Connect with us

Olahraga

SMeCK Hooligan Kecewa Stadion Teladan Dipakai Acara Non Olahraga

Published

on

Persiapan di Stadion Teladan, untuk event etnik dihadiri Presiden Joko Widodo (Tribunnews.com)

Geosiar.com, Medan – Ketua SMeCK Hooligan (Suporter PSMS Medan), Lawren Simorangkir mengaku kecewa dengan Pemerintah Kota Medan yang mengizinkan pihak lain mengadakan acara non olahraga di Stadion Teladan Medan.

Stadion Teladan dikenal mereka sebagai markas tim Ayam Kinantan dan hanya boleh dipakai untuk kegiatan sepak bola atau olahraga lain. Akan tetapi SMeCK Hooligan melihat panggung megah dan besar terpampang di tengah lapangan Stadion Teladan.

Mereka tidak ingin rumput lapangan yang dikelola oleh Dinas Pertamanan itu akan rusak. Para suporter tampak geram. Padahal menurut Lawren masih banyak lapangan terbuka di Kota Medan yang bisa dipakai untuk acara non olahraga.

“Bukan tidak banyak lapangan terbuka di Medan ini, ada lapangan merdeka, lapangan benteng dan lainnya. Kenapa harus di Stadion Teladan? Kasihlah sedikit hatinya untuk PSMS Medan, sudah lah stadion di Medan ini cuma satu,” seru Lawren, Jumat (15/3/2019).

Lawren menginginkan Pemko Medan sebaiknya berpikir lebih cerdas. Jangan hanya mementingkan kepentingan bisnis saja. Yang ia ketahui, Stadion Teladan hanya bisa dipakai minimal kegiatan keagamaan.

“Kita tahu Stadion Teladan itu dipakai selain untuk sepak bola, bisa dipakai untuk kegiatan keagamaan. Apakah ini acara sepak bola atau keagamaan? Kan tidak!. Di mana hati nuraninya? Jangan hanya kepentingan bisnis saja,” ujar Lawren.