaraan dengan jenis kendaraan.

“Registrasi nomor tersebut betul nomor militer di Mabes TNI. Namun, jenis kendaraannya tidak sesuai dengan registrasi yang ada di MMabes TNI,” kata Danpom TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/3/2019).

Dia menilai, dari data register kendaraan Mabes TNI, plat nomor 3005-00 seharusnya digunakan untuk kendaraan sedan jenis Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero seperti dalam video yang beredar. “Data di registrasi militer berjenis Mitsubishi Lancer,” ucapnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data administrasi kendaraan di Mabes TNI, nomor belakang 00 tersebut digunakan di kendaraan dinas Mabes TNI.

Advertisement