Connect with us

Nasional

Akibat Longsor dan Banjir, 4.917 Warga DIY Masih Mengungsi

Published

on

Banjir dan longsor di Yogyakarta

Geosiar.com, Yogyakarta – Sebanyak 26 desa di Kabupaten Bantul, tergenang air dan delapan kecamatan tanah longsor akibat terjadinya hujan pada pada Minggu (17/3/2019) sejak pagi hingga malam hari di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana menyampaikan, banjir di Bantul menggenangi rumah warga, lima fasilitas pendidikan, satu perkantoran dan satu jalan rusak berat. Tak hanya itu, pohon tumbang di 16 titik, lima rumah rusak ringan, tiga jaringan listrik di 10 kecamatan dan 12 desa terputus. “Sampai saat ini terdapat 11 titik pos evakuasi dengan jumlah penyintas 4.427 jiwa, dan tiga jiwa masih dalam pencarian, sedangkan dua jiwa korban meninggal dunia,” ungkap Biwara Yuswantana, Selasa (19/3/2019).

Di Kabupaten Kulonprogo, 24 desa yang tersebar di 16 kecamatan terdampak banjir, sementara longsor terjadi di 25 titik di sembilan desa dan tersebar di delapan kecamatan. Banjir mengakibatkan 19 rumah rusak ringan, satu talud ambrol, satu jaringan listrik terputus, satu fasilitas olahraga rusak, dan satu fasilitas air bersih rusak.

Biwara Yuswantana menyampaikan Kabupaten Gunungkidul, wilayah terdampak ada di 23 desa dan 12 kecamatan. Untuk Kabupaten Sleman dilaporkan terdampak tiga desa dan dua kecamatan. “Untuk Kota Yogyakarta wilayah terdampak banjir di wilayah Umbulharjo setinggi 40 cm, angin kencang di Kecamatan Kotagede, dan tanah longsor di Kecamatan Mergangsan,” terang Biwara Yuswantana.

Secara umum, ujar Biwara Yuswantana, curah hujan Selasa ini semakin menurun. Namun hujan ringan-sedang di wilayah DIY masih berpotensi hingga tanggal 20 Maret 2019 yang disebabkan belokan angin (konvergensi) akibat aktifitas vortex (low pressure area) di perairan selatan NTT.

Sedangkan Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan status siaga darurat di Bantul sudah ditetapkan selama satu Minggu. Status siaga darurat bencana, artinya segala sesuatu terkait penanganan bencana di masyarakat akan dilakukan sesuai prosedur sesuai kondisi darurat.

Sebelumnya diketahui, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat meninjau tanah longsor di Imogiri, Bantul, Senin (18/3/2019) menyampaikan, hujan deras yang mengguyur dengan intensitas lama pada Minggu (17/3/2019) di daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya adalah imbas dari siklon tropis savannah yang ada di Samudera Hindia.