Connect with us

Sumut

Pasca Ledakan Bom, Jokowi Pertimbangkan Kunjungi Sibolga

Published

on

Presiden RI Joko Widodo

Geosiar.com, Deli Serdang – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan untuk mengunjungi Kabupaten Sibolga, Sumatera Utara. Akan tetapi Jokowi mempertimbangkan rencananya tersebut pasca penggerebekan terduga teroris yang berujung dengan aksi bom bunuh diri.

Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya akan melihat ulang waktu kunjungan tersebut. Jika memungkinkan, maka dia akan jadi sambangi Kabupaten Sibolga bertemu masyarakat di sana.

“Kita lihat kalau waktunya kira-kira memungkinkan ya, kita lihat lagi ya,” ujar Jokowi saat di Gedung Serbaguna T Rizal Noordin, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (15/3/2019).

Aksi yang diduga bom bunuh diri terjadi ketika tim Densus 88 Antiteror hendak menggeledah rumah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga pada Selasa (12/3/2019) lalu sebelum Jokowi ke Sumut. Sebelum ledakan, polisi menangkap terduga teroris Husain alias Abu Hamzah.

Akibatnya, satu orang polisi dan satu orang bernama Nain mengalami luka serius. Korban mendapat perawatan intensif di RS Metta Medika.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menyebutkan penangkapan terduga teroris Husain alias Abu Hamzah tidak ada kaitannya dengan pemilu. Penangkapan Abu Hamzah merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya.

Iqbal mengatakan Densus 88 Antiteror telah menelusuri dan menjejaki kelompok ini sejak beberapa waktu lalu. Seorang terduga teroris jaringan Abu Hamzah ditangkap di Lampung pada Sabtu (9/3) atas nama RIN alias Putra Syuhada.

Jokowi sudah berada di Sumatera Utara sejak Kamis (14/3/2019) malam. Selanjutnya pada Jumat (15/3/2019) Jokowi menyambangi Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut. Sore harinya dia bertolak ke Deli Serdang dan Medan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sumut

Antisipasi Korban Demo, Dinkes Medan Siagakan Bantuan Medis

Published

on

Ilustrasi Mobil ambulans Public Safety Center (PSC) 119 Unit Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan.

Geosiar.com, Medan – Demi mengantisipasi korban dampak dari aksi demonstrasi 22 Mei, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan tengah menyiagakan petugas di sejumlah titik lokasi untuk memberikan penanganan medis.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Edwin Effendy. Dia menyebut, penyiagaan sejumlah petugas medis dilakukan guna memberikan bantuan medis terhadap petugas keamanan maupun pengunjuk rasa yang menjadi korban kemungkinan yang ditimbulkan dari aksi unjuk rasa.

“Petugas medis kita siagakan, baik di KPU maupun Bawaslu. Langkah ini diambil dalam rangka kerja sama pengamanan dengan pihak Polrestabes Medan,” kata dr Edwin Effendy, Rabu (22/5/2019).

Tak hanya itu, Dinkes pun telah menerbitkan surat edaran kepada sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di Kota Medan agar bersiaga dalam memberikan pelayanan untuk korban kerusuhan yang dirujuk ke salh satu rumah sakit. Surat edaran tersebut sudah disampaikan pada Jumat (17/5/2019) lalu.

“Jadi, Puskesmas dan RS pun sudah kita ingatkan untuk mengantisipasi adanya korban bila terjadi kerusuhan di Medan,” papar dia.

Selain itu, Dinkes telah menyiagakan 5 unit mobil ambulance yang disebar di Kantor Bawaslu, KPU, Mako Polrestabes Medan, serta ambulance yang stand by melakukan patroli.

Kendati demikian, dr Edwin mengharapkan agar tidak ada korban dalam aksi unjuk rasa tersebut. “Mudah-mudahan tidak sampai adanya jatuh korban,” harapnya.

Continue Reading

Sumut

Demo di Bawaslu Sumut, Berikut Jalan Alternatif yang Dapat Dilalui

Published

on

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto Pimpinan Anggotanya Jaga Bawaslu (Tribunmedan.com)

Geosiar.com, Medan – Sekumpulan orang berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu Sumatera Utara (Sumut), di Jalan Adam Malik Medan, Rabu (22/5/2019).

Atas peristiwa tersebut, polisi melakukan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah jalan agar tidak terjadi kemacetan.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini mengimbau kepada masyarakat khususnya Kota Medan agar dapat menggunakan jalur alternatif demi kelancaran arus lalu lintas.

“Bagi pengguna jalan, dengan adanya aksi unjukrasa pada Rabu (22/5/2019) di depan kantor Bawaslu Sumut dan Kantor KPU Provinsi Sumatra Utara. Kami mengimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menggunakan jalur Alternatif lain demikelancaran arus lalulintas,” jelasnya.

Adapun Jalan yang ditutup untuk sementara yaitu, Jalan Adam Malik menuju Kantor Bawaslu, Jalan Adam Malik dari Simpang Gelugur menuju Tugu Adi Pura. Serta Jalan Perintis Kemerdekaan menuju KPU Sumatera Utara.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan para pengguna jalan. Tetap hati-hati di jalan. Semoga selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Tampak di dua lokasi aksi massa, akses jalan hanya diberi separuh seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan saat massa melangsungkan orasinya.

Sedangkan di Jalan Adam Malik terjadi penutupan sementara. Hal itu diperkirakan hingga massa menyelesaikan aksinya.

Continue Reading

Sumut

Kapolrestabes Medan Turun Tangan Demi Amankan Bawaslu

Published

on

Massa GNKR Medan didominasi mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Jalan Haji Adam Malik Medan, Rabu (22/5/2019).

Geosiar.com, Medan – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto turun langsung untuk memimpin anggotanya dalam pengamanan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara dari amuk massa aksi 22 Mei di Jalan Haji Adam Malik Medan, Rabu (22/5/2019).

Terpantau di depan Kantor Bawaslu Sumut, telah disiagakn belasan mobil aparat kepolisian di antaranya mobil Raisa (pengurai massa), mobil Security Barrier dan mobil anti huru.

Selain itu, puluhan tameng serta perlengkapan untuk menghadang massa anarkis juga telah disiapkan oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, kondisi arus lalu lintas di sekitar Kantor Bawaslu masih terpantau aman dan lancar. Polisi lalu lintas menutup jalur arah Jalan Tengku Amir Hamzah, sehingga pengendara harus memutari bundaran Adipura.

Massa aksi 22 Mei yang tergabung dalam aliansi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) tiba di depan Kantor Bawaslu Sekitar pukul 11.45 WIB.

Kedatangan massa yang didominasi oleh mahasiswa pengguna almamater merah itu, langsung dihalau oleh kawat besi. Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto beserta jajaran telah bersiaga di lokasi.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto Pimpinan Anggotanya untuk Menjaga Bawaslu dari Massa Aksi 22 Mei, Rabu (22/5/2019)

Orator massa tersebut mengklaim bahwa mereka sedang melakukan aksi damai. “Kita disini aksi damai, jangan sampai kita disusupi oleh pihak yang ingin merugikan,” seru orator massa.

Massa itu mempertanyakan perihal penegakan hukum pascareformasi yang dinilai sangat tidak seimbang. Orasi itu menjurus pada penetapan status tersangka dugaan makar terhadap pendukung pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahkan, Prabowo sendiri telah disurati Bareskrim Polri perihal dugaan makar.

“Fakta-fakta penegakan hukum pascareformasi sangat tidak berimbang. Sekarang gara-gara status yang belum terbukti dan hanya berbentuk gagasan sudah dituduh berbuat makar. Ini adil atau tidak teman-teman sekalian,” lanjut orator.

Suasana di sekitar Kantor Bawaslu Sumut semakin ramai. Kendati demikian, sejauh ini belum ditemukan hal-hal yang menjurus kepada tindakan kegaduhan dan aksi anarkis massa.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com