Connect with us

Sumut

Sosialisasi Perda No. 6/2015, Hendrik Sitompul: Sampah Bisa Dikelola untuk Menghasilkan Uang

Published

on

Hendrik Sitompul Gelar Sosialisasi Perda No. 6/2015, Sampah Bisa Dikelola untuk Menghasilkan Uang (Geosiar.com)

Geosiar.com, Medan – Sampah tak selamanya harus berakhir di pembuangan akhir. Namun bisa pula dikelola  menjadi barang yang memiliki nilai jual dan menghasilkan uang. Pemanfaatan sampah menjadi barang berharga dan bisa dijual, hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Medan Drs. Hendrik Halomoan Sitompul,  MM saat sosialisasi yang ke- 4 Peraturan Daerah (Perda) Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl. Timor No.34, Gaharu, Medan Timur, Minggu (18/3/2019).

 “Pemko bersama DPRD Medan sudah membuat Perda untuk pengelolaan sampah dengan maksud agar sampah bisa dikelola dengan baik,” kata Hendrik di hadapan peserta sosialisasi.

Pada prinsipnya, kata Hendrik, perda ini memberikan kesempatan untuk mengelola sampah, sehingga produksi sampah mencapai 2.000 ton/hari di Medan bisa dikelola, dimanfaatkan dan tidak menjadi bencana. Sampah tidak memberikan kesan kumuh dan jorok di Medan dan juga tidak menimbulkan berbagai penyakit.

Dalam kesempatan itu, Hendrik berharap agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Pelanggaran atas perda ini diancam denda Rp 10 juta dan kurungan tiga bulan. Sementara untuk badan usaha diancam denda Rp 50 juta dan tahanan enam bulan.

Politisi Partai Demokrat ini mengimbau masyarakat untuk menaati peraturan, membuang sampah. Sudah disediakan mobil sampah pengangkut sampah dari lingkungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

“Ada juga reward (penghargaan) bagi masyarakat yang yang memberitahukan warga yang membuang sampah sembarangan,” katanya.

Hendrik berharap agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Partisipsi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dapat berupa penyediaan/swadaya tong sampah di rumah atau lingkungan masing-masing, karena anggaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang terbatas.

Sebelumnya, Anas Br Rajagukguk mengatakan, akibat sampah yang tidak tertampung di TPS dan  menumpuk hingga berserakan sampai ke badan jalan. Selain menimbulkan bau tidak enak, sampah yang berserakan tersebut juga menyebabkan lingkungan sekitarnya terkesan kumuh, sehingga mengganggu pemandangan.

Dikatakannya,  masalah kurang lengkapnya sarana dan prasarana pendukung dalam aktivitas pembuangan sampah di Kota Medan bisa jadi bumerang bagi dinas terkait. Selain karena akan menimbulkan tumpukan sampah, masalah yang paling mengganggu adalah munculnya bau busuk dan banyaknya bibit penyakit yang bersarang di sampah yang menumpuk.

Sementara itu, warga setempat bernama Rikki menyarankan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Medan, semua elemen memang harus terlibat dalam hal ini. Masalah sampah tidak hanya tugas pemerintah atau dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

“Mungkin langkah kecil yang bisa kita lakukan adalah menertibkan diri sendiri untuk tidak membuang sampah sem­barangan, kemudian mengedukasi anak-anak atau keluarga agar tidak memelihara kebia­saan buruk membuang sampah sembarangan,” tutupnya. (X1)