Connect with us

pemilu 2019

KPU Sebut Debat Cawapres Lancar Tanpa Keluhan

Published

on

Debat cawapres 2019

Geosiar.com, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan debat cawapres yang selesai digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Debat cawapres dinilai berlangsung dengan lancar.

“Soal debat semalam, sejauh ini belum ada komplain. Besok (Selasa, 19/3/2019) akan ada evaluasi debat cawapres,” kata Hasyim kepada di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Hashim menyampaikan evaluasi ini akan diikuti oleh tim Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, moderator dan media penyelenggara debat selanjutnya. “Semua akan kami undang untuk melakukan evaluasi,” ungkap dia.

Selanjutnya, Hasyim mengatakan bahwa poin yang akan dievaluasi terkait durasi, sesi tanya jawab dan sejumlah hal lain. Tidak hanys melakukan evaluasi debat cawapres, rapat pada Selasa juga diagendakan membahas masukan untuk debat keempat dan kelima.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pemilu 2019

Aksi Kawal MK, KPAI Minta Anak-anak Dipulangkan

Published

on

Massa Aksi Kawal MK dari Gerakan Kedaulatan Rakyat saat berkumpul di sekitar Patung Kuda, Monas. (Foto: detikcom)

Geosiar.com, Jakarta – Sejumlah massa dari berbagai ormas dan gerakan menggelar aksi unjuk rasa untuk mengawal pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (26/6/2019). Massa yang mengelar aksi kawal MK berkumpul di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya Monas sejak pukul 08.30 WIB.

Namun sangat disayangkan, aksi tersebut banyak diikuti anak-anak di bawah umur hingga remaja. Oleh karena itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta aparat keamanan segera melakukan tindakan persuasif agar massa tersebut bersedia dibubarkan, sebab KPAI merasa terusik atas keikutsertaan anak-anak tersebut.

Bahkan, salah satu Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah mengatakan bersedia meninjau ke lapangan untuk mengingatkan para demonstran agar memulangkan anak-anak.

“Ini saya mau ke lokasi. Ingin mengecek langsung dan mengingatkan,” tutur Ai Maryati Solihah kepada awak media, Rabu (26/6/2019).

Lebih lanjut, Maryati merasa geram atas aksi demo yang dilakukan massa padahal sudah ada larangan tegas dari aparat keamanan. Diperparah lagi dengan keterlibatan anak-anak dalam aksi itu yang dinilai telah melanggar ketentuan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebab, UU tersebut secara tegas melarang keterlibatan anak-anak dalam kegiatan berbau politis.

“Area MK ini kan sedang dalam masa pengamanan, dan sudah berulang kali diimbau untuk tidak berdemo. Kok malah ada anak-anak. Ini melanggar. Padahal di Undang-Undang Perlindungan Anak, secara tegas anak-anak dilarang dilibatkan dalam kegiatan yang berbau politis. Meskipun politis itu bisa bermacam-macam,” jelasnya.

Dengan demikian, Maryati berharap agar pihak keamanan yang sedang berjaga dapat melakukan tindakan persuasif terhadap massa anak-anak dan remaja tersebut.

“Ya, kami harap aparat bisa melakukan tindakan persuasif terhadap anak-anak yang berdemo di MK ini. Tolong dirayu agar pulang. Atau kalau bahasa saya, diberi permen agar mau pulang,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, massa terdengar melantunkan selawat dan nyanyian bela Islam. Massa terlihat memakai atribut kain kuning dengan mengatasnamakan Gerakan Kedaulatan Rakyat Emak-emak Jabar. Selain itu, massa dari PA 212 juga turut menggelar aksi kawal MK.

Continue Reading

pemilu 2019

MK Pastikan Majelis Hakim Siap Baca Putusan Sengketa Pilpres 27 Juni

Published

on

Suasana Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/6/2019). (Foto: ANTARA)

Geosiar.com, Jakarta – Rapat permusyawaratan hakim (RPH) dalam rangka membahas perkara sengketa Pilpres 2019 telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu, Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan bahwa majelis hakim telah siap untuk membacakan putusan sengketa pilpres dalam sidang besok, 27 Juni 2019.

“RPH pembahasan perkara sudah selesai, MK memastikan siap menggelar sidang pengucapan putusan besok,” kata Jubir MK Fajar Laksono kepada awak media, Rabu (26/6/2019).

Hari ini, kata Fajar, majelis hakim akan melanjutkan rapat internal yang bertujuan untuk persiapan akhir penyelenggaraan sidang putusan besok.

“Hari ini agendanya rapat-rapat internal untuk persiapan akhir penyelenggaraan sidang besok, antara lain Ketua MK, wakil ketua dan hakim konstitusi memberikan arahan-arahan kepada panitera dan sekjen serta tim gugus tugas,” jelanya.

Sebagai informasi, MK memutuskan untuk mempercepat jadwal sidang putusan gugatan hasil Pilpres 2019 menjadi Kamis, 27 Juni 2019, dari yang sebelumnya Jumat, 28 Juni 2019. Sebab, majelis hakim konstitusi dikabarkan telah menyelesaikan seluruh putusan permohonan gugatan yang diajukan paslon capres dan cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pembacaan putusan gugatan hasil pilpres tersebut akan dimulai pukul 12.30 WIB. Penentuan waktu pembacaan putusan itu, menurut Fajar, merupakan keputusan murni dari pertimbangan internal majelis hakim. Tidak ada pertimbangan lain dalam memutuskan tanggal sidang putusan.

Continue Reading

pemilu 2019

Jadwal Putusan MK Dipercepat, Aksi PA 212 Jadi 26 Juni

Published

on

Ilustrasi aksi unjuk rasa Presidium Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). (Foto: jpnn.com)

Geosiar.com, Jakarta – Perubahan jadwal pembacaan putusan gugatan hasil Pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) ternyata juga berdampak pada perubahan jadwal rencana aksi kawal MK oleh Presidium Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Semula, PA 212 dan GNPF merencanakan aksi kawal MK pada 28 Juni 2019 bersamaan dengan pembacaan putusan gugatan hasil pilpres. Namun setelah MK mengubah jadwal menjadi 27 Juni, Juru bicara PA 212 pun mengatakan bahwa pihaknya juga bakal memajukan aksi jadi 26 Juni 2019.

“Untuk masalah aksi kami sudah fokus beberapa hari yang lalu sebelum pengumuman putusan sidang yang dimajukan tanggal 27 Juni. Kami, khususnya PA 212, memang ambil bagian sebagai pelaksana aksi tanggal 26 Juni sebagai puncaknya yang sebelumnya sudah dirangkai dengan aksi pada tanggal 14 Juni, 18 Juni sampai sekarang,” tutur Novel Bamukmin, Selasa (25/6/2019).

Novel mengakui massa PA 212 dan GNPF memang telah mengagendakan aksi kawal MK sejak 14 Juni. Aksi pun rencananya akan berakhir pada 28 Juni.

“Karena rangkaian kegiatan aksi kami sudah teragendakan dari tanggal 14 Juni sampai tanggal 28 Juni,” sambung Novel.

Menurut Novel, keputusan untuk memajukan jadwal aksi tersebut didasari pada pengalaman saat menghadapi pengumuman rekapitulasi nasional oleh KPU beberapa waktu lalu.

“Karena kita antisipasi jauh-jauh hari, takutnya jadwal pengumuman hasil sidang dimajukan seperti KPU makanya kita ubah menjadi tanggal 26 Juni dan ternyata dugaan kita untuk dimajukan ternyata benar,” imbuhnya.

Saat ditanya soal aksi pada 28 Juni, Novel mengaku akan menunggu sikap BPN atas keputusan MK. Selain itu, mereka bakal mendengarkan dan mengikuti saran ulama.

“Adapun tanggal 28 Juni kami tunggu langkah BPN bagaimana hasil sidang MK untuk menyikapinya dan tanggal 28 kami akan ikut keputusan ulama juga,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com