Connect with us

Dunia

Besok, Jenazah Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru Diserahkan Kepada Keluarga

Published

on

Keluarga korban penembakan di Masjid Selandia baru.


Geosiar.com, Christchurch – Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyampaikan semua jenazah korban tewas dalam aksi penembakan yang dilakukan Brenton Tarrant yang berjumlah 50 orang, akan segera diserahkan kepada keluarga masing-masing pada Rabu (20/3/2019).

Jacinda Ardern menilai, hingga kini proses identifikasi para korban yang tewas dalam aksi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret 2019, terus dilakukan. Enam ahli identifikasi korban bencana telah diterbangkan dari Australia untuk membantu dalam proses identifikasi.

“Kami berharap jenazah para korban seluruhnya dapat diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga pada Rabu (20/3/2019), supaya dapat dimakamkan sesuai dengan tradisi Muslim,” ujar Jacinda Ardern, di Wellington, Selandia Baru, Selasa (18/3/2019).

Jacinda Ardern pun berjanji akan kembali ke Kota Christchurch pada Rabu (20/3/2019), untuk menghadiri acara penyerahan dan pemakaman jenazah para korban yang terbunuh pada insiden penembakan massal tersebut.

Sebelumnya diketahui, pada Sabtu (16/3/2019), Jacinda Ardern mendatangi anggota komunitas Muslim di Kota Christchurch dengan memakai penutup kepala (jilbab) dalam apa yang oleh para pengamat dipuji sebagai isyarat penuh kasih dan rasa hormat.

“Saya akan bertemu dengan responden pertama dan keluarga korban pada hari Rabu (20/3/2019), ketika mereka bersiap untuk penguburan,” kata Jacinda Ardern.

“Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana ini bisa terjadi di sini. Ada kesedihan dan kemarahan yang memuncak di sini. Ada pertanyaan yang perlu dijawab dan saya jamin itu akan terjadi,” ujar Jacinda Ardern.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Inggris Sebut Tidak Setuju Perang Melawan Iran

Published

on

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt (Reuters)

Geosiar.com, London – Pemerintah Inggris berkeinginan agar Amerika Serikat (AS) tidak meminta untuk bergabung berperang melawan Iran.

Serupa pula dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt. Ia mengatakan bahwa London juga tidak akan setuju untuk terlibat dalam konflik seperti itu.

“Amerika Serikat merupakan sekutu terdekat kami. Kami bicara dengan mereka sepanjang waktu. Kami mempertimbangkan setiap permintaan yang mereka ucapkan secara hati-hati. Tapi, saya tidak bisa membayangkan situasi dimana mereka meminta atau kami setuju untuk melakukan perang,” jelas Hunt seperti dikutip Reuters pada Rabu (26/6/2019).

”Pesan yang kami kirimkan kepada mitra kami di Uni Eropa terutama Prancis dan Jerman adalah menghormati Perjanjian Nuklir Iran. Ini adalah pekan yang krusial,” lanjutnya.

Hunt mengatakan pemerintah Iran supaya mengikuti perjanjian nuklir secara keseluruhan. Hal tersebut agar kawasan Timur Tengah bebas nuklir.

Dikutip dari CNN, hubungan antara AS dan Iran menegang sejak keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk keluar dari Perjanjian Nuklir Iran 2015 pada 2018.

Perjanjian itu ditandatangani pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Trump menginginkan perjanjian baru termasuk pula komitmen Iran agar tidak membuat senjata nuklir.

Saat itu Trump juga berjanji Iran bakal mendapat dukungan untuk menjadi negara kaya dan makmur jika bersedia menandatangani perjanjian untuk tidak membuat senjata nuklir.

Sementara pada pekan lalu, militer Iran menembak jatuh pesawat drone Global Hawk. Teheran beralasan pesawat drone itu melanggar batas wilayah udara. Sebaliknya, pemerintah AS mengatakan pesawat itu terbang di atas wilayah udara internasional.

Mengenai perselisihan ini, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menelpon Presiden Iran Hassan Rouhani meminta supaya Teheran tetap mengikuti perjanjian nuklir. Rouhani mengatakan komitmen perjanjian nuklir akan diikuti apabila Iran mendapat manfaat ekonomi yang diatur di dalam perjanjian itu.

Continue Reading

Dunia

Dua Pesawat Tempur Eurofighter di Jerman Tabrakan, Satu Pilot Tewas

Published

on

Puing pesawat tempur Eurofighter (Detik.com)

Geosiar.com, Berlin – Dua pesawat tempur Eurofighter di Jerman timur jatuh usai bertabrakan pada Senin (24/6/2019). Satu pilot dikabarkan tewas dalam kecelakaan tersebut, sementara satu pilot lainnya selamat.

Pihaknya juga mengatakan bahwa kedua pilot berhasil menggunakan kursi ejektor mereka.

Belum diketahui penyebab kedua pesawat tempur tersebut bertabrakan. Akan tetapi, keduanya tidak bersenjata saat bertabrakan di udara dekat pangkalan militer Laage di negara bagian timur Mecklenburg-Vorpommern.

“Bersama dengan Eurofighter ketiga mereka menerbangkan Air Combat Mission,” kata juru bicara angkatan udara Squadron 73 seperti dikutip dari Reuters, Senin (24/6/2019).
“Pilot dari Eurofighter ketiga mengamati tabrakan dan melaporkan bahwa dua parasut turun ke tanah,” tambahnya.

Sebelumnya kedua pilot berhasil mengaktifkan kursi ejeksi dan terjun dengan memakai parasut. Sayangnya hanya satu pilot yang ditemukan selamat di sebuah pohon tak lama usai peritiwa tabrakan.

Radio Ostseewelle, yang pertama kali melaporkan kecelakaan itu, mengunggah sebuah video yang dikirim oleh pendengar yang katanya menunjukkan dua gumpalan asap naik dari lokasi tabrakan terpisah yang agak jauh satu sama lain. Stasiun radio itu menggambarkan ladang puing-puing di sekitar area tabrakan, yang dilaporkan memicu kebakaran hutan kecil.

Continue Reading

Dunia

Gempa 7,4 SR di Laut Banda Terasa Hingga Australia

Published

on

Ilustrasi Gempa

Geosiar.com, Maluku – Gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Laut Banda, Maluku, pada pukul 08.53 WIB ternyata terasa ke Papua Barat hingga negara Australia.

“Gempa terasa di Papua Barat dan Darwin, Australia,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono kepada awak media, Senin (24/6/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kolega yang berada di Darwin, getaran terasa selama beberapa detik. Sementara di Papua Barat, getaran dirasakan sekitar 10 detik.

Daryono mengatakan, secara tektonik zone Subduksi Banda adalah kawasan seismik aktif dan kompleks. Dalam catatan, katalog gempa BMKG, di zona ini sudah terjadi beberapa kali gempa kuat dan di antaranya berpotensi memicu tsunami.

“Sejarah gempa kuat pernah terjadi seperti gempa Banda pada tahun 1918 (M=8.1), 1938 (M=8.4), 1950 (M=7.6), 1950 (M=8.1), dan 1963 (M=8.2),” jelas Daryono.

Ia melanjutkan, dengan memperhatikan banyaknya catatan sejarah gempa kuat ini, zona Subduksi Banda adalah kawasan sangat rawan gempa dan tsunami yang patut diwaspadai di wilayah Indonesia timur.

Namun belum ada informasi kerusakan terkait gempa tersebut.

Gempa yang terjadi di Laut Banda ini terjadi di kedalaman 245 km. BMKG menyebut tidak ada potensi tsunami akibat gempa ini.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com