Connect with us

Dunia

PBB Sebut 1,7 Juta Korban Topan Idai di Mozambik Terisolasi

Published

on

Topan Idai di Mozambik


Geosiar.com, Jenewa – Sebanyak 1,7 juta orang dinyatakan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berada di jalur Topan Idai, terutama di Mozambik, dan membutuhkan bantuan karena terisolasi. 

Sejumlah badan PBB, seperti Program Pangan Dunia (WFP), dan Badan Penanganan Pengungsi (UNICEF), menyuarakan bantuan dana internasional segera dan dukungan logistik untuk menyelamatkan korban Topan Idai, di Mozambik, Zimbabwe dan Malawi.

“Banyak yang dibutuhkan, dunia tidak menyadari skala masalah terutama di Mozambik, di mana sekitar 1,7 juta orang berada di jalur topan dan hidup tanpa akses makanan atau air bersih,” ujar Herve Verhoosel, juru bicara WFP,di Jenewa, Swiss, Selasa (19/3/2019).

Herve Verhoosel menilai, situasi pascaterjangan Topan Idai sangat mengerikan, apalagi di kota pelabuhan Beira, di mana ribuan orang masih berlindung di atap rumah dan di pohon-pohon menunggu untuk diselamatkan, ketika banjir mencapai ketinggian enam meter, kata para pejabat PBB.

“Angin dengan kecepatan hingga 170 km per jam dan banjir melanda seluruh Afrika tenggara, termasuk Zimbabwe dan Mozambik, berdampak terhadap lebih dari 2,6 juta orang,” demikian pernyataan PBB.

Diketahui, Tim penyelamat masih berjuang untuk mencapai para korban setelah lima hari kemudian. Sedangkan kelompok-kelompok bantuan menyampaikan banyak orang yang selamat terjebak di daerah-daerah terpencil, terkepung oleh jalan-jalan yang hancur, bangunan-bangunan yang rata dan desa-desa yang tenggelam.

Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah menyampaikan sekitar 400.000 orang kehilangan tempat tinggal di Mozambik tengah saja.

“Ini merupakan krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah Mozambik,” ujar Jamie LeSueur, yang memimpin upaya penyelamatan di Beira untuk Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Jumlah korban jiwa akibat terjangan Topan Idai di Mozambik mencapai 200 orang, naik dari 84 orang. Diperkirakan angka kematian masih bertambah karena banyak warga yang dilaporkan hilang.