Connect with us

Politik

DPRD Minta Walikota Medan Perbaikan Jalan dan Drainase di Harjosari II

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Hendra DS minta Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin segera memperbaiki Jl Stasiun Gg Keluarga serta drainase Gg Tower Kelurahan Harjosaari II Kec Medan Amplas. Kondisi jalan rusak parah dan saluran drainase tidak berfungsi menjadikan lingkungan banjir dan kumuh.

Seperti Jalan Stasiun Gang Keluarga, Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas kondisinya sangat memprihatinkan apalagi di musim hujan berlumpur dan becek. Sama halnya drainase di Gg Tower yang tidak berfungsi terkendala masalah pembebasan lahan.

Hal itu disampaikan Hendra kepada wartawan di gedung dewan, Senin (18/3/2019). Menurut Hendra, lokasi infrastruktur yang buruk itu sudah ditinjau dan warga berharap ada perbaikan.

Disampaikan Hendra DS yang juga anggota Komisi D DPRD itu, kondisi jalan dan drainase tersebut sudah 15 tahun dirasakan warga. Warga terus kesulitan akses jalan dan rumah kerap kebanjiran.

Ditambahkan Hendra, pembangunan infrastruktur didaerah itu sangat buruk dan tampak kumuh. Pembangunan disana jauh ketinggalan dan terkesan dianaktirikan.

“Kita harapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar proaktif memperhatikan keluhan warga di perbatasan, agar mereka tidak tertinggal di daerah lain yang berada di inti kota. Pembangunan infrastruktur ini sangat diperlukan masyarakat perbatasan.

Apalagi Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas berbatasan langsung dengan Kabupaten Deliserdang,” ujar legislator yang kembali mencalonkan diri di daerah pemilihan IV meliputi 4 Kecamatan diantaranya, Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai dan Medan Kota. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

H Ihwan Ritonga SE Klaim Peroleh 22.000 Suara, Pastikan Duduk Kembali di DPRD Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan, H Ihwan Ritonga SE (foto) dipastikan duduk kembali di parlemen DPRD Medan periode 2019-2024. Prediksi itu setelah memperoleh 22.000 suara pada pemilihan Caleg Tanggal 17 April lalu.

Dari keterangan yang diterima Geosiar.com dari Ketua Tim Pejuang Ihwan Ritonga (PIR) 27, Rahmadian Harahap (Radi), Jumat 19 April 2019, bahwa data yang masuk dari saksi-saksi menyebutkan suara Ihwan Ritonga mencapai 22.000 suara lebih.

“Data tersebut baru 95 persen dan kemungkinan bakal bertambah, ” katanya kepada wartawan Jumat 19 April 2019.

Ditambahkan Radi angka suara tersebut bisa dipastikan Ihwan Ritonga bisa ‘melenggang’ kembali ke parlemen DPRD Medan untuk kedua kalinya.

Dalam kesempatan itu, atas nama Ketua Tim PIR 27, Radi mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim PIR 27 yang telah berupaya keras memenangkan Ihwan Ritonga.

“Alhamdulillah, visi kita menangkan pak Ihwan Ritonga dengan slogan menang banyak telah dibuktikan oleh seluruh Tim PIR 2 dan ucapan terimakasih juga kepada seluruh masyarakat Medan khususnya di Dapil IV yang meliputi Medan Amplas, Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota yang telah memilih pak Ihwan Ritonga sehingga bisa ‘menang banyak’ dan bisa kembali jadi anggota DPRD Medan periode 2019-2024, ” pungkasnya.

Terpisah, Ihwan Ritonga yang dihubungi mengucapkan terimakasih baik kepada seluruh tim di PIR 27, masyarakat yang telah memilihnya.

“Alhamdulillah, data dari Tim PIR27 yang diperoleh bisa dipastikan saya Insyah allah kembali duduk di DPRD Medan periode 2019-2024. Semua itu tidak terlepas dari perjuangan Tim PIR 27 serta masyarakat yang telah memilih saya di Pemilu serentak 17 April 2019 lalu, ” ucapnya.

Begitupun, kata Politisi santun Gerindra itu, pihaknya masih menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. (lamru)

Continue Reading

Nasional

SBY Instruksikan Kader Demokrat Mundur dari Kantor BPN, Ada Apa?

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menulis surat kepada sejumlah pengurus dan kader partai Demokrat usai Pemilu 2019.

Dalam surat tersebut, SBY menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan kader Demokrat yang berada di kantor Badan Pemengangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, untuk sementara waktu mengundurkan diri. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan membenarkan dan menyebut surat perintah tersebut diturunkan pada Kamis (18/4/2019) malam, yang ditujukan kepada Sekjen, Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan dan Waketum Demokrat Syarief Hasan serta ditembuskan kepada Komandan Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Surat tersebut berkaitan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019, yang dirasa SBY, sedang menunjukkan ketegangan dan bisa membahayakan politik dan keamanan NKRI.

Selain itu dalam suratnya, SBY ingin memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan inkonstitusional.

Presiden RI ke-6 itu pun mengimbau agar segera melapor kepadanya apabila terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan.Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, SBY menerima laporan bahwa ada yang hendak menggerakkan massa (people power). Oleh karenanya, SBY tidak ingin pengurus dan kadernya terlibat dalam gerakan itu.

“Pak SBY menerima laporan, ada upaya-upaya dari, entah siapa ya kita belum tau, katanya mau mengerahkan massa, mau people power dan segala macam. Amanat Pak SBY kepada kami menyatakan tidak boleh melibatkan diri di kegiatan-kegiatan tersebut,” kata Ferdinand Hutahaean kepada awak media di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Sebelumnya, SBY juga menurunkan surat terkait ketidaksetujuan metode kampanye akbar yang diusung paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sewaktu di SUGBK, beberapa pekan lalu. Ia menilai, kampanye tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif.

Continue Reading

pemilu 2019

Prabowo-Sandi Menang Telak di Kampoeng Jokowi

Published

on

Pasangan 02, Prabowo-Sandi

Geosiar.com, Jakarta – Pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul telak dari lawannya, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Tepatnya di kawasan wisata Kampoeng Jokowi, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Di TPS 19 itu, paslon capres-cawapres 02 meraih 165 suara, sedangkan pasangan 01 memperoleh 39 suara.

Kampoeng Jokowi adalah salah satu tempat wisata yang dikatakan terkenal di Kabupaten Garut. Lokasinya berada di kawasan perkebunan teh Dayeuh Manggung.

Akan tetapi, walaupun kampung tersebut bernama Kampoeng Jokowi, hal tersebut tidak menjadikan Jokowi-Ma’ruf meraup suara maksimal.

“Menurut penghitungan manual, Prabowo-Sandi unggul dari Paslon Jokowi-Ma’ruf. Hasilnya Paslon 01, 39 suara dan Paslon 02, 165 suara,” jelas Ade Ahmad, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Rabu (17/4/2019).

Ade mengatakan bahwa pemilih di TPS 19 mayoritas pegawai perkebunan teh Dayeuh Manggung.

Tak hanya Kampoeng Jokowi, ternyata ada juga sejumlah masyarakat dari tiga kampung wisata lainnya yang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 19.

“Ada tiga kampung wisata, yaitu Kampung Jokowi, Kampung My Darling, dan Kampung Amsterdam,” tuturnya.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com