Connect with us

Nasional

BPOM Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar di Aceh

Published

on

BPOM Musnahkan Produk Ilegal di Aceh Senilai Rp 1,2 Miliar (Kumparan.com)

Geosiar.com, Aceh – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memusnahkan lebih dari 1,2 miliar rupiah produk obat dan makanan ilegal (tidak sah). Barang tersebut adalah hasil temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh pada 2018 lalu.

BPOM RI memusnahkan obat dan makanan yang tanpa izin edar dan/atau tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu tersebut pada Rabu (20/3/2019).

Lebih rinci, produk yang dimusnahkan terdiri dari 580 item (36.849 kemasan) obat, 818 item (24.292 kemasan) kosmetik, 18 item (433 kemasan) pangan, 240 item (131.187 kemasan) obat tradisional/suplemen kesehatan, dengan total keseluruhan mencapai 1.656 item (192.761

“Dominasinya kosmetik ya (yang dimusnahkan). Termasuk di dalamnya kosmetik yang dijual secara online,” ujar Kepala BPOM Penny Lukito usai pemusnahan di Kantor BBPOM Banda Aceh.

Total produk yang dimusnahkan mencapai Rp 1,2 miliar. Nominal yang tidak sedikit ini merupakan sinyal masih maraknya peredaran produk ilegal atau substandar di Banda Aceh. Hal ini tentu saja menuntut Badan POM untuk terus meningkatkan kinerjanya dan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan lintas sektor untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan.

Di kesempatan yang sama, Penny mengingatkan masyarakat untuk membeli produk yang legal. Pastikan produk obat, makanan, dan kosmetik yang dibeli sudah teregistrasi BPOM.

“Hanya beli produk yang ternotifikasi atau teregistrasi BPOM terlebih dahulu. Sehingga betul-betul aman tidak mengandung produk bahaya,” pesan Penny.

“Bila tidak melalui registrasi BPOM, kita tidak mengetahui kandungan di dalamnya apa. Bila tidak teregistrasi BPOM, banyak yang mengandung bahan berbahaya,” tambah Penny.

Barang terlarang lainnya adalah kosmetik, misalnya mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, dan sebagainya.